Home
Bukti Nyata Kepalsuan Mazhab Syiah

Go back to the article

Comment in question

1. 25-12-2008 12:49

Teliti dan lihat dgn hati Nurani 2
Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kepadaku ayat “Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan (apa yang diperintahkan), berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, dan Allah menjagamu dari (gangguan) manusia.” (QS. Al-Maidah : 67) 
 
Sesungguhnya aku telah diperintahkan oleh Allah melalui Jibril supaya berdiri di tempat keramaian ini, dan memberitahukan (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku, washi-ku, penggantiku dan imam sepeninggalku. Lalu aku meminta kepada Jibril supaya memohonkan ampunan bagiku kepada Tuhanku, karena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa dan betapa banyaknya orang-orang yang mengganggu serta mencemoohku karena seringnya aku bersama Ali dan memberikan perhatian yang lebih kepadanya, sehingga mereka menyebutku sebagai udzun (orang yang tidak teliti dan cepat percaya pada setiap berita yang didengarnya). 
 
Sehingga Allah berfirman, “Di antara mereka ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya. Katakanlah, la mempercayai semua yang baik bagimu. Seandainya aku mau sebutkan nama-nama mereka niscaya akan aku sebutkan, dan seandainya aku mau tunjukkan wajah-wajah mereka niscaya akan aku tunjukkan. Namun aku berketetapan hati merahasiakan nama-nama mereka, dan akan terus bersikap bersahabat terhadap mereka. Namun demikian, Allah tetap mendesakkan dan tidak akan rela padaku melainkan aku sampaikan apa yang diturunkan-Nya kepadaku." 
 
"Ketahuilah wahai manusia? Sesungguhnya Allah telah menetapkan Ali sebagai wali dan imam kamu, dan telah mewajibkan kepada setiap orang darimu untuk mentaatinya. Sah keputusan hukum yang diambilnya, dan berlaku kata-katanya. Terlaknat orang yang menentangnya, dan memperoleh rahmat orang yang mempercayainya. Dengarlah dan patuhilah, sesungguhnya Allah adalah Tuhanmu dan Ali adalah pemimpinmu. 
Kemudian keimamahan dan kepemimpinan (berikutnya) ada pada keturunan yang berasal dari tulang sulbinya, sehingga tiba hari kiamat." 
 
"Sesungguhnya tidak ada yang halal kecuali apa yang telah dihalalkan oleh Allah, Rasul-Nya dan mereka, dan tidak ada yang haram kecuali apa yang telah diharamkan oleh Allah, Rasul-Nya dan mereka." 
 
"Tidak ada satu ilmu pun kecuali telah Allah tetapkan dan pindahkan kepada mereka. Maka oleh janganlah kamu berpaling dari-nya, dan janganlah kamu bersikap sombong dan enggan menerima kepemimpinannya. Karena dialah orang yang akan menunjukkan kepada kebenaran dan mengamalkannya. Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang mengingkari wilayah dan kepemimpinannya, dan tidak akan pernah memaafkannya. Sekali-kali sungguh, Allah telah memastikan diri-Nya untuk melakukan itu bagi mereka yang menentang perintah-Nya dalam perkara ini, dan akan menimpakan kepadanya azab yang amat pedih selama-lamanya." 
 
"Dia adalah manusia yang paling utama setelahku. Karena kamilah kemudian Allah turunkan rezeki-Nya (kepada kamu) dan (karena kami juga maka) seluruh makhluk memperoleh kehidupan. Sungguh terkutuk orang yang menentangnya. Ucapanku ini berasal dari Jibril, dan Jibril dari Allah SWT. Karena itu hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang akan disiapkannya untuk hari esok.”"Pahamilah ayat-ayat muhkamat Al-Qur'an, dan janganlah kamu ikuti (secara lahiriyyah) makna ayat-ayat mutasyabihat-nya. Tidak akan ada orang yang bisa menerangkan tafsirnya kepadamu melainkan orang yang aku pegang tangannya, yang aku naikkan dia ke sisiku dan yang aku angkat lengannya. Kini aku umumkan, 'Barangsiapa yang aku sebagai pemimpinnya maka inilah Ali pemimpinnya.' Perintah untuk mengangkatnya sebagai pemimpin ini adalah berasal dari Allah SWT yang telah diturunkan kepadaku. 
 
Ingatlah, sungguh aku telah tunaikan (perintah ini). Ingatlah, sungguh aku telah sampaikan. Ingatlah, sungguh aku telah perdengarkan. Ingatlah, sungguh aku telah aku jelaskan." 
 
"Tidak diperkenankan siapa pun menyandang gelar Amirul Mukminin" (pemimpin orang-orang yang beriman) sepeninggalku selain dia.' Kemudian Rasulullah saw mengangkatnya tinggi-tinggi, sebegitu tingginya sehingga kakinya sejajar dengan lutut Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw berkata, "Wahai manusia, ini adalah Ali, saudaraku dan washi-ku, pemelihara ilmuku, khalifahku bagi orang yang beriman kepadaku dan wakilku dalam menafsirkan Kitab Allah Azza Wajalla." 
 
Pada riwayat lain disebutkan, "Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya, perangilah orang yang memeranginya, kutuklah orang yang mengingkarinya dan murkailah orang yang mengingkari haknya." 
 
silahkan anda lihat khutbah diatas, saya tidak pernah bilang Imam Ali dr sulbi nabi, tp kepemimpinan berikutnyalah dari sulbi Imam Ali as. 
 
Imam lebih tinggi dari Khalifah. 
 
Manakah yang lebih mulia, imam yang dipilih oleh Allah melalui Nabi Muhammad atau oleh manusia? 
lihat realita bangsa kita hasil pemilihan oleh manusia. 
 
Contoh: 
Apakah bila ayah anda bilang, bila saya meninggal nanti jadikan anak ke tiga saya sebagai pengganti saya dalam memimpin keluarga ini, apakah anda akan mengikuti anak ke 1? 
 
Penyerahan khalifah terjadi bukan pada saat Imam Hasan tp ketika Imam Ali as, karena ia dibujuk oleh rakyat untuk berdamai dan ternyata Muawiyah menipunya dengan berbuat curang. 
 
apa dalil anda berkata Imam Hasan Bukan maksum? 
coba anda liat surat Az-Zumar :33, Sesungguhnya Allah bermaksud mensucikan kalian wahai ahlulbait. 
kata 'ankum itu untuk siapa?(bila anda bisa bahasa arab pasti taw, kum itu untuk laki2). 
 
dan lihat di bukhari dll sendiri tentang hadist Kisa'(penjelasan tetang az-Zumar:33). 
 
Semoga Allah membuka matahati kita. 
 
Waslm 
 
MrShiaa: 
terimakasih telah mengajak saya dialog. 
Hadits-hadits tentang khotbah itu perlu diteliti sanadnya, dan perlu anda tahu bahwa tidak setiap riwyat yang ada dalam kitab sunni itu shahih dan bisa dijadikan landasan berpendapat. 
dalam shahih muslim tidak ada keterangan mengenai baiat Ali di ghadir khum.  
dari riwayat itu sendiri megnesankan sepertinya anda ikut hadir saat Nabi berkhotbah.karena tidak ada kitab referensi yang anda jadikan rujukan. 
 
mengenai sebab turunnya ayat AL Maidah 67 yang shahih adalah bukan pada hari ghadir khum. 
 
tentang surat az zumar ayat 33, saya telah membukanya tapi kok tidak menemui ayat yang anda tunjukkan. jangan2 anda pake al qur'an lain ya, di al qur'an saya ayat 33 surat azzumar bunyinya lain: 
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.' (QS. 39:33) 
 
masalahnya bukan mana yang lebih baik, pimpinan dari Allah atau dari manusia, masalahnya apakah Allah telah menentukan 12 imam? kalo menentukan mana buktinya? 
 
kasihan Imam Hasan, dia mau saja dipaksa menuruti kehendak rakyat, dan bisa ditipu manusia, mestinya dia tidak jadi imam saja, karena dia tidak maksum, bisa ditipu orang dan dipaksa untuk menuruti kehendak rakyat. 
 
bukan begitu? 
» See all 1 replie(s)
Hasan
1 replies

1. 27-04-2009 16:16

Teliti dan lihat dgn akal sehat
assalamualaikum, saya kebetulan senang sekali membaca situs hakekat ini, dan saya agak tergelitik melihat komentar dari pengunjung syiah yg satu ini! 
anda berkata: 
Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kepadaku ayat “Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan (apa yang diperintahkan), berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, dan Allah menjagamu dari (gangguan) manusia.” (QS. Al-Maidah : 67) 
pertanyaan saya, kenapa Allah yang maha agung memerintahkan nabi menyampaikan satu risalah penting dan krusial dalam agama ini, tapi Allah tdk mencantumkannya dalam bentuk wahyu??? 
setahu saya ayat sebelumnya dari surat tsb membahas tentang kaum yahudi dan nasrani, jd menurut tanggapan saya, Allah memerintahkan nabi utk menyampaikan risalah ini ( al islam )kepada kaum yahudi dan nasrani walau resikonya adalah perang dgn mrk! tdk ada hubungannya dgn pengankatan imam Ali. ( WAllahualam ) 
yg ke dua anda mengatakan bhw Rasul menyampaikan: 
Sesungguhnya aku telah diperintahkan oleh Allah melalui Jibril supaya berdiri di tempat keramaian ini, dan memberitahukan (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku, washi-ku, penggantiku dan imam sepeninggalku. Lalu aku meminta kepada Jibril supaya memohonkan ampunan bagiku kepada Tuhanku, karena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa dan betapa banyaknya orang-orang yang mengganggu serta mencemoohku karena seringnya aku bersama Ali dan memberikan perhatian yang lebih kepadanya, sehingga mereka menyebutku sebagai udzun (orang yang tidak teliti dan cepat percaya pada setiap berita yang didengarnya).Seandainya aku mau sebutkan nama-nama mereka niscaya akan aku sebutkan, dan seandainya aku mau tunjukkan wajah-wajah mereka niscaya akan aku tunjukkan. Namun aku berketetapan hati merahasiakan nama-nama mereka, dan akan terus bersikap bersahabat terhadap mereka. Namun demikian, Allah tetap mendesakkan dan tidak akan rela padaku melainkan aku sampaikan apa yang diturunkan-Nya kepadaku."  
pertanyaan saya, sekali lagi knp perintah Allah yg diturunkan melalui jibril tsb tdk di catat sebagai wahyu, padahal ini masalah risalah????? 
yg kedua, kenapa Ali ikut serta dlm majelis pemilihan khalifah bentukan Umar, padahal Ali sdh di pilih oleh Allah utk menjadi pemimpin??? maka klo ali ikut berkompetisi dgn kandidat lainnya yg notabene adlh pilihan manusia sama saja Ali menghianati wilayah yg sdh di berikan kpdnya langsung dr Allah dgn mengakui majelis tsb sebagai mekanisme pemilihan khalifah yg benar??? 
lalu yg ke tiga, knp Rasul menyembunyikan nama org2 yg menyakiti, mengganggu dan mencemoohnya dan bahkan tetap bersehabat dgn mrk??? bknkah dgn begitu rasul berarti memelihara benih2 fitnah yg akan menghancurkan umat ini???apakah rasul takut utk mengutarakannya, padahal ketika umatnya masih banyak yg menjadi kafir nabi tetap berani mengungkapkan kebenaran agama tauhid yg di bawanya dgn segala resikonya??? 
yg terakhir, apabila benar apa yg tercantum dlm riwayat tsb bhw nabi berkata "karena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa dan betapa banyaknya orang-orang yang mengganggu serta mencemoohku karena seringnya aku bersama Ali dan memberikan perhatian yang lebih kepadanya" di mana riwayat ini di sampaikan di akhir risalah Nabi, maka dgn itu dapat di ambil kesimpulan bhw risalah nabi telah gagal total, krn tujuan risalah islam pd hakekatnya adalah penyerahan diri secara total kepada ketetapan Allah dan rasulnya, klo sampai akhir risalah hanya sebagian kecil org saja yg mau meneriam apa saja yg berasal dr Allah dan Rasulnya tanpa rasa keengganan dan mayoritas lainnya menolak dapat di simpulkan risalah Rasul telah gagal???? 
melihat dr apa yg saya jelaskan di atas, maka secara ilmiah dan logika berfikir sederhana maka riwayat yg anda sampaikan otomatis tertolak mentah-mentah, tanpa harus meneliti panjang lebar lg tentang sanadnya ( dimana saya jg memang bkn ahlinya )!!! krn riawayat yg anda sampaikan sangat bertentangan dgn sifat2 Allah, Rasul, dan Ali sendiri. 
Allah tanpa di ragukan lg adalah maha agung, Zat yg mampu membolakbalikkan hati, Zat yg menguasai seluruh kejadian di alam jagad raya ini, Zat yg mampu memelihara keotentikan Al Qur'an, maka apabila Allah ingin menetapkan sesuatu yg berkaitan tentang akidah agama yg krusial, tentu Allah akan mewahyukannya dlm Al Qur'an kalam Allah yg suci, dan Muhammad akan berkata sesungguhnya Allah "meahyukan kpd ku..." bukan "aku diperintahkan utk berdiri dan memberitahukan..." ( maha suci Allah dr segala yg anda fikirkan ) 
dan Muhammad, Muhammad adalah pribadi yg agung, mulia, pemberani rela berkorban demi risalah islam, tdk mungkin Muhammad akan menyembunyikan nama2 org yg menyakiti dan mengingkarinya dan bahkan bersikap bersahabat dgn mrk, padahal dgn sikap mengingkari itu mrk adalah musuh agama yg nyata, yg telah datang kpd mereka ilmu yg jelas tp mrk tetap menolak dan enggan menerima wasiat Muhammad yg berasal dr Allah itu. jika dgn kaum kafir kuraisy saja yg blm mau menerima ilmu dan hidayah islam Muhammad berani berperang, knp dgn umatnya yg sdh tunduk di bawah kekuasaannya Muhammad memilih utk mengalah??? jika ada umatnya yg sesat dan ingkar kt semua pasti tahu tugas seorang Rasul adalah utk menegurnya dan mengembalikannya ke jalan yg benar, bkn malah menyembunyikannya dalam hati dan membiarkannya dalam kesesatan!!! ( sungguh agung dan mulia pribadi Muhammad dari apa yg and fikirkan ) 
dan yg terakhir Ali, seorang dgn pribadi zuhud yg menganggap dunia ini hanya senda gurau bila di banding akhirat, rela mati demi risalah islam, garda terdepan dlm setiap perang melawan kafir, seorang pahlawan dan petarung islam, apa mungkin org sekaliber Ali meninggalkan amanat dr Allah utk menjadi amirulmukminin dgn menerima pengangkatan Abubakar tanpa perlawanan, dan bahkan ikut serta dalam majelis pemilihan khalifah bentukan Umar? krn dgn asumsi riawayat di atas, majelis tsb adalah majelis kufur yg menentang dan mengingkari amanat Allah dan Rasulnya, lantas knp Ali mau ikut serta dlm majelis kufur? apakah Ali takut? tdk mungkin kt tahu bagaiman sifat Ali dalam membela risalah dari Allah! atau mungkin Ali sdg bertaqiyah, utk menjaga kesatuan umat? tdk mungkin jg, knp Ali bertaqiyah kpd Abubakar, Umar, dan Usman tp tdk terhadap Muawiyah, bahkan sampai memeranginya di Sifin yg menjatuhkan banyak korban jiwa? bagi org seperti Ali, kebenaran adalah hitam putih, tdk ada yg abu-abu, jika ia melihat kebenaran, maka dia akan menyambut dan menerimanya dgn senang hati, dan apabila dia melihat kemungkaran....maka Dzulfikarlah yg akan berbicara ( la fattah ila Ali la saif ila Dzulfikar ) 
sesungguhnya risalah islam tdklah gagal bung, yg hanya menyisakan sedikit org bertakwa pd penghujung kisahnya, islam telah berhasil total dan menciptakan pribadi-pribadi yg agung!paling tdk, klo kt semua sepakat bhw Allah maha suci dari kesalahan, maka Allah telah menjadi saksi yg maha benar, ketika Allah menyampaikan wahyunya yg di tulis di Al Qur'an yg suci, yg terbebas dr sanad palsu dan dhaif tentang org2 yg hadir dlm baiat Ridwan di bawah pohon samura di dekat kota Mekkah, "sesungguhnya merka ridha terhadap Allah, dan Allah ridha terhadap mereka" apakah kita akan menganggap bahwa Allah telah salah menilai merka, krn konon katanya mereka berkhianat sepeninggal Nabi terhadap RisalahNya???? Nauzubillahminzalik!!! coba kita fikirkan dgn akal sehat, dan hati yg penuh iman! maka semua perdebatan ini akan terpecahkan dgn wahyu tsb. 
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ( wallahualam ) 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, jika anda melihat komentar temen-temen syiah, sebetulnya artikel ini adalah bantahan bagi komentar mereka itu, tetapi memang mereka hanya mengikuti program dan dogma dair guru-guru mereka saja.
» Reply to this comment...
raihan bahasoean


mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Syiah Latest Comments

cari akhwat
kirim alamat akhwa2 yg siap di mut'ah akhi..
29/07/10 22:31 More...
By abdul

Anda yg harus membuang kebencian
Tentu, Mas. Insya Allah, jika suatu ajaran berasal dari Allah...
29/07/10 05:45 More...
By Taufiq

hai hakekat.com kamu berhasil sebagai awal kebangkitan dajal kamu...
29/07/10 05:02 More...
By khadijah

Tentang metodologi menganalisa sesuatu:
Kata Mas Abdul Hayyie: Dalam komentarnya terhadap artikel saya,...
29/07/10 04:49 More...
By Ferry

bid'ah
mana ada yg gak bid'ah sih di teologi syiah. sebagian besar isi...
29/07/10 03:23 More...
By doremi

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 56 tamu online