Home
Kitab Shahih Mazhab Syi'ah

Posting 11 - 20 dari 27

11. 14-01-2009 16:52

riwayat hadis
assalamualaikum. 
 
menurut yang saya pelajari, syiah tidak memiliki kitab sahih, tetapi tetap ADA riwayat yang sahih. mungkin keberadaan kitab al kafi tersebut adalah membukukan hadis2 yg riwayatnya dianggap sahih oleh ahlul bait dengan alasan2 seperti yg sudah dicantumkan di artikel ini sendiri, untuk memudahkan pembelajaran orang akan hadis2 Syiah. dari seluruh bab yang dituliskan oleh anda di artikel ini, saya merasa semuanya memang benar kok. 
dan seperti komen2 saya sebelumnya (yang belum juga diapprove dan dimunculkan di artikel2 yg saya komentari) hadis itu kan melihat dari perawinya juga. bahwa kalau org2 yg meriwayatkan hadis ini terbukti pernah berbohong, berarti hadis tersebut bukanlah sahih. 
tentunya mungkin ada hadis2 yg dianggap sahih oleh Sunni yang juga paralel (sahih juga) dengan kepercayaan Syiah, tetapi berbeda perawi. nah, yang Syiah pakai itu yg sudah terbukti perawinya tidak pernah berbohong. inilah kenapa kitab sahih itu (setahu saya) tidak ada dalam Syiah, berdasarkan sebegitu banyaknya hadis yang memerlukan berulang ulang konfirmasi akan kejujuran perawinya. 
mengenai beberapa komentar terakhir, hadis yang juga diriwayatkan oleh Muslim bahwa: 'Nabi bersabda "Berpegang teguhlah kalian kepada kedua pusaka niscaya kalian tidak akan tersesat YAITU AL-QURAN DAN AHLULBAITKU"' adalah sahih bagi Sunni, yang dimana juga dianggap sahih oleh Syiah (diriwayatkan juga oleh org lain, akan saya cek nanti). 
yang kemudian dalih anda adalah; 
"wong Ali saja tidak pernah merasa diangkat jadi imam kok anda memaksa." 
nah komentar anda ini atas dalil apa ya? apakah ada hadisnya bahwa Ali menolak kepemimpinan? dan kalau memang adapun, kesahihan hadis tersebut bagaimana? 
 
dalam syiah sendiri sangat diharuskan untuk kaumnya untuk terus2an mencari tahu. bagaimana dengan anda? asal di cap sahih, anda akan menerimanya begitu saja? apakah benar hadis2 Sunni sendiri sudah melakukan CHECK dan RECHECK? 
 
wassalamualaikum. 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya, 
 
mengenai Ali yang tidak pernah diangkat jadi khalifah, justru saya yang heran karena anda yang syiah dan diharuskan mencari tahu mengapa bisa tidak tahu. dalil itu ada dalam kitab syiah sendiri. dan jika kita menggunakan logika, maka Ali mengkhianati wasiat Nabi karena sudah diangkat di ghadir khum tapi tidak mau merebut jabatan yang direbut orang, dan diam saja ketika orang lain menjabat imam, dan Ali ikut membaiat Abubakar, Umar dan Utsman. bukan begitu? 
 
komentar anda ini menunjukkan betapa dangkalnya pengetahuan anda terhadap hadits anda sendiri, karena memang dalam syiah tidak ada hadits shahih dari Nabi yang tersambung sanadnya. 
 
ini menimbulkan keraguan apakah mazhab syah itu termasuk islam atau tidak? karena jika memang termasuk islam maka sudah pasti mengikuti ucapan Nabi, yang mana riwayat shahih tidak terbukti ada dalam kitab syiah.  
 
hadits yang anda bilang dari shahih muslim ternyata setelah saya cek tidak ada, barangkali saya yang salah lihat, tapi tidak ada salahnya anda mengecek juga langsung ke shahih muslim.
ainie

12. 26-01-2009 12:33

Sdr
Artikel-artikel yang sangat bagus. 
Sebagian besarnya pernah saya baca sekitar 5 tahun lalu yaitu saat saya dan rekan saya diajak menemukan "kebenaran" dengan menjadi syiah imamiyah. Alhamdulillah, saya bisa lepas setelah hampir setahun mempelajari buku-buku syiah yang menjadi andalan syiah, misalnya; ..akhirnya kutemukan kebenaran, dialog sunni-syiah, 40 hadits khumaini, sholat mazhab ahlul bait dsb, dsb... 
lebih kurang setahun baru saya bisa menemukan banyak kedustaan-kedustaan syiah dalam mengutip referensi dalam berbagai bukunya, umumnya kutipan hadist dari kitab-kitab sunni ataupun tafsir ayat qur'an yang tidak masuk akal dipaksakan untuk melegitimasi 12 imam. yang paling parah buku syarafuddin al musawi "dialog sunni-syiah", referensi memang ditulis dari kitab sunni, tetapi banyak dusta dan penambahan bila kita merujuk ke kitab sunni aslinya. belum lagi hadits yang dikutip sebagian besarnya tidak shohih bagi ulama sunni sendiri. sayang saya tidak menuliskan perenungan dan pencarian saya sampai saya menyatakan "syiah itu agama yang dusta dan tidak masuk di akal". terlepas para syi'i tidak senang dengan komentar ini, bagi saya pribadi masalah syiah sudah selesai dan tutup buku. Tinggalkan mereka dengan khurofat dan tahayul serta filsafat mereka.... 
 
Bagi saudara-saudara yang ingin mencari pandangan ulama-ulama sunni tentang syiah, carilah kitab-kitab yang sangat bermanfaat tentang mereka ini, misalkan kitab-kitab ibnu taimiyyah, muhammad bin abdul wahhab dan banyak lagi. 
 
Juga ada beberapa buku karangan lokal yang bagus menurut saya, yang saya temukan misalkan "meluruskan pemahaman ttg hadits sihir" karya Al ustadz askary bin jamal al bugisi, yang membantah buku syiah "benarkah Nabi Muhammad pernah tersihir". cukup bagus dan juga menyebutkan kedustaan syiah dalam penukilan dan takwil. wallohua'lam. 
 
Teruskan pak, artikelnya sangat membantu mereka yang ingin perbandingan. Jangan takut dengan celaan dan debatan para syi'i kecuali yang membutuhkan nasehat dan kebenara.  
Dan yang paling penting, akhir dari segalanya, marilah kita lihat amalan-amalan syiah...sungguh isinya hanyalah ritual-ritual aneh dalam setahun (bayangkan lahir dan wafatnya 12 orang imam dalam setahun selalu diingat dan diperingati...), ritual-ritual yang penuh khurofat, dari kitab-kitab tanpa sanad karena syiah tidak mengenal sanad hadits, yang amalan-amalannya sebagian besar jauh dari amalan Rasululloh dan para shahabat di zamannya. bagi syiah, cukuplah perkataan imam sebagai dalil segala amalan...maka musibah di atas musibah... 
Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dari perkara-perkara keburukan ini. 
 
Jazzakumullohu khoiron..... 
maaf ya, mungkin terlalu panjang.... 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya, semoga yang lain bisa sadar, anda perlu ikut berbuat sesuatu untuk menyadarkan yang lain. pasti anda ingin memiliki amal jariyah. mengapa tidak?
abdulaziz

13. 31-01-2009 05:01

kitab shahih mazhab syi'ah
sesungguhnya hadis2 yg beredar di kalangan orang banyak ada yg haqq dan ada yg bathil. yg benar dan bohong, yg muhkam dan yg mutasyabih. ada yg benar2 dihapal(dri Rasulullah SAW) dan ada pula yg hanya 'hasil angan2' orang. dan telah ada yg memalsukan ucapan beliau di masa hidupnya,shg beliau pernah menyatakan dlm seb.pidatony: ''Barang siapa membuat kbhongan mengenai aku,hendaknya ia bersiap-sia mendiami tempatnya di neraka..'' 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya,  
hadits memang ada yang benar dan ada yang tidak benar, maka ada ilmu penelitian hadits, yang tidak ada di syiah. buktinya, tidak ada hadits shahih yang bersambung sanadnya pada Nabi dalam kitab hadits syiah. 
cinta

14. 14-02-2009 15:34

Imam Ja'far
hadis2 yg dikeluarkan jelas dari Imam 12, 
pada jaman Imam Musa Al-Kadzim dan ayahnya Ja'far Sadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi thalib dan Ali adalah Sepupu, saudara, Menantuku Kata Rasul SAWW yang mana Ilmunya Berasal dari Rasulullah SAWW yang mendidiknya semenjak dia masih Kecil, terdapat 4000 lebih murid yang belajar dimadrasah beliau termasuk di dalamnya Abu Hanifa/imam hanafi dan imam Malik bin anas yg belajar hadis dan fiqih, 
 
dari Imam Musa Al-Kadzim turun ke anaknya Ali Ar-ridha sampai Imam Maksum yang terakhir adalah Imam Shohibu zaman Al-Khoim Al-Muntadzar yg di Ghaibkan Allah sampai saat ini, 
 
suatu sanad yg jelas bukan? 
Semoga kita diberi Hidayah OlehNya, Amin 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya al-fakir. 
 
jika menurut seperti yang anda katakan, maka mestinya ilmu ini sekarang hilang bersama imam mahdi. anda bilang: 
sanad yang jelas,  
 
jelas hilang dibawa oleh imam mahdi, yang dighaibkan oleh Allah. maka mestinya islam yang benar saat ini ikut ghaib bersama imam mahdi, dan baru muncul bersamanya, jika dia jadi muncul. 
 
sedangkan ulama syiah sekarang ini tidak berkompeten untuk menjelaskan mazhab syiah, karena tidka pernah bertemu dengan imam mahdi yang ghaib lebih 1000 tahun yang lampau. 
 
Bukankah begitu? atau saya salah?
Al-Fakir

15. 20-02-2009 02:44

qul amantu billahi tsummas taqim!
Istiqomah yah bagi penulis... cobaan yang lebih berat akan segera datang... Istiqomah akhi.. 
 
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih. TQS Fushshilat:43
abbu Azzam

16. 16-03-2009 16:02

semangat terus!!!! dan bersabarlah!!!
Toek sodara - sodaraku di hakekat.com 
semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan kekuatan kepada kita semua. 
pantang mundur dan maju terus... 
 
Allaahu Akbar!!!!! 
 
MrShiaa: 
terimakasih dukungannya, Insya Allah kami tetap akan semangat, setelah terbukti artikel kami membuat syi'ah ketakutan dan tidak mampu membantahnya.
hakekat fans

17. 01-04-2009 01:15

sadarlah org yang sesaat
Abu bakar, Umar, Utsman, dan Ali radliyallohu anhum adalah imamku dan imam kaum muslimin semuanya...., laknat Alloh atas orang yang mencela dan memfitnah para sahabat Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam...teruskan perjuanganmu hakekat.com 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, 
 
ikutlah berjuang bersama kami, anda bisa berbuat lebih dari sekedar benci dan marah. pasti anda bisa.
mujahidin

18. 07-04-2009 06:10

PERAN IMAMIAH
Dengan adanya revolusi oleh Imam Khomaini, maka telah terjadi suatu perubahan pandangan yang mendasar tentang peran 'Imam'. Karena dalam sistem negara dan pemerintahan Republik Islam Iran, tidak dikenal lagi sistem kekhalifahan ala Imamiah tersebut. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, berarti ajaran syiah mengalami perobahan, yang anehnya, orang yang tidak maksum bisa membuat perubahan pada mazhab, katanya syiah hanya ikut imam maksum. 
 
elfan

19. 07-05-2009 06:46

Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljama
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki. 
 
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?. 
 
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. 
 
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui. 
 
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya. 
 
Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i. 
 
Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul. 
 
Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah). 
 
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan. 
 
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri. 
 
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). 
 
1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima) 
a) Syahadatain 
b) As-Sholah 
c) As-Shoum 
d) Az-Zakah 
e) Al-Haj 
 
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda: 
a) As-Sholah 
b) As-Shoum 
c) Az-Zakah 
d) Al-Haj 
e) Al wilayah  
 
2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) : 
a) Iman kepada Allah 
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya 
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya 
d) Iman kepada Rasul Nya 
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat 
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah. 
 
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*  
a) At-Tauhid 
b) An Nubuwwah 
c) Al Imamah 
d) Al Adlu 
e) Al Ma’ad 
 
3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat 
 
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka. 
 
4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat. 
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan. 
 
Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka. 
 
5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah : 
a) Abu Bakar 
b) Umar 
c) Utsman 
d) Ali Radhiallahu anhu 
 
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).  
 
6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. 
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi. 
 
Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi. 
 
7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat. 
 
Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah. 
 
8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin. 
 
Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan. 
 
9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah : 
a) Bukhari 
b) Muslim 
c) Abu Daud 
d) Turmudzi  
e) Ibnu Majah 
f) An Nasa’i 
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia). 
 
Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat : 
a) Al Kaafi 
b) Al Istibshor 
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih 
d) Att Tahdziib 
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).  
 
10. Ahlussunnah : Al-Qur'an tetap orisinil 
 
Syiah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).  
 
11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. 
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya. 
 
Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. 
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.  
 
12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya. 
 
Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain. 
 
Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait. 
Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian. 
 
13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. 
 
Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib. 
 
14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci. 
 
Syiah : Khamer/ arak suci. 
 
15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci. 
 
Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan. 
 
16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. 
 
Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat. 
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri). 
 
17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. 
 
Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya. 
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).  
 
18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i. 
 
Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun. 
 
19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.  
 
Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan. 
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha). 
 
Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini. 
 
Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap). 
 
Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya). 
 
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama). 
 
Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu). 
 
Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah. 
 
Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi. 
 
Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita. 
 
Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.
harlan fauzan ali

20. 28-05-2009 02:41

"subhanallah"
zaman udh scanggih ini koq msh saling mnyalahkan antum hrsnya sdr yg diperdebatkan skrg adl org2 yg seaqidah G MALU MA AGAMA LAIN???/??? 
 
MrShiaa: 
 
zaman sudah secanggih ini koq msh menyalahkan Abubakar dan Umar pada peristiwa saqifah yang sudah berlalu lebih seribu tahun. 
 
G MALU PADA AGAMA LAIN? 
 
orang kafir akan mengatakan: Muhammad gagal mendidik sahabatnya sendiri!
nona
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Go back to the article | Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Syiah Latest Comments

cari akhwat
kirim alamat akhwa2 yg siap di mut'ah akhi..
29/07/10 22:31 More...
By abdul

Anda yg harus membuang kebencian
Tentu, Mas. Insya Allah, jika suatu ajaran berasal dari Allah...
29/07/10 05:45 More...
By Taufiq

hai hakekat.com kamu berhasil sebagai awal kebangkitan dajal kamu...
29/07/10 05:02 More...
By khadijah

Tentang metodologi menganalisa sesuatu:
Kata Mas Abdul Hayyie: Dalam komentarnya terhadap artikel saya,...
29/07/10 04:49 More...
By Ferry

bid'ah
mana ada yg gak bid'ah sih di teologi syiah. sebagian besar isi...
29/07/10 03:23 More...
By doremi

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 46 tamu online