Home
Akhirnya Fatimah Memaafkan Abubakar PDF Cetak E-mail
 
Fatimah saja mau memaafkan Abubakar tanpa mensyaratkan pengalihan hak tanah fadak pada dirinya, tapi pada hari ini, setelah 14 abad dari peristiwa itu, masih banyak yang mendendam pada Abubakar.
 
Terkadang orang lain membuat kita begitu marah, sehingga dalam hati kita timbul dendam dan ingin melampiaskan dendam itu secepatnya. Bisa jadi dendam itu begitu merasuk sehingga kita tidak bisa menahan emosi ketika melihat orang tadi.

Kejadian di atas menimpa sahabat Abubakar, ketika beberapa orang menuduh Aisyah anaknya –yang juga istri Rasulullah- telah berzina, dan salah satu yang menuduh adalah Misthah bin Utsatsah, salah seorang sepupu Abubakar yang miskin dan hidup dari pemberian Abubakar. Ketika itu Abubakar bersumpah untuk tidak memberikan uang lagi pada Misthah. Hal ini wajar dilakukan oleh manusia biasa, yang hatinya terluka ketika Misthah –yang hidup dari uang pemberian Abubakar- ikut-ikutan menuduh Aisyah berzina. Namun Allah sang Maha Pengasih, ingin memberikan pelajaran bagi kaum muslimin tentang akhlak yang mulia, yaitu pemaaf. Lalu turunlah ayat ini menghibur Abubakar, bahwa orang pemaaf akan dimaafkan oleh Allah. Akhirnya Abubakar tetap memberikan nafkah pada sepupunya tadi, karena mengharap ampunan dari Allah.

Terjemah surat An Nur ayat 22 yang turun berkenaan Abubakar:
 
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ?Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. 24:22)

Ayat ini menjelaskan manfaat dari maaf yang kita berikan kepada orang lain, bahkan ketika orang lain melukai hati kita. Manfaat dari memberi maaf bukan hanya bersifat duniawi, yaitu si pemaaf akan dicintai orang banyak, tetapi ada manfaat ukhrawi dari memberi maaf, yaitu ampunan dari Allah, karena amalan akan dibalas dengan pahala yang setimpal.

Tetapi yang dilakukan oleh Abubakar bukan hanya memberi maaf, tetapi jauh lebih dari itu, yaitu tetap memberikan nafkah kepada orang yang pernah melukai hatinya. Lebih dari sekedar memberi maaf. Semua ini hanya mengharapkan ampunan dari Allah.

Salah satu kisah yang sering diulang-ulang oleh kaum syi’ah –yang ingin membuat black campaign kepada Abubakar – adalah kisah fadak. Tetapi kita tidak pernah mendengar ustadz syi’ah mengisahkan ending kisah ini, seakan-akan kisah ini hanya berakhir dengan Fatimah yang pulang ke rumahnya dan marah, selesai sampai di sini. Ternyata masih ada babak episode yang dipotong dan ending dari kisah fadak, tetapi entah mengapa ustadz syi’ah tidak pernah membahasnya.

Yang jelas kitab syi’ah sendiri memuat ending dari kisah fadak ini, yaitu dalam kitab Syarah Nahjul Balaghah yang ditulis oleh Ibnu Abil Hadid pada jilid 1 hal 57, dan Ibnu Al Maitsham pada jilid 5 hal 507, disebutkan :

Saat Fatimah marah Abubakar menemuinya di lain waktu dan memintakan maaf  bagi Umar, lalu Fatimah memaafkannya.

Fatimah dengan besar hati memaafkan Abubakar, yang telah melaksanakan perintah Rasulullah untuk tidak mewariskan harta peninggalannya pada ahli waris. Abubakar juga tidak menyerahkan fadak kepada Fatimah agar mau memaafkannya, tetapi di sini Fatimah juga tidak menuntut penyerahan tanah fadak sebagai syarat untuk mau memaafkan Abubakar dan Umar. Itulah akhlak putri Nabi yang sejak dini dididik untuk mencintai akherat dan membenci dunia yang fana. Inilah salah satu akhlak kenabian diwarisi Fatimah dari sang ayah.
 
Sudah selayaknya kita meniru teladan dari kisah di atas, tidak membawa dendam dalam hati untuk waktu yang lama. Semua yang telah berlalu hendaknya kita maafkan, demi mengharap keridhoan dan ampunan Allah. Siapa yang tidak menginginkan ampunan Allah?

Riwayat di atas menguatkan riwayat dari Sunan Baihaqi yang kami nukilkan di salah satu makalah situs ini. Namun ada penjelasan yang dirasa perlu untuk disampaikan.

Baihaqi meriwayatkan dengan sanad dari Sya’bi ia berkata: Tatkala Fatimah sakit, Abu Bakar menengok dan meminta izin kepadanya, Ali berkata: "Wahai Fatimah ini Abu Bakar minta izin." Fatimah berkata: "Apakah kau setuju aku mengijinkan ?", Ali berkata: "Ya." Maka Fatimah mengijinkan, maka Abu Bakar masuk dan Fatimah memaafkan Abu Bakar. Abu Bakar berkata: "Demi Allah saya tidak pernah meninggalkan harta, rumah, keluarga, kerabat kecuali semata-mata karena mencari ridha Allah, Rasulnya dan kalian keluarga Nabi.

Ibnu Katsir berkata: Ini suatu sanad yang kuat dan baik yang jelas Amir mendengarnya dari Ali atau seseorang yang mendengarnya dari Ali. (Al Bidayah Wannihaayah 5/252)

Ibnu Hajar mengutip dari Ad Daruquthni bahwa Sya’bi hanya meriwayatkan sebuah hadits dari Ali, hadits itu tercantum dalam shahih Bukhari. Sehingga terkesan bahwa riwayat di atas adalah putus sanadnya karena Sya’bi hanya meriwayatkan sebuah hadits dari Ali. Lalu bagaimana status riwayat ini? Jelas riwayat ini mursal, tetapi riwayat mursal memiliki banyak tingkatan, ini dijelaskan dalam kitab biografi perawi. Kita bisa memahami jika orang awam yang belum memperdalam ilmu hadits mempertanyakan riwayat ini. Tapi mestinya dia melihat bagaimana Ibnu Katsir memberi dua kemungkinan, bisa jadi dia mendengar dari Ali atau mendengar dari orang yang mendengar dari Ali, karena Ibnu Katsir menyadari penjelasan ulama bahwa Sya’bi hanya meriwayatkan satu hadits dari Ali bin Abi Thalib. Ibnu Katsir - yang tentunya lebih mengerti hadits dari kita-kita yang awam-  mengatakan sanad ini kuat dan bagus, karena Ibnu Katsir telah mempelajari status riwayat Sya’bi dari kitab biografi perawi hadits. Tidak ada salahnya kita yang awam ini membaca langsung terjemahan nukilan dari kitab biografi perawi, agar mendapat gambaran lebih jelas tentang status riwayat dari Sya’bi – yang nama lengkapnya adalah Amir bin Syurahil As Sya’bi-:

Ibnu Ma’in, Abu Zur’ah dan ulama lain mengatakan bahwa Sya’bi adalah tsiqah, Al Ijli mengatakan bahwa Sya’bi meriwayatkan hadits dari empat puluh delapan sahabat, dia lebih tua dari Abu Ishaq dua tahun, dan Abu Ishaq lebih tua dua tahun dari Abdul Malik, dia tidak memursalkan hadits kecuali hampir seluruhnya adalah shahih
Tahdzibut Tahdzib jilid 5 hal 59

Pada halaman yang sama Ibnu Hajar menukil ucapan Al Ajurri dari Abu Dawud: mursal dari Sya’bi lebih aku sukai daripada mursal Nakha’i.

Ditambah lagi dengan riwayat dari Syarah Nahjul Balaghah karya Ibnul Maitsam dan Ibnu Abil Hadid yang menguatkan riwayat ini.

Allah menyebutkan salah satu sifat golongan muttaqin –orang bertakwa- dalam surat Ali Imran ayat 134, yaitu mereka yang memaafkan kesalahan manusia.

Tidak layak kita menyimpan dendam dalam hati selama bertahun-tahun, tanyakan pada diri kita apa manfaat yang kita dapat dari menyimpan dendam? Yang kita dapat adalah rasa marah, tidak ada manfaat yang kita dapat. Sebaliknya, maaf dapat membuat hati kita tenang dan lapang, selain itu kita juga mendapat berita gembira dari Allah, apakah kita tidak ingin mendapat ampunan dari Allah?




Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 5 of 29 comments

1. 29-07-2008 00:56

Pemakaman Fatimah AzZahra
Kalau memang benar fatimah SUDAH memaafkan Abu Bakar dan Umar, lalu mengapa Imam Ali menguburkan Fatimah AzZahra secara diam-diam, tanpa dihadiri Abu Bakar dan Umar ??? 
 
apakah yang tidak hadir hanya Abubakar dan Umar saja? dari mana anda tahu?
Rilsyah

2. 29-07-2008 01:42

Pemakaman Fatimah AzZahra
Kalau memang benar fatimah AzZahra sudah memaafkan Abu bakar dan Umar lalu mengapa Fatimah berwasiat kepada Imam Ali agar melaksanakan penguburan tanpa dihadiri oleh kedua manusia tsb ???? 
 
mrshiaa: 
kapan fatimah berwasiat seperti itu? anda tahu dari mana?
Rilsyah

3. 29-07-2008 16:02

Akhirnya Fatimah Memaafkan Abubakar
Pembahasan yang ga masuk akal, hadist tentang minta ma'afnya abu bakar terhadap sayyidatunnisa bertentangan dengan dengan hadist bukhori yang menyatakan bahwa fatimah marah terhadap abu bakar dan tidak berbicara dengannya (abu Bakar) sampai meninggalnya 
 
mrshiaa: 
lho ini kan dari kitab syi'ah sendiri, sebagai syi'ah mestinya lebih percaya kitabnya sendiri daripada kitab ahlussunnah, kok malah kebalik. lalu apakah Fatimah sebelumnya biasa ngobrol dengan Abubakar dan Umar?
Oezie

4. 05-08-2008 23:51

waktunya seluruh umat islam bersatu
kalau sudah tuhannya sama, nabinya sama, kitabnya sama al qur'an, qiblatnya sama, hajinya sama, maka tidak ada lagi yang menghalangi kita semua untuk bersatu melawan musuh-musuh islam yang sebenarnya, yaitu pihak barat yang mengobrak abrik negara islam dan memecahbelah umat islam. sesungguhnya umat islam itu bersaudara ... pelajarilah semua mazhab agar kita tahu perbedaannya dan carilah dari sumber yang jelas asal usulnya, karena orang yang bijak dan cerdas kata imam ali bin abi thalib adalah orang yang mengerti perbedaan dari segala sesuatu. 
 
MrShiaa 
terimakasih komentarnya, mestinya komentar ini ditujukan ke syi'ah yang memecah belah umat dengan mengajarkan ajaran mereka di tengah muslimin indonesia yang beragama islam sunni. kami hanya ingin mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan
Ruzuar

5. 08-08-2008 06:13

bersatulah wahai ummat islam
wahai umat islam kita harus bersatu tanpa harus membeda2kan satu sama lain,lihat amerika maju terus karena mereka bersatu,umat islam kapan majunya kalau masih tidak bersatu. 
 
dan janganlah membeda2kan antara syiah-sunny semuanya sama tuhanya allah dan nabinya muhammad semua sama,saya tidak memungkiri negara iran yang notabene bermadzhab syiah alhamdulillah sekarang sudah dapat mengembangkan nuklirnya seharusnya negara-negara islam mendukung program ini bukan malah berpecah-belah seperti ini..........SADARLAH WAHAI UMAT ISLAM. 
 
 
terimakasih komentarnya, jika memang demikian, maka mengapa syiah memecah belah umat Islam indonesia dengan menghembuskan isu-isu yang sudah berumur ratusan tahun? masalah iran memiliki senjata nuklir, pakistan juga sudah punya, dan senjata nuklir bukanlah ukuran sebuah kebenaran, jika memang senjata nuklir menjadi ukuran kebenaran maka israel adalah negara pertama yang memeluk kebenaran
hamba allah

Display 5 of 29 comments

More comments...

Add your comment



mXcomment 1.0.8 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Lihat Gallery Syiah

Online