Home
Akhirnya Fatimah Memaafkan Abubakar PDF Cetak E-mail
 
Fatimah saja mau memaafkan Abubakar tanpa mensyaratkan pengalihan hak tanah fadak pada dirinya, tapi pada hari ini, setelah 14 abad dari peristiwa itu, masih banyak yang mendendam pada Abubakar.
 
Terkadang orang lain membuat kita begitu marah, sehingga dalam hati kita timbul dendam dan ingin melampiaskan dendam itu secepatnya. Bisa jadi dendam itu begitu merasuk sehingga kita tidak bisa menahan emosi ketika melihat orang tadi.

Kejadian di atas menimpa sahabat Abubakar, ketika beberapa orang menuduh Aisyah anaknya –yang juga istri Rasulullah- telah berzina, dan salah satu yang menuduh adalah Misthah bin Utsatsah, salah seorang sepupu Abubakar yang miskin dan hidup dari pemberian Abubakar. Ketika itu Abubakar bersumpah untuk tidak memberikan uang lagi pada Misthah. Hal ini wajar dilakukan oleh manusia biasa, yang hatinya terluka ketika Misthah –yang hidup dari uang pemberian Abubakar- ikut-ikutan menuduh Aisyah berzina. Namun Allah sang Maha Pengasih, ingin memberikan pelajaran bagi kaum muslimin tentang akhlak yang mulia, yaitu pemaaf. Lalu turunlah ayat ini menghibur Abubakar, bahwa orang pemaaf akan dimaafkan oleh Allah. Akhirnya Abubakar tetap memberikan nafkah pada sepupunya tadi, karena mengharap ampunan dari Allah.

Terjemah surat An Nur ayat 22 yang turun berkenaan Abubakar:
 
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ?Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. 24:22)

Ayat ini menjelaskan manfaat dari maaf yang kita berikan kepada orang lain, bahkan ketika orang lain melukai hati kita. Manfaat dari memberi maaf bukan hanya bersifat duniawi, yaitu si pemaaf akan dicintai orang banyak, tetapi ada manfaat ukhrawi dari memberi maaf, yaitu ampunan dari Allah, karena amalan akan dibalas dengan pahala yang setimpal.

Tetapi yang dilakukan oleh Abubakar bukan hanya memberi maaf, tetapi jauh lebih dari itu, yaitu tetap memberikan nafkah kepada orang yang pernah melukai hatinya. Lebih dari sekedar memberi maaf. Semua ini hanya mengharapkan ampunan dari Allah.

Salah satu kisah yang sering diulang-ulang oleh kaum syi’ah –yang ingin membuat black campaign kepada Abubakar – adalah kisah fadak. Tetapi kita tidak pernah mendengar ustadz syi’ah mengisahkan ending kisah ini, seakan-akan kisah ini hanya berakhir dengan Fatimah yang pulang ke rumahnya dan marah, selesai sampai di sini. Ternyata masih ada babak episode yang dipotong dan ending dari kisah fadak, tetapi entah mengapa ustadz syi’ah tidak pernah membahasnya.

Yang jelas kitab syi’ah sendiri memuat ending dari kisah fadak ini, yaitu dalam kitab Syarah Nahjul Balaghah yang ditulis oleh Ibnu Abil Hadid pada jilid 1 hal 57, dan Ibnu Al Maitsham pada jilid 5 hal 507, disebutkan :

Saat Fatimah marah Abubakar menemuinya di lain waktu dan memintakan maaf  bagi Umar, lalu Fatimah memaafkannya.

Fatimah dengan besar hati memaafkan Abubakar, yang telah melaksanakan perintah Rasulullah untuk tidak mewariskan harta peninggalannya pada ahli waris. Abubakar juga tidak menyerahkan fadak kepada Fatimah agar mau memaafkannya, tetapi di sini Fatimah juga tidak menuntut penyerahan tanah fadak sebagai syarat untuk mau memaafkan Abubakar dan Umar. Itulah akhlak putri Nabi yang sejak dini dididik untuk mencintai akherat dan membenci dunia yang fana. Inilah salah satu akhlak kenabian diwarisi Fatimah dari sang ayah.
 
Sudah selayaknya kita meniru teladan dari kisah di atas, tidak membawa dendam dalam hati untuk waktu yang lama. Semua yang telah berlalu hendaknya kita maafkan, demi mengharap keridhoan dan ampunan Allah. Siapa yang tidak menginginkan ampunan Allah?

Riwayat di atas menguatkan riwayat dari Sunan Baihaqi yang kami nukilkan di salah satu makalah situs ini. Namun ada penjelasan yang dirasa perlu untuk disampaikan.

Baihaqi meriwayatkan dengan sanad dari Sya’bi ia berkata: Tatkala Fatimah sakit, Abu Bakar menengok dan meminta izin kepadanya, Ali berkata: "Wahai Fatimah ini Abu Bakar minta izin." Fatimah berkata: "Apakah kau setuju aku mengijinkan ?", Ali berkata: "Ya." Maka Fatimah mengijinkan, maka Abu Bakar masuk dan Fatimah memaafkan Abu Bakar. Abu Bakar berkata: "Demi Allah saya tidak pernah meninggalkan harta, rumah, keluarga, kerabat kecuali semata-mata karena mencari ridha Allah, Rasulnya dan kalian keluarga Nabi.

Ibnu Katsir berkata: Ini suatu sanad yang kuat dan baik yang jelas Amir mendengarnya dari Ali atau seseorang yang mendengarnya dari Ali. (Al Bidayah Wannihaayah 5/252)

Ibnu Hajar mengutip dari Ad Daruquthni bahwa Sya’bi hanya meriwayatkan sebuah hadits dari Ali, hadits itu tercantum dalam shahih Bukhari. Sehingga terkesan bahwa riwayat di atas adalah putus sanadnya karena Sya’bi hanya meriwayatkan sebuah hadits dari Ali. Lalu bagaimana status riwayat ini? Jelas riwayat ini mursal, tetapi riwayat mursal memiliki banyak tingkatan, ini dijelaskan dalam kitab biografi perawi. Kita bisa memahami jika orang awam yang belum memperdalam ilmu hadits mempertanyakan riwayat ini. Tapi mestinya dia melihat bagaimana Ibnu Katsir memberi dua kemungkinan, bisa jadi dia mendengar dari Ali atau mendengar dari orang yang mendengar dari Ali, karena Ibnu Katsir menyadari penjelasan ulama bahwa Sya’bi hanya meriwayatkan satu hadits dari Ali bin Abi Thalib. Ibnu Katsir - yang tentunya lebih mengerti hadits dari kita-kita yang awam-  mengatakan sanad ini kuat dan bagus, karena Ibnu Katsir telah mempelajari status riwayat Sya’bi dari kitab biografi perawi hadits. Tidak ada salahnya kita yang awam ini membaca langsung terjemahan nukilan dari kitab biografi perawi, agar mendapat gambaran lebih jelas tentang status riwayat dari Sya’bi – yang nama lengkapnya adalah Amir bin Syurahil As Sya’bi-:

Ibnu Ma’in, Abu Zur’ah dan ulama lain mengatakan bahwa Sya’bi adalah tsiqah, Al Ijli mengatakan bahwa Sya’bi meriwayatkan hadits dari empat puluh delapan sahabat, dia lebih tua dari Abu Ishaq dua tahun, dan Abu Ishaq lebih tua dua tahun dari Abdul Malik, dia tidak memursalkan hadits kecuali hampir seluruhnya adalah shahih
Tahdzibut Tahdzib jilid 5 hal 59

Pada halaman yang sama Ibnu Hajar menukil ucapan Al Ajurri dari Abu Dawud: mursal dari Sya’bi lebih aku sukai daripada mursal Nakha’i.

Ditambah lagi dengan riwayat dari Syarah Nahjul Balaghah karya Ibnul Maitsam dan Ibnu Abil Hadid yang menguatkan riwayat ini.

Allah menyebutkan salah satu sifat golongan muttaqin –orang bertakwa- dalam surat Ali Imran ayat 134, yaitu mereka yang memaafkan kesalahan manusia.

Tidak layak kita menyimpan dendam dalam hati selama bertahun-tahun, tanyakan pada diri kita apa manfaat yang kita dapat dari menyimpan dendam? Yang kita dapat adalah rasa marah, tidak ada manfaat yang kita dapat. Sebaliknya, maaf dapat membuat hati kita tenang dan lapang, selain itu kita juga mendapat berita gembira dari Allah, apakah kita tidak ingin mendapat ampunan dari Allah?




Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 10 of 45 comments

1. 29-07-2008 00:56

Pemakaman Fatimah AzZahra
Kalau memang benar fatimah SUDAH memaafkan Abu Bakar dan Umar, lalu mengapa Imam Ali menguburkan Fatimah AzZahra secara diam-diam, tanpa dihadiri Abu Bakar dan Umar ??? 
 
apakah yang tidak hadir hanya Abubakar dan Umar saja? dari mana anda tahu?
Rilsyah

2. 29-07-2008 01:42

Pemakaman Fatimah AzZahra
Kalau memang benar fatimah AzZahra sudah memaafkan Abu bakar dan Umar lalu mengapa Fatimah berwasiat kepada Imam Ali agar melaksanakan penguburan tanpa dihadiri oleh kedua manusia tsb ???? 
 
mrshiaa: 
kapan fatimah berwasiat seperti itu? anda tahu dari mana?
Rilsyah

3. 29-07-2008 16:02

Akhirnya Fatimah Memaafkan Abubakar
Pembahasan yang ga masuk akal, hadist tentang minta ma'afnya abu bakar terhadap sayyidatunnisa bertentangan dengan dengan hadist bukhori yang menyatakan bahwa fatimah marah terhadap abu bakar dan tidak berbicara dengannya (abu Bakar) sampai meninggalnya 
 
mrshiaa: 
lho ini kan dari kitab syi'ah sendiri, sebagai syi'ah mestinya lebih percaya kitabnya sendiri daripada kitab ahlussunnah, kok malah kebalik. lalu apakah Fatimah sebelumnya biasa ngobrol dengan Abubakar dan Umar?
Oezie

4. 05-08-2008 23:51

waktunya seluruh umat islam bersatu
kalau sudah tuhannya sama, nabinya sama, kitabnya sama al qur'an, qiblatnya sama, hajinya sama, maka tidak ada lagi yang menghalangi kita semua untuk bersatu melawan musuh-musuh islam yang sebenarnya, yaitu pihak barat yang mengobrak abrik negara islam dan memecahbelah umat islam. sesungguhnya umat islam itu bersaudara ... pelajarilah semua mazhab agar kita tahu perbedaannya dan carilah dari sumber yang jelas asal usulnya, karena orang yang bijak dan cerdas kata imam ali bin abi thalib adalah orang yang mengerti perbedaan dari segala sesuatu. 
 
MrShiaa 
terimakasih komentarnya, mestinya komentar ini ditujukan ke syi'ah yang memecah belah umat dengan mengajarkan ajaran mereka di tengah muslimin indonesia yang beragama islam sunni. kami hanya ingin mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan
Ruzuar

5. 08-08-2008 06:13

bersatulah wahai ummat islam
wahai umat islam kita harus bersatu tanpa harus membeda2kan satu sama lain,lihat amerika maju terus karena mereka bersatu,umat islam kapan majunya kalau masih tidak bersatu. 
 
dan janganlah membeda2kan antara syiah-sunny semuanya sama tuhanya allah dan nabinya muhammad semua sama,saya tidak memungkiri negara iran yang notabene bermadzhab syiah alhamdulillah sekarang sudah dapat mengembangkan nuklirnya seharusnya negara-negara islam mendukung program ini bukan malah berpecah-belah seperti ini..........SADARLAH WAHAI UMAT ISLAM. 
 
 
terimakasih komentarnya, jika memang demikian, maka mengapa syiah memecah belah umat Islam indonesia dengan menghembuskan isu-isu yang sudah berumur ratusan tahun? masalah iran memiliki senjata nuklir, pakistan juga sudah punya, dan senjata nuklir bukanlah ukuran sebuah kebenaran, jika memang senjata nuklir menjadi ukuran kebenaran maka israel adalah negara pertama yang memeluk kebenaran
hamba allah

6. 14-08-2008 02:49

wafat nye saiditina Fatima,
assalamualaikum,, ap yang anda katakan tu betul tp masih tidak tepat,,anda hnye melihat dari satu sudut shaje, maka ni tidak adil dari pihak yang lain, 
Bukhori meriwayatkan dalam Bab Manaqib Qarabah Rasulillah(keistimewaan Kerabat Nabi) bhw Rasulullah 
bersabda;'Fatimah adalah belahan nyawaku, siapa yang membuatnya marah maka dia telah membuatku marah' 
dalam Bab Ghazwah Khaibar, dari Aisyah(yang berkata) bhw Fatimah putri nabi, suatu hari mengutus seseorang menghadap Abu Bakar untuk meminta hak pusakanya yang diwarisinya dari ayahandanya. Abu Bakar enggan memberikannya kepada  
Fatimah walau sedikit sekalipun.Fatimah sangat marah kepada Abu Bakar, lalu ditinggalkannya dan  
tidak diajakkan berbicara sampai beliau wafat'.  
sahih al bukhori jil.3 hal 39, fatimah wafat dan berwasiat agar dikebumikan secara rahsia di mlam hari, supaya tiada satu pun dari mereka yang dimurkainya dapat menghadiri jenazahnya. dan sampai skarang pun kita x jumpe kubur puteri rasul itu,, 
dalam konteks ini, kita bukan mengatakan yang Abu bakar dan Umar 2 salah atau orang syia 2 sendiri salah, tapi ap yang perlu kita lihat adalah ketidakadilan yang berlaku dalm pemerintahan 2,, maka tugas kita masyarakat sekarang adalh tidk mencontohinya dan mengmbl iktibar dari pristiwa 2,  
kita tiada hak dalam mengatakan seseorang 2 salh kerana kita bukn tuhan, kita perlulah menghormati kepercayaan orang lain dengan itu perpaduan masyarakat islam dapat diperbaiki dan penindasan dapat dielakkan. 
lagi satu saya harap saudara jangnlah menunjuk2kn keburukn orang lain,adkah ni yang dipinta oleh islam? sesungguhnya manusia dikurnai akal sehat untuk berfikir,,maka merekalah yang berhak menentukan kepercayaan yang yakin pada diri mereka  
dengn berpandukan AlQuran dan sunah nabi,, klu tidak, ni akan menimbulkn perpecahan, jgn melihat sesuatu 2 pada yang zahir sahaja,..fikirlah... 
 
MrShiaa 
terimakasih atas komentarnya 
1. anda kalo membaca hadits jangan setengah-setengah, hadits fatimah adalah belahan jiwaku, Nabi SAW mensabdakan itu karena ali yang hendak menikah lagi, yang membuat marah fatimah adalah ali, jika anda anggap abubakar membuat fatimah marah, maka anda harus percaya bahwa ali juga membuat fatimah marah. 
2. masalah pemerintah yang tidak adil karena tidak memberikan tanah fadak pada fatimah, anda perlu tahu bahwa ahli waris Nabi SAW bukan hanya fatimah, tapi mengapa hanya fatimah yang meminta bagian? 
3. sepeninggal Abubakar, Umar dan Usman, Ali juga tidak membagikan tanah fadak pada ahli waris fatimah, ali hanya mengekor abubakar, umar dan usman. jika anda anggap kebijakan pemerintahan Abubakar adalah zhalim, berarti anda menganggap pemerintahan ALi menzhalimi fatimah juga. 
Masalah menghormati kepercayaan orang lain, mestinya anda melakukan dulu sebelum menyuruh orang lain . mestinya anda menghormati kepercayaan dan keyakinan Abubakar dan juga Ali yang tidak menyerahkan tanah fadak pada fatimah. 
anda katakan : 
kita tiada hak dalam mengatakan seseorang 2 salh kerana kita bukn tuhan 
 
baru saja anda jadi tuhan karena menganggap kebijakan Abubakar dan Ali adalah tidak adil, seperti kata anda: 
tapi ap yang perlu kita lihat adalah ketidakadilan yang berlaku dalm pemerintahan 2, 
noh

7. 19-08-2008 05:23

jelas-jelas tak bisa bersatu selamanya
di antara komentar yang ada, kita lihat ada di antaranya yang menginginkan sunni dan syi'ah bersatu dengan dalih bahwa tuhan sama, nabi sama, kitab suci sama dan lain-lain. dengan kesimpulan bahwa persamaan antara sunni dan syi'ah itu adalah sama-sama islam. 
ini adalah alasan yang keliru dan alasan orang-orang yang benar-benar tidak mengetahui kebenaran yang telah disampaikan Allah dan rasulNya, nabi Muhammad. 
kalau kita lihat dari dasar aqidah (masalah tuhan, nabi, kitab suci dan lain-lain) antara sunni dan syi'ah, kita akan dapatkan bahwa semua yang berkaitan dengan aqidah antara sunni dan syi'ah sangat, sangat dan sangat bertolak belakang 180 derajat. dengan kata lain, bahwa kaum syi'ah telah menyelewengkan aqidah islam murni yang diajarkan oleh nabi Muhammad. camkanlah itu 
jangan sekedar mengharap persatuan antar umat islam, namun lihatlah hakikat yang ada di balik itu semua. mana yang benar??? ; mereka yang berpegang teguh terhadap al-Qur'an dan al-Sunnah dengan pemahaman nabi dan para sahabat, atau mereka yang lari dari ajaran-ajaran tersebut. 
fa'tabiruu yaa ulil abshoor.... 
 
MrShiaa  
orang yang menginginkan persatuan sunni syi'ah adalah orang-orang yang melihat persoalan dari permukaan dan enggan menggali masuk ke inti persoalan
si_regar

8. 19-08-2008 15:23

pertuduhan salah terhadap imam Ali
askum whai saudaraku yang mulia, hadith yang mengatakan belahn hatiku oleh rasulullah kepada Fatimah itu dterime tetapi pernyataan ttg Imam Ali telah membuat fatimah marah kerana ingin mengahwini anak abu jhal, sama sekali tidak boleh diterime, ingtla, akan ayat Al azhab 
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya." (QS. al-Ahzab: 33). dan jika anda adalah seorang pengkaji maka anda semestinye mengetahui peristiwe yang berkaitan dengn ayat ini,ini telah diketahui umum oleh orang sunnah dan syia. xpela biar saya nukilkan beberapa hadith yng menukilkan ttg peristiwe ini, yg selebihnye anda carila sendiri. 
1. Al-Hakim telah meriwayatkan di dalam kitabnya al-Mustadrak 'alâ 
ash-Shahihain fi al-Hadis: 
 
"Dari Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib yang berkata, 'Ketika Rasulullah SAWW memandang ke arah rahmat yang turun, Rasulullah SAWW berkata, 'Panggilkan untukku, panggilkan untukku.' Shafiyyah bertanya, 'Siapa, ya Rasulullah?!' Rasulullah menjawab, 'Ahlul Baitku, yaitu Ali, Fatimah, Hasan dan Husain.' Maka mereka pun dihadirkan ke hadapan Rasulullah, lalu Rasulullah SAWW meletakkan pakaiannya ke atas mereka, kemudian Rasulullah SAWW mengangkat kedua tangannya dan berkata, 'Ya Allah, mereka inilah keluargaku (maka sampaikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad).' Lalu Allah SWT menurunkan ayat 'Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya.'" 
 
Al-Hakim berkata, "Hadis ini sahih sanadnya." 
 
2. Al-Hakim meriwayatkan hadis serupa dari Ummu Salamah yang berkata, "Di rumah saya turun ayat yang berbunyi 'Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya'. Lalu Rasulullah SAWW mengirim Ali, Fatimah, Hasan dan Husain, dan kemudian berkata, 'Mereka inilah Ahlul Baitku.'" Kemudian, al-Hakim berkata, "Hadis ini sahih menurut syarat Bukhari." Di tempat lain al-Hakim juga meriwayatkan hadis ini dari Watsilah, dan kemudian berkata, "Hadis ini sahih menurut syarat mereka berdua." 
 
3. Muslim meriwayatkan hadis ini di dalam kitab sahihnya dari Aisyah yang berkata, "Rasulullah SAWW pergi ke luar rumah pagi-pagi sekali dengan mengenakan pakaian (yang tidak dijahit dan) bergambar. Lalu Hasan bin Ali datang, dan Rasulullah SAWW memasukkannya ke dalam pakaiannya; lalu Husain datang, dan Rasulullah SAWW memasukkannya ke dalam pakaiannya; lalu datang Fatimah, dan Rasulullah SAWW pun memasukkannya ke dalam pakaiannya; berikutnya Ali juga datang, dan Rasulullah SAWW memasukkannya ke dalam pakaiannya; kemudian Rasulullah SAWW berkata, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya." 
maka dapt kite simpulkan bhawa imam Ali adlah orng yang suci drpd sebarng kenistaaan dan ini dterime umum dr ulama sunnah dan syia sendiri, 
adkh anda mengerti akan mksud suci dr kenistaan?  
sesungghnye hadith yg anda bace dan rujuk seblm ini adlh peniggaln org2 terdahulu anda, kerana hadith ini secare trang ditolk dan x bersandar..  
sesungguhnye imam Ali itu adlh pn2 ilmu nabi, jike kite x melalui pin2nye maka ilmu nabi x dpt dperoleh,,x snggup sy katekn bhwe Nabi Muhammad adlh nabi penutup,penghulu segale nabi, manusia paling bijak, utusan Allah, manusia yang paling dicintai oleh Allah,,telah membuat silap dalam memilih orang yng ingn djadikan menan2nye dan diyakininye sbgai pn2 ilmunye(waris) yg mempunyai akhlak mnyerupainye dan mmpercayainye.. 
ssungguhnye imam Ali adlh pn2 ilmu nabi, dan akhlaknye yang paling serupe dngn nabi.. tdak melakukn sbrng knistaan sprti yg anda sebutkan, (semoga tuhan merhmati anda) cube anda selami perkataan 'pntu ilmu nabi',berape besr darjatnye orng yg dianggap pntu ilmu nabi? adakh ia dberikan kepada org lain? fikirkn wahai pengkaji ilmuan 
mengenai tanah fadak: selepas peprngn khaibar, kemengn khaibr adlh dsebbkan kegagahn imam Ali sbgai pmegang pnji islam yg pd ketike 2 mengalami sakit mata, ttpi dengn izin Allah dan doa rasulnya maka islm dapat memenangi khaibar, 
apbila nabi pulang ke madina, jibril mewahyukan ayt [7:26], kmudian jibril muncul lagi,dan mmberitahu bhw Allah telh membrikan fadak sebgi hadiah kpda fatima, maka slps bliknye, nabi trus mmberikan fadak kpd fatima,, ini dpt dbuktin drpd ketua pnguls ahmd thalabi dlm kashu'l-bayan; Jalaluddin suyuthi dlm tafsir jlid 1v, menyatakn dr hafiz ibn mardawiyya;penguls trknl ahmd b musa(mati 352 H)mnyatekn ....dr tfsir e thalabi, jamul fawaid dan uyunul-akhbar, bacala keterangn2 ini,dn bnyk lg rwyt,hdith dn sjrh ttg peristiwe ini,mk fatimah adlh pemilik sah fadak, fatimah meminta kembali bahgian miliknye yg drmps, adkh kite x mmbnrkn prmintaan fatimah(penghulu para wanita di syurge) yg sdngkn nabi mulia kita yg mmberikn padanye?,adkh kite mmbnrkn dlm islm prmpsn hrta org ln dsebbkn pndpt seseorng?semoga Allah merhmati anda, jika anda mmbnrkan tndkn sprti 2 trjadi dalm islam, islam mlrng trng2 jika kita mngmbl sesuatu yng bukn hak kite walaupun ia harta orng bukan islam,islam adlh agame sempurne, tiada cela ddlamnye walaupn sedikit,kajila lg wahai sahabat islam ku,. hadith yg mengungkpkn 'kami nabi x mngglkan sbrng warisan' adlah x bnr sama skali, marila kite kaji AlQuran,,brdasrkan hujah Ftimah sendiri trhadap hadith yg diungkpkn oleh pkar islm itu,bnyk ayat2 alQuran mngenai warisn2 nabi, 'dan Sulaiman adlh warisan Daud'[27:16] mengenai nabi zakaria [19:5-6], mngenai doa nabi zakaria, al quran mngatekn [21:89-90], kemudian dia berkata,,;'wahai anak Qahafa!ada trdpt dlm buku Allah bhw engkau adlh pewrs bapamu ,dan ak dnafikn hak Bapaku?kamu tlh melakukn pnipuan bsr. adkh kmu semua dngn sngaje mnggalkan kitb Allah dan mngabaiknny sama sekali ?tidkkh kita semua ketahui bhw ayt2 AlQuran ttp kekl x berubh shngge ke hr pngadiln? tidakkah al Quran tlh brlkate: 'dan mrk yh brkerabat..'[8:75] dan Allahmnyurh kamu mngenai isu kamu,'si lelaki....'[4:11] dan 'wasiat tlh dtuliskan utk kamu apbila seorng dr kamu hmpr kpd mati,jk dia meningglkn hrta,yg dia wasiatkn kpd ibu bp n kluarge trdekat dgn kebajikan. ini adlh tgs semua bg mnjauhkan [kjahatan]' maka mngpe scr khusus tlh dtegah dr warisan bapa saya? adakah Allah mwhyukan ayt yg khas kpd kamu, yg mngenepikn bapa saya [dari haknya].adkah kamu tau pngertian zahir dan bathin Al Quran lbih dari bapa saya,Muhammad, dan suami saya,Ali?.. kamu bole kaji bku sahih kamu, kamu mengakui ulama kamu yg mashor tlh mngshkn fakta ini, ibn abi'l hadid mutaza'li di dlm Syah nahjul balgha, jilid 1v,ms 80,dcetak di egypt,myatakn dr abu bakar ahmad b abdu 'l-aziz jauhari ttg fakta ini,  
ttg pernyataan anda mngenai sy mnylahkn seseorng dlm forum sblumnye, sy mnegskn kite x mnylahkn sesiape, biarla tuhan yang mngmbil perkiraan trhadp mereka yg mulia ini,, kite cumela mngmbl iktibar drpdnye,,k,, contohnye rmpsan harta orng lain yg bkn hak kite, 2 salah mngikut hukum Al Quran, jadi tugs kita jgn lakukan d kemudian hr,,mudah saja, keadlan msyrkt islam selurh dunia hrusla djge dan dbela walaupn bebeda fhaman,pmilihan orng awm trhdp mzhab plihan mereka hrusla dhormati dn x prlu dgelishkn krn mrke mmpunyai akal utk mmbuat pilihan mazhab mana yang baik bagi mereka, kita sbagi orng mmpnyai ilmu yg sedikit ini jgnla brtndk prejudis jk orng awm kluar dr mazhab atau fahman kita dgn mngeluarkn dan menyiarkan kburukan org ln tnpe usul periksa,, kite perlula bersunggh2 mnunjukkn keistimewaan dan kbnaran mazhb kite untk mmbawe orng rami dan bkn mengaibkn mazhab orng ln. cube mngelkk dari melakukn prkare yg memecahkn umat islam,, ap yg sy ungkpkn dlm hadith dan riwayt adlh ats sbb mncritakn peristiwe yang benar, 
kebenaran adlh kebenaran, diungkpkn brlndskn hadith sahih dan Alquran, mk kite perlu terime dngn besr hati ttg kebenarn, jk x bnr kite patahkan dngn kebenaran jg, sesungghnye orng sunnah dan syia bertuhankan Allah, nabinye Muhammad dan kitabnye AlQuran , sy hrp kamu sbgai pngkaji yg bijaksana menilai kmbali 'suci dari sbrng knistaan' al Azhab;33, bagaimana sucinye orng ini? mk jika hal ini dabaikn, tertutuplah semua pintu ilmu agama. na'uzubillah, wassalam 
 
Mrshiaa 
 
terimakasih komentarnya , tapi Ali sendiri waktu menjadi khalifah tidak membagi fadak pada ahli waris Fatimah yang masih ada, begitu juga Imam Hasan yang juga suci sebagaimana Ali
noh

9. 22-08-2008 09:04

zuhud
selps seorng khlfh pertame tlah mnetapkan bhw tnah fada adlah harte baitulmal, mk sdh ttpla hukumny, adkh pngmbln tanah itu x akn mndpt tntangan orang awam pada ketika itu? adkah fitnah pada orng ramai tidak akan berlaku jika pengambilan semula tanah itu?ape yg lbh pnting bg seorng imam yg trkenal dngn kezuhudannya?adkh beliau adlh seorng yg mngejar duniawi? 
sebenarnye semua ini x penting untuk dipertikaikan, ap yang penting adlh pmilikan yang hak oleh Fatimah drpd Nabi penutup nabi,, samaada fatima ingin mengmblnye atau x adlah ats kehendak dia,orang lain tiada hak untuk merampasnye darpd fatimah..imam Ali x mengmbilnye krn kezuhudannye dan untuk mgelakkn fitna yg akn berlaku jika mengmbil kembali, pada masa itu, kerungsingn disebabkan Muawiyah mnyebbkan kesulitan untuk mnmbahkan kepincangn yang akan berlaku dalam masyarakat arab jika mengmbil tanah itu,, 
ap yang penting adlh hak tanah itu pada siape, ini x bermaksud, tanah itu bukan pemilikan keluarge imam ali dsebabkn beliau tidak mengmbilnye semase pemerintahn,, itu adlah pndangn yang silap,,pemberian tanah fada itu akhrnye diberi kepada imam muhammad Al baqir oleh Umar bin Abdul Aziz yg mnjadi khalifa pd 99 A.H 
then, 
When Umar bin Abdul Aziz became Khalifa in 99 A.H. he called Imam and asked him for some advice. 
 
Imam gave him 3 pieces of advice:- 
 
1. Do not ever celebrate any occasion with excessive happiness which makes you forget 'halal' & 'haram’. 
 
2. Never lose yourself in anger so that you forget 'halal' & 'haraam'. 
 
3. Never take away (usurp) anyone's property. 
 
On hearing the third piece of advice Umar bin Abdul Aziz returned to Imam Mohammed Al-Baqir (A.S.) the garden of Fadak (it was this garden which Abu Bakr had snatched from Sayyida Fatima Zahra (A.S.). His advisors tried to stop him but he did not listen to them [it was Umar bin Abdul Aziz who stopped the cursing of Imam Ali (A.S.) in the mosques] 
 
this is the real story, as the researcher of truth, u should know all this,k, no matter what fatima want, the impotnce is, her property and his family, thats all,  
 
 
assalamualaikum,, 
 
MrShiaa 
cerita anda bagus tapi sayang tidak ada sumbernya jadi saya tidak tahu cerita itu benar atau bohong, karena cerita yang indah didengar belum tentu valid. 
anda cakap pasal zuhud,a nda tak tahu malu sebab menuduh fatimah az zahra adalah orang yang tidak zuhud.  
kalo memang Ali zuhud mengapa dia mau menumpahkan darah ribuan muslim demi kekuasaan melawan muawiyah? 
imam ali takut fitnah jika membagikan tanah fadak pada ahli waris yang sah, itu tuduhan anda 
anda jangan macam2 menuduh manusia suci takut untuk melaksanakan hukum Allah.  
coba anda baca lagi artikel masalah mukjizat para imam.
noh

10. 24-08-2008 01:22

Asal usul tanah FADAK
SHOHIH BUKHARI, volume 5 buku 58 no 148 
SHOHIH BUKHARI, volume 4 buku 52 no 280  
Bermula dari penghianatan orang2 Yahudi (Bani Quraizah & Bani Nadir); sehingga banyak sahabat yang terbunuh di dalam perang. Rasulullah mengusir Bani Quraizah untuk meninggalkan Madinah. Orang2 Yahudi tersebut meniggalkan Madinah dan pergi ke Khaibar; untuk menguasai tanah Fadak. Perkebunan korma ada di tanah Fadak 
 
SHOHIH BUKHARI, volume 4 buku 52 no 195 
Rasulullah memilih Ali ibn Tholib untuk memimpin pasukan perang; supaya Rasulullah dapat merebut kembali tanah Fadak yang berada di Khaibar. 
 
SHOHIH BUKHARI, volume 4 buku 53 no 325 
SHOHIH BUKHARI, volume 5 buku 59 no 368 
Fatimah binti Rasulullah sebagai ahli waris meminta kembali tanah Fadak di Khaibar dari Abu Bakr; tetapi Abu Bakr menolak untuk mengembalikan tanah Fadak kepada Fatimah 
 
SHOHIH BUKHARI, volume 4 buku 52 no 326 
Ketika Umar Ibn Khattab berkuasa sebagai Khalifah; Ali ibn Tholib meminta kepada Umar ibn Khattab untuk mengembalikan tanah Fadak di Khaibar; tetapi Umar ibn Khattab menolak permintaan Ali ibn Tholib. 
 
MrShiaa: 
tetapi Ali tidak membagi fadak pada ahli warisnya yang sah(menurut syi'ah) apakah Ali berdosa? jangan lupa, Ali adalah maksum yang seluruh perbuatannya benar
Haji Muhammad Abdullah

Display 10 of 45 comments

Komentar Halaman Berikutnya...

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

manusia biasa
alqoim is the best MrShiaa: terimakasih, anda perlu berpikir...
19/03/10 08:52 More...
By amir bin patang

Fir'aun
Aqidahnya, jalan hidupnya, pandanganya ttg berbagai hal lebih banyak...
19/03/10 03:08 More...
By Nain

mau nanya
Assalamu'alaikum, Maaf akhi, hadits shahih muslimnya yg disebut...
19/03/10 02:50 More...
By toghe

Redaksi serupa dari shahih bukhari
Redaksi yg serupa dari jalur sanad yg berbeda pun ditemukan dalam...
18/03/10 02:22 More...
By toghe

no title
mr. shiaa, gunakan aja nama aslimu jangan ngumpet dibalik nama shiaa....
17/03/10 23:58 More...
By hussen

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 7 tamu online