Home
Apakah Syi'ah Memiliki Kitab Shahih?[2] PDF Cetak E-mail
 

Jika memang validitas sebuah riwayat bisa diketahui, maka menyusun kitab shahih sangat mudah. Caranya dengan memisahkan riwayat yang shahih dari yang dhaif dan mengumpulkannya dalam satu buku. Namun memang ulama syi'ah sangat berkepentingan untuk mengambangkan masalah ini, mereka tidak mau menyusun kitab yang isinya riwayat shahih, mengapa? Simak selengkapnya

 

Penganut syi’ah harus menyadari bahwa Ulama yang selama ini diikuti tidak ingin dan memang mereka tidak bisa untuk menyusun sebuah buku yang memuat hadits shahih yang bersambung sanadnya pada keluarga Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam], hal ini sangat berbahaya, karena saat ulama syi’ah membius akal pengikutnya dengan kata-kata [dalam syi’ah tidak ada kitab hadits yang seluruh isinya shahih], mereka tidak sadar bahwa pernyataan di atas mengandung banyak konsekuensi yang berbahaya, yang tidak disadari oleh penganut syi’ah yang awam, sebagai ungkapan rasa kasih sayang kami pada pwnganut syi’ah yang awam, kami akan menjelaskannya di bawah ini:

Karena memang syi’ah tidak memiliki kitab hadits yang seluruh isinya disepakati sebagai shahih maka sebenarnya ulama syi’ah sedang membuktikan bahwa mereka benar-benar tidak akan bisa menyusun kitab seperti itu. karena memang ajaran syi’ah adalah ajaran buatan manusia yang berubah dan berkembang sesuai tempat dan waktu, ajaran yang dianggap sesat oleh ulama syi’ah masa lalu bisa menjadi ajaran yang diterima oleh syi’ah sekarang. Sepertinya ini adalah bukti kebenaran ayat Al Qur’an :

Kalau kiranya al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4:82)
Adanya pertentangan dan kontradiksi membuktikan bahwa ajaran syi’ah bukanlah dari Allah.

Ulama syi’ah memang tidak ingin menyusun kitab yang memuat riwayat shahih dari keluarga Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam], ini satu bukti mereka takut akan hal itu, karena jika mereka menyusun kitab itu maka mazhab syi’ah akan ketahuan belangnya. Karena khayalan-khayalan yang selama ini dianggap nyata akan hilang dan kembali menjadi khayalan, seperti kisah tulang rusuk Fatimah yang patah, sahabat yang membakar rumah Fatimah, begitu juga kisah kelahiran imam mahdi serta proses menghilangnya imam mahdi hingga kini, begitu juga tuduhan mereka pada para sahabat akan lenyap. Para sahabat Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] adalah lulusan pendidikan Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] yang maksum dan dibimbing langsung oleh Allah, bagaimana mungkin Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] yang maksum salah memilih sahabatnya?

Sebagaimana yang dilakukan oleh ulama sunni seperti Ibnul Jauzi yang mengumpulkan hadits-hadits palsu dalam sebuah kitab diberi judu Al Maudhu’at, mestinya ulama syi’ah juga bisa mengumpulkan riwayat syi’ah yang ternyata palsu  supaya riwayat shahih tidak tercampur dengan yang palsu, agar ajaran agama yang valid menjadi jelas. Dengan itu pula ulama syi’ah membantu orang awam yang ingin tahu tentang ajaran ahlulbait yang asli, juga agar bisa membantah ahlussunnah yang menemukan kontradiksi pada kitab literatur syi’ah, tetapi ulama syi’ah tidak akan pernah mau menyusun kitab seperti itu, sebagaimana mereka tidak mau mengumpulkan hadits shahih dan mengumpulkannya dalam satu kitab, karena semuanya akan berujung pada akibat yang sama, terbongkarnya kebatilan madzhab syiah.

Apakah para imam syi’ah bisa menerima kenyataan bahwa pengikut mereka tidak bisa menyusun kitab yang berisi sabda-sabda mereka yang shahih, paling tidak sebagai bukti kesetiaan pengikut pada imam-imamnya, dengan menjaga warisan-warisan apra imam agar tidak terkontaminasi dari para penipu yang ingin memanfaatkan nama besar mereka. Sekarang ini sangat sulit diketahui mana yang benar-benar sabda para imam dan mana yang hasil gubahan dari para oportunis yang ingin memanfaatkan para imam untuk tujuan pribadi masing-masing. Akhirnya para pengikut tidak bisa menemukan mana sabda imam yang benar-benar asli.

Akhirnya kita bertanya, mengapa kaum syi’ah mewajibkan orang untuk mengikuti sebuah mazhab yang tidak memiliki kitab yang berisi riwayat shahih dari para imam keluarga Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam], yang tidak lagi memerlukan ijtihad ulama karena berasal dari sabda para imam itu sendiri, yang mana dengan itu kita bisa mengetahui syareat-syareat para imam, juga kitab itu bisa dijadikan pedoman untuk para pengikut imam di seluruh penjuru bumi. Jika memang semua masalah agama tergantung pada para mujtahid dan tidak ada keterangan sama sekali dari para imam, kita perlu bertanya ulang dan berpikir, sebenarnya kita mengikuti mujtahid atau para imam? Akhirnya penganut syi’ah hanya mengikuti mujtahid tanpa pernah bisa tahu mana sabda imam yang benar-benar asli sabda imam. Padahal ulama dan temen-temen syi’ah telah “berbusa-busa” menjelaskan pada umat tentang kewajiban untuk mengikuti para imam yang maksum, tetapi dalam kenyataan yang mereka ikuti adalah para mujtahid yang sama sekali bukan maksum.

Jika memang benar penganut syi’ah tidak bisa menyaring mana yang benar-benar sabda imam, maka mengikuti imam adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan, apa yang tidak mungkin dilakukan tidak mungkin pula diwajibkan oleh Allah, karena bagaimana Allah bisa mewajibkan manusia untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan? Jika kita melihat ada ayah yang menyuruh anaknya yang berusia dua tahun untuk membangun rumah, maka kita katakan ayah itu gila, karena menyuruh si anak untuk melakukan sesuatu yang mustahil bisa dilakukan.

Apakah kenyataan tidak adanya kitab yang shahih adalah sebuah kesengajaan untuk menjauhkan umat [tanpa mereka sadari] dari ahlulbait dan menggiring mereka untuk mengikuti para mujtahid. Maka sebenarnya kaum syi’ah saat ini adalah pengikut para mujtahid syi’ah [yang sama sekali bukan maksum] bukannya pengikut para imam syi’ah. Para ulama syi’ah hari ini mengatakan bahwa syi’ah tidak memiliki kitab yang isinya riwayat shahih dari para imam, karena pintu ijtihad selalu terbuka. Kita pun bertanya di sini, apa sebenarnya manfaat ijtihad? Bukankah kita sudah cukup dengan mengikuti para imam yang maksum? mengapa para ulama syi’ah merasa khawatir jika penganut syi’ah hanya bertaqlid kepada para imam? Karena fakta yang ada dari kehidupan keluarga Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] bertolak belakang dengan apa yang didoktrinkan ulama syi’ah kepada pengikutnya, dan ini sesuai dengan apa yang ada dalam kitab-kitab syi’ah, di mana tercantum bahwa para imam memuji sahabat dan kenyataan lain yang membuktikan adanya hubungan kasih sayang yang terjalin antara sahabat Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] dan para imam ahlulbait, sebuah kenyataan yang tidak disukai oleh seluruh ulama syi’ah. Jika ada kitab yang isinya shahih dalam mazhab syi’ah, penganut syi’ah akan mendapati dalam kitab itu riwayat bahwa Ali membaiat tiga khalifah sebelumnya, tidak hanya berbaiat tapi juga mendukung dan membantu mereka, demi Allah jika memang Ali memiliki hak maka dia tidak akan meninggalkan hak itu, sedangkan kita sudah tahu siapa Ali, mereka akan menemukan bahwa Hasan bin Ali bin Abi Thalib melengserkan diri dari jabatan khalifah dan menyerahkannya pada Muawiyah, dua hal ini, yaitu Ali yang berbaiat pada khalifah sebelumnya dan Hasan yang menyerahkan jabatan khalifah pada Muawiyah, adalah dua peristiwa yang menggugurkan sebuah prinsip yang terpenting dalam mazhab syi’ah, yaitu ajaran imamah, yang imam yang maksum membantah prinsip imamah dan membuktikan secara nyata bahwa imamah bukan salah satu ajaran pokok agama, karena figur seperti Ali dan Hasan tidak mungkin meninggalkan ajran agama yang terpenting, dan mereka tidak mungkin menjadi penipu dan berpura-pura [bertaqiyah], tetapi ketika mereka meninggalkan jabatan khalifah ini adalah bukti nyata bahwa penunjukan [nash] bagi mereka memang tidak ada, maka bisa dikatakan bahwa Ali dan Hasan membantah apa yang diyakini oleh orang awam syi’ah yang selama ini ditipu oleh ulama yang memang tidak menginginkan orang awam untuk menjadi pengikut ahlulbait yang sebenarnya, tetapi ulama itu menginginkan orang awam agar mengikuti ulama dengan setia ketika ulama itu menyelisih ahlul bait, dengan menciptakan permusuhan dan kebencian antara sahabat Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] yang mulia dan keluarga Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam], karena ada kebencian di hati para ulama syi’ah pada para sahabat Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] yang dipuji oleh Allah dan RasulNya.


Maka anda jangan mengharap munculnya kitab yang seluruh isinya adalah riwayat shahih dari ahlulbait, dan kondisi ini sudah berlalu lebih dari seribu tahun, kita lihat ajaran syi’ah belum sempurna dan menunggu sampai sempurna, agar ulama syi’ah dapat menulis kitab yang isinya riwayat shahih dari Nabi [Shallallahu Alaihi Wa Sallam] dan keluarganya.
 
 

Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 5 of 11 comments

1. 16-09-2008 05:42

Kegoblokan Haji Muhammad Abdullah
ALQURAN 1:2 
Semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH; Tuhan alam semesta. 
 
Ummat Nasrani rajin memuji Nabi Isa Al Masih; sehingga mereka telah lama dikafirkan oleh ALLAH. Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para sahabat dan para tabiin; karena SYIRIK (dosa terbesar) adalah Aqidah Madhab Ahlul Sunnah (Sunni); padahal semua pujian dimiliki oleh ALLAH. 
 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan yang telah dilakukan oleh ummat Nasrani; sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para sahabat. 
 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) selalu membela atau rajin menudukung dosa2 besar yang telah dilakukan oleh para sahabat terhadap AHLUL BAIT (anggota2 keluarga Nabi Muhammad) misalnya mendukung perampokan tanah Fadak yang dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab; atau mendukung pembunuhan para sahabat yang dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab di dalam perang RIDDAH dan perang YAMAMAH. 
 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) adalah penghianat2 agama Islam; sehingga mereka rajin menyakiti Rasulullah dan selalu meninggalkan AlQuran.  
 
Dosa2 besar yang telah dilakukan oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman Ibn Affan bertentangan dengan AlQuran dan Ahadith. Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) selalu menudukung dosa2 besar yang telah dilakukan oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan; karena pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) adalah orang2 yang paling keras menentang AlQuran dan Ahadith. 
 
ALQURAN 32:22 
Siapakah yang lebih jahat dari pada mereka yang telah diberikan peringatan dengan ayat ayat Allah (AlQuran); kemudian mereka berpaling? Sesungguhnya kami akan menyiksa orang2 yang berdosa. 
 
MrShiaa: 
tolong anda baca lagi di seluruh kitab ahlussunnah, aakah ada ajaran ahlussunnah yang menganggap sahabat sebagai tuhan. jika syi'ah menyembah imam ini bukan tuduhan lagi, karena fakta dari penganut syi'ah yang meminta pertolongan pada para imam: 
Ya Ali Adrikni 
Ya Mahdi Adrikni 
 
padahal para imam sendiri tidak bisa menolong diri mereka sendiri dan tidak bisa mengalahkan musuh. 
Imam Ali tidak bisa mengalahkan Muawiyah 
Imam Husein mati dibunuh 
Imam Hasan katanya mati diracun 
Imam Mahdi tidak keluar dari persembunyian karena takut dibunuh 
 
jika para imam tidak bisa mengalahkan musuh mengapa sekarang dimintai tolong oleh syi'ah? 
 
ketahuan anda tidak pernah mempelajari Al Qur'an!! 
ketahuan bahwa anda tidak pernah membaca kitab ahlussunah 
kalo anda bilang anda mantan sunni, barangkali anda sunni yang goblok tidak pernah membaca kitab dan tidak pernah belajar, makanya bisa berpindah ke syi'ah. 
 
Apakah ada ahlussunah yang menganggap sahabat adalah tuhan mereka sebagaimana orang kristen menganggap nabi Isa sebagai tuhan? 
yang jelas syiah juga memuji-muji ahlulbait!!
Haji Muhammad Abdullah

2. 21-09-2008 06:04

Gus Totong
Ini ada lagi yang hendak ber TANDING dengan Syi'ah. Sebetulnya anda ndak usah muter muter, buka saja situs http:// musadiqmarhaban.wordpress.com/ dan pendapat anda yang WAHABI ini akan dipatahkan dengan halus dan akan berakhir dengan pencerahan. Berbeda dengan berdebat di situs ini, nantinya yang ada adalah caci maki pada akhir pembahasan. Anda Wahabi ndak usah lah mengkortek korek syiah segala. Amalanku amalanku, amalanmu amalanmu, titik. Putuskan ! karena hidup ini singkat dan dengan segera kita akan ditanyai di kubur !!! 
 
MrShiaa: 
saya heran kenapa anda marah ketika membaca analisa dan kutipan dari kitab referensi anda sendiri. anda adalah korban dari sistem yang menjauhkan anda dari literatur anda sendiri. ingat, sekarang mazhab syiah sudah bukan lagi mazhab imam ja'far, tapi mazhab ulama syi'ah!! karena umat syi'ah tidak bisa membedakan mana ucapan imam ja'far yang asli dan yang tidak!! 
 
anda ngomong: 
Anda Wahabi ndak usah lah mengkortek korek syiah segala. Amalanku amalanku, amalanmu amalanmu, titik. Putuskan ! karena hidup ini singkat dan dengan segera kita akan ditanyai di kubur !!! 
 
saya jawab: 
Anda SYIAH ndak usah lah mengkortek korek SAHABAT NABI segala. Amalanku amalanku, amalanmu amalanmu, titik. Putuskan ! karena hidup ini singkat dan dengan segera kita akan ditanyai di kubur !!! 
 
mengenai musadeq marhaban, dia g jauh beda dengan abdul husein syarafudin al musawi dan kang jalal, guru kencing berdiri, murid kencing berlari
Gus Totong

3. 21-09-2008 13:11

Si otong-tong tong
Mas otong ga usah emosi lah,klu bnr emang ini dari kitab syi'ah ya udah ga usah ngelak. 
Mushadeq ngomongnya cuma muter2 kaya gasing masز 
 
MrShiaa: 
rupanya isi literatur syi'ah berhasil membakar emosi pengikutnya sendiri
Tasyayu'

4. 25-09-2008 23:32

Ardi bin koes
Saya orang awam yang bodoh, ketika saya membaca komentar iniada dua hal yang say petik.  
1. Pak haji yang syiah kalo membahas suatu masalah akan selalu di belokkan ke masalah lainnya tanpa menyelesaikan masalah yang pokok. Sebagian besar masalah di alihkan kepada teraniayanya Ahlul Bait, di mana kita tahu masyarakat yang bodoh terlalu sering berpihak kepada orang yang di "anggap teraniaya" tanpa peduli lagi kebenaran fakta dan sebab akibat. 
2. Hakekat.com menjawab dengan nada yang kadang terlalu kasar, yang menurut saya hal ini akan mudah di artikan sebagai "penganiaya" sehingga akan menarik simpati orang yang bodoh. 
 
Saran saya yang mungkin juga bodoh : 
1. Pak haji kalau membahas suatu masalah seperti soal kitab shahih tolong di selesaikan dengan tuntas dan jangan merembet kemana mana, saya yakin hakekat.com akan mengeluarkan tulisan mengenai masalah lain yang kelak bisa anda tanggapi juga. 
2. Hakekat.com kalau bisa lebih santun dalam menjawab, karena jawaban anda tidak hanya tertuju kepada pak haji, tapi juga di baca oleh orang yang bodoh seperti kami. Dan sesunguhnya saya khawatir diri saya akan terbawa menjadi " mengasihani orang yang pura-pura teraniaya" 
 
Mohon maaf kalau kepanjangan 
 
MrShiaa: 
mereka pura-pura teraniaya padahal mereka paling tidak menganiaya diri mereka sendiri. 
 
terimakasih masukannya, insya Allah kami pertimbangkan
suwardi

5. 30-09-2008 01:45

kesalahan Redaksi Hakekat
Jika kita membaca AlQuran dengan teliti maka kita akan melihat bahwa semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH 
 
SYIRIK (dosa terbesar) adalah Aqidah Madhab Ahlul Sunnah (Sunni); sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para sahabat padahal semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH. 
 
Ummat Nasrani rajin memuji Nabi Isa Al Masih; sehingga mereka telah lama dikafirkan oleh ALLAH. 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para Sahabat dan selalu memuji para Tabiin; sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan yang telah dilakukan oleh ummat Nasrani. 
 
Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi'ah) mempelajari kesalahan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh para Sahabat dan para Tabiin; supaya pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi'ah) tidak mengulangi kesalahan yang sama. 
 
Jika pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi'ah) mengulangi kesalahan2 (dosa2 besar) yang sama dengan kesalahan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh para Sahabat dan para Tabiin; maka ALLAH akan menghukum pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi'ah) di dunia ini dan di akhirat nanti. 
 
Abu Bakr & Umar ibn Khattab telah membunuh para sahabat di dalam perang Riddah dan perang Yamamah. Abu Bakr & Umar ibn Khattab telah merampok tanah Fadak dari ahli waris yang bernama Fatimah Binti Muhammad. 
 
Pengikut2 mahdab Ahlul Sunnah (Sunni) mendukung, membela, menyetujui kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab; karena SYIRIK (dosa terbesar) adalah Aqidah Madhab Ahlul Sunnah (Sunni). Padahal kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab bertentangan dengan AlQuran dan Ahadith. 
 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) adalah orang2 yang menolak keras AlQuran dan Ahadith; karena mereka membela, mendukung, menyetuji kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh para Sahabat dan para Tabiin. 
 
MrShiaa: 
 
setelah terpojok dan bingung menghadapi artikel-artikel di situs hakekat, Haji Muhammad Abdullah melalaikan perintah imam untuk tetap bertaqiyah, walaupun selama ini syi'ah selalu mengajak umat untuk bersatu, tapi tetap mereka menyimpan kebencian yang dalam atas mazhab ahlussunah, demikian poin kebencian si Haji: 
 
1. SYIRIK (dosa terbesar) adalah Aqidah Madhab Ahlul Sunnah (Sunni); sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para sahabat padahal semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH. 
 
dia memvonis seluruh penganut ahlsusunah adalah kafir dan musyrik 
 
2 Ummat Nasrani rajin memuji Nabi Isa Al Masih; sehingga mereka telah lama dikafirkan oleh ALLAH. 
Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) rajin memuji para Sahabat dan selalu memuji para Tabiin; sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan yang telah dilakukan oleh ummat Nasrani. 
 
Ahlussunnah statusnya sama seperti kaum Nasrani 
 
3. Abu Bakr & Umar ibn Khattab telah membunuh para sahabat di dalam perang Riddah dan perang Yamamah. Abu Bakr & Umar ibn Khattab telah merampok tanah Fadak dari ahli waris yang bernama Fatimah Binti Muhammad. 
 
sahabat Nabi adalah kaum yang brengsek, berani membunuh sahabat sendiri dan merampok warisan Nabi. 
 
Merampok warisan Nabi saja berani, membunuh sahabat Nabi saja berani, apakah mereka yang berbuat demikian bisa kita percaya? 
 
4. Pengikut2 mahdab Ahlul Sunnah (Sunni) mendukung, membela, menyetujui kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab; karena SYIRIK (dosa terbesar) adalah Aqidah Madhab Ahlul Sunnah (Sunni). Padahal kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh Abu Bakr & Umar ibn Khattab bertentangan dengan AlQuran dan Ahadith. 
 
Ahlussunnah adalah musyrik dan kafir karena membela dan menyetujui kejahatan, karena ajaran ahlussunnah adalah SYIRIK, berarti seluruh pemeluknya adalah MUSYRIK 
 
5. Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) adalah orang2 yang menolak keras AlQuran dan Ahadith; karena mereka membela, mendukung, menyetuji kejahatan2 (dosa2 besar) yang telah dilakukan oleh para Sahabat dan para Tabiin. 
 
Apakah orang-orang jahat masih bisa kita percaya? 
 
Bang Haji tidak bisa menjawab pertanyaan kami sebelumnya,  
BAGAIMANA STATUS AL QUR'AN YANG DIBAWA OLEH ABUBAKAR, UMAR DAN USMAN?, BAGAIMANA STATUS AL QUR'AN YANG DISAMPAIKAN OLEH PARA SAHABAT YANG MENYETUJUI KEJAHATAN ABUBAKAR DAN UMAR? 
 
lalu ke mana orang-orang suci? mengapa mereka tidak mengemban amanat untuk membawa Al Qur'an ? mana Al Qur'an yang dibawa oleh ahlulbait? 
 
 
 
Haji Muhammad Abdullah

Display 5 of 11 comments

More comments...

Add your comment



mXcomment 1.0.8 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 2 tamu online