Home
Bukti Nyata Kepalsuan Mazhab Syiah PDF Cetak E-mail
 
Ternyata sejarah menyimpan bukti-bukti bahwa mazhab syiah -yang ada hari ini- bukanlah mazhab yang dianut oleh Nabi  dan Ahlulbait. Apa saja bukti-bukti itu? Silahkan baca selengkapnya.
Ulama syi’ah selalu membuat klaim bahwa mazhab mereka adalah warisan dari keluarga Nabi . Kita banyak mendengar klaim seperti ini di mana-mana, khususnya ditujukan bagi muslim yang awam. Awam di sini bukan sekedar awam dalam artian tidak berpendidikan atau tidak terpelajar, tetapi awam dalam pemahaman Islam, termasuk kalangan awam yang saya maksud adalah kalangan intelektual yang berpendidikan tinggi hingga menyelesaikan jenjang pasca sarjana, barangkali juga diberi gelar profesor. Tetapi dalam masalah pemahaman agama sangat awam, bahkan banyak dari pemilik gelar –satu gelar ataupun lebih - yang belum dapat membaca Al Qur’an dengan benar.

Banyak orang awam terpesona oleh cerita-cerita yang enak didengar tentang mazhab ahlulbait, begitu juga cerita tentang penderitaan ahlulbait dan cerita-cerita lainnya. Mereka terpengaruh oleh cerita-cerita syiah tanpa bisa melacak asal usul cerita-cerita itu, tanpa bisa memilah apakah cerita itu benar adanya atau hanya sekedar dongeng tanpa ada faktanya. Di satu sisi kita kasihan melihat orang-orang awam yang tertipu, tetapi di sisi lain kita bisa memaklumi bahwa orang awam tidak dapat melacak asal usul periwayatan sebuah cerita. Karena untuk melacak kebenaran sebuah cerita bukan hal yang mudah bagi orang awam, begitu juga memanipulasi cerita tidak mudah dilakukan oleh orang awam.

Tetapi jika kita melihat lagi sejarah dengan teliti, kita akan menemukan peristiwa-peristiwa yang bertentangan dengan banyak klaim yang dibuat oleh syiah. Hingga akhirnya kita bertanya-tanya tentang kebenaran klaim syiah. Dan yang lebih mengherankan lagi, syiah tetap saja tidak bergeming dan bersikeras memegang teguh klaimnya yang telah dibantah oleh sejarah. Yang disebut klaim bisa jadi hanya kesimpulan dari beberapa fakta yang bisa saja keliru, namun mestinya jika klaim itu bertabrakan dengan satu bukti nyata dan sejarah yang benar-benar terjadi, mestinya mereka yang mencari kebenaran akan meninjau kembali pemikiran sebelumnya yang keliru.

Tetapi berbeda bagi ulama syiah, karena ada beberapa ulama syiah berusaha menutupi peristiwa-peristiwa yang bertentangan dengan mazhab syiah, atau seperti kata Abbas Al Qummi : dapat melemahkan akidah orang banyak, yang bisa kita temukan dalam kitab Ma’rifatul Imam, karya Sayyid Muhammad Husein Al Huseini:

Temanku – Ayatullah Sayyid Shadruddin Al Jaza’iri- menceritakan pada suatu hari dia berada di rumah Ayatullah Sayyid Muhsin Al Amin Al Amili di Syam, kebetulan Tsiqatul Muhadditsin Abbas Al Qummi juga ada di sana. Lalu terjadilah dialog antara Abbas Al Qummi dan Muhsin Al Amin. Abbas Al Qummi bertanya pada Muhsin Al Amin mengapa anda menyebutkan baiat imam Ali Zainal Abidin kepada Yazid bin Muawiyah, -semoga dia dan ayahnya dikutuk dan masuk neraka- dalam kitab “A’yanu As Syi’ah”? Muhsin Al Amin menjawab : kitab A’yanu As Syi’ah adalah kitab sejarah, karena telah terbukti dalam sejarah bahwa ketika Muslim bin Uqbah menyerang kota Madinah, membunuh dan merampok serta memperbolehkan kehormatan selama tiga hari atas perintah Yazid, melakukan kejahatan yang tidak mampu ditulis oleh pena, imam As Sajjad telah berbaiat pada yazid karena kepentingan mendesak, dan karena taqiyah untuk menjaga diri dan bani hasyim. Baiat ini adalah seperti baiat Ali pada Abubakar setelah enam bulan dari wafatnya Nabi , setelah syahidnya Fatimah.

Abbas Al Qummi mengatakan: tidak boleh menyebutkan kejadian ini meskipun benar terjadi, karena dapat melemahkan akidah orang banyak, dan kita harus selalu menyebutkan kejadian yang tidak betentangan dengan akidah orang banyak.

Muhsin Al Amin mengatakan: saya tidak tahu mana kejadian sejarah yang ada manfaat di dalamnya dan mana yang tidak ada manfaatnya, hendaknya anda mengingatkan saya pada kejadian yang tidak ada manfaatnya, saya tidak akan menuliskannya.

Untuk membrowsing referensinya, silahkan klik di sini

Selain berusaha “menghapus” peristiwa itu dari buku-buku, ulama syiah juga menebarkan keraguan seputar peristiwa-peristiwa yang tidak sejalan dengan kepentingan syiah dan “melemahkan akidah orang”, seperti Ali Al Milani yang mencoba meragukan peristiwa Abubakar diperintahkan oleh Nabi  untuk menjadi imam shalat. Dia mencoba menguji peristiwa itu melalui metode penelitian hadits ala syiah. Namun itu tidak banyak berguna karena peristiwa itu tercantum di Shahih Bukhari, yang dianggap shahih oleh kaum muslimin. Jika peristiwa itu diragukan, maka sudah semestinya peristiwa lainnya yang tercantum dalam Shahih Bukhari juga ikut diragukan, seperti peristiwa Saqifah, dan peristiwa Nabi  yang menyerahkan bendera perang pada Ali pada perang Khaibar. Juga hadits tentang kedudukan Nabi  Muhammad dan Ali yang dinyatakan bagai Nabi  Musa dan Nabi  Harun.

Akhirnya orang awam banyak yang tidak mengetahui –atau meragukan- peristiwa-peristiwa penting yang bertentangan dengan kepentingan penyebaran syiah, hingga akhirnya peristiwa-peristiwa itu tidak dijadikan data dalam proses menarik kesimpulan. Akhirnya kesimpulan itu bisa jadi benar secara urutan logika, tetapi karena ada data yang tidak diikutkan –atau premis yang tidak valid- maka kesimpulannya menjadi keliru.

Sejarah keluarga Nabi

Pada makalah singkat ini kami akan membuktikan pada pembaca  seputar sejarah keluarga Nabi  yang disepakati oleh para sejarawan baik sunni maupun syiah, yang akan membuktikan bahwa para ahlul bait tidak pernah menganut ajaran yang dianut dan diyakini oleh kaum syiah hari ini.

Seluruh sejarawan baik dari pihak syiah maupun sunni bahwa ahlulbait Nabi  tinggal bermukim di kota madinah, di tengah-tengah penganut mazhab ahlussunnah wal jamaah, sebagian Khalifah yang berkuasa menginginkan mereka agar pindah ke kota lain, tetapi mereka tetap ingin tinggal di kota Madinah.

Meskipun Musa Al Kazhim akhirnya pindah ke Irak atas permintaan Khalifah Harun Ar Rasyid, tinggal sebagai tamu dinasti abbasiyah hingga meninggal dunia di baghdad pada tahun 183 hijriyah, dan dikubur di Baghdad, hari ini daerah di sekitar kuburnya disebut dengan kazhimiyah, karena kuburnya ada di sana.

Begitu pula Ali Ar Ridha dipanggil oleh Al Ma’mun untuk dijadikan putra mahkota yang akan menggantikan jabatannya sebagai khalifah, akhirnya Ali pergi ke khurasan dan meninggal dunia pada tahun 203 Hijriyah, dan dimakamkan di kota Masyhad.

Bagitu juga Ali Al Hadi meninggalkan kota Madinah, tetapi tidak menuju kufah dan malah tinggal di Samarra’, karena memenuhi panggilan Khalifah Al Mutawakkil, dan meninggal dunia pada tahun 254 hijriyah, meninggalkan dua orang anak yang bernama hasan dan Ja’far. Hasan menjadi imam kesebelas bagi syiah sementara Ja’far dijuluki oleh syiah dengan julukan Ja’far al Kadzab(si penipu) karena dia menyangkal keberadaan anak Hasan al Askari yang diyakini keberadaannya oleh syiah, yang mana dengan itu dia membongkar kepalsuan ajaran syiah. Dengan ini bisa dipahami bahwa keberadaan para imam ahlulbait di luar kota madninah adalah dalam waktu yang sangat singkat, dan semua itu di luar keinginan mereka sendiri, karena memenuhi panggilan khalifah yang berkuasa saat itu.


Di sini muncul beberapa pertanyaan yang logis alias masuk akal tentang mazhab yang dianut oleh keluarga Nabi  nan suci. Bukan hanya pertanyaan, tapi bukti-bukti nyata bagi mereka yang mempergunakan akal sehatnya untuk berpikir, yang tidak dapat dibantah oleh syiah baik di masa lalu atau saat ini (jika ada pembaca yang dapat membantah saya persilahkan, tapi saya tidak menjanjikan imbalan):
Di antara bukti-bukti yang menunjukkan adanya pemalsuan sejarah bahwa para imam adalah bermazhab syiah :

Ali berada di bawah ketaatan para khulafa Rasyidin yang menjabat khalifah sebelumnya, jika memang mazhab Ali berbeda dengan para khalifah sebelumnya –seperti diklaim oleh syiah- sudah pasti Ali akan keluar dari Madinah yang penduduknya tidak mau berbaiat kepadanya,  dan pergi ke negeri Islam lainnya, apalagi negeri yang belum lama masuk dalam Islam seperti Irak dan Persia, yang mana penduduk negeri itu baru masuk Islam dan haus akan kebenaran, jika memang Ali benar-benar dihalangi untuk menduduki jabatan yang menjadi haknya pasti mereka akan menolongnya, tetapi yang terjadi adalah Ali tidak keluar dari Madinah, baru keluar dari madinah setelah dibaiat menjadi khalifah.
Begitu juga peristiwa perdamaian antara Hasan dan Muawiyah, sudah semestinya Hasan tidak menyerahkan jabatan imamah pada Muawiyah, jika memang imamah adalah jabatan yang sama seperti kenabian –seperti diyakini syiah, lihat Ashlu Syi’ah wa Ushuluha juga Aqaidul Imamiyah-, sudah semestinya Hasan berjuang sampai tetes darah terakhir, apalagi ribuan tentara siap untuk mendukungnya menumpas Muawiyah, bukannya menumpas Muawiyah, Hasan malah menyerahkan jabatan yang menjadi amanat ilahi –sebagaimana kenabian- kepada musuh yang telah memerangi ayahnya.

Para imam setelah imam Ali tidak pernah memberontak pada khalifah yang adil, kecuali imam husein yang syahid di Karbala, meskipun demikian beliau memberontak karena kezhaliman Yazid, bukan karena husein yang menginginkan untuk menjadi imam, meskipun dia adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah saat itu.

Maka kita simak saat Zaid bin Ali berdialog dengan Muhammad Al Baqir mengenai apakah untuk menjadi seorang imam disyaratkan untuk memberontak, sedangkan zaid meyakini hal itu, yaitu untuk menjadi imam seseorang harus memberontak pada khalifah. Muhammad Al Baqir membantah hal itu dengan menyatakan jika syarat yang ditetapkan oleh zaid benar maka ayah mereka berdua “Ali bin Husain” bukanlah imam karena dia tidak memberontak pada Yazid dan tidak mengajak orang lain untuk memberontak. Peristiwa baiat Ali bin Husein terhadap Yazid disebutkan oleh Muhsin Al Amin dalam A’yanus Syiah.

Juga bagaimana para keluarga Nabi  tetap tinggal di tengah-tengah ahlussunnah jika memang mereka bermazhab syiah –seperti klaim syiah selama ini- , mengapa mereka tidak tinggal di wilayah yang banyak terdapat orang yang mencintai mereka dari golongan rafidhah dan ghulat seperti di Kufah maupun Khurasan, apalagi saat mereka tinggal di Madinah mereka tidak luput dari pengawasan Bani Abbasiyah yang saat itu menguasai pemerintahan. Berbeda ketika mereka menyebar di negeri lain.

Semua ahlulbait yang memberontak kepada khalifah tidak ada yang bermazhab syiah rafidhah, mereka memberontak karena alasan politik, bukan karena alasan mazhab, sedangkan ahlulbait yang berhasil mendirikan negara tidak ada dari mereka yang menerapkan mazhab syiah:
Seperti :
Ahlulbait yang bermazhab sunni, yang berhasil mendirikan negara adalah:
Idris bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, pendiri dinasti Adarisah di Maghrib, bahkan Idris bin Hasan adalah penyebab utama dari menyebarnya mazhab maliki di  maroko, semua itu karena imam Malik tidak mengakui keabsahan baiat Abu Ja’far Al Manshur yang telah berbaiat sebelumnya kepada Muhammad bin Abdullah bin Hasan yang dikenal dengan nama An Nafsu Az Zakiyyah, maka dia berpendapat bahwa Abu Ja’far masih terikat baiat dengan Muhammad bin Hasan, imam Malik disiksa karena pendapatnya itu, dan dia tidak menarik ucapannya.

Baiat kepada Muhammad dilakukan secara rahasia, di antara yang berbaiat adalah saudara-saudaranya, ayahnya, Abu Ja’far Al Manshur, Abul Abbas dan Ja’far As Shadiq yang dianggap oleh syiah sebagai imam ke enam, juga banyak tokoh ahlul bait lainnya.

Asyraf Makkah yang merupakan keturunan Imam Husein, yang memerintah Makkah beberapa abad yang lalu.

Begitu juga Asyraf madinah yang merupakan keturunan Hasan, yang memerintah kota Madinah.
Begitu juga ahlulbait yang bermazhab Zaidi, walaupun mereka bermazhab Zaidi tapi mereka tidak terpengaruh oleh ajaran Rafidhah, mereka hanya menganggap Ali lebih utama dibanding Abubakar dan Umar, mereka juga mensyaratkan bahwa yang lebih mulia dan utama harus menjabat khalifah, namun mereka juga mencintai seluruh sahabat Nabi , yang dalam sejarah dikenal dengan istilah syiah sebagai sikap politik, bukan sebagai mazhab.

Ahlulbait penganut mazhab zaidi yang berhasil mendirikan negara dan tidak terpengaruh mazhab rafidhah:

Muhammad bin Yusuf Al Ukhaidhir, dia adalah Muhammad bin Yusuf bin Ibrahim bin Musa Al Jaun bin Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, pendiri pemerintahan Ukhaidhiri di wilayah Yamamah, begitu juga anak keturunannya, Muhammad adalah orang yang datang dari Hijaz ke Yamamah dan mendirikan negara di sana pada tahun 252 H/866 M.

Begitu juga Husein bin Qasim Ar Rassi, pendiri pemerintahan Alawiyah di Sha’dah dan Shan’a, Yaman, pada tahun 280 H. Ayahnya yang bernama Qasim Ar Rassi adalah penulis kitab “bantahan terhadap kaum rafidhah”, yang telah dicetak.

An Nashir lil Haqq Al Hasan yang dijuluki Al Athrusy karena pendengarannya kurang baik, pendiri negara Alawiyyin di Dailam, yang mengajarkan islam pada penduduk Jil dan Dailam yang kekuasaannya mencapai Thabaristan, berhasil membebaskan Amil dan masuk ke kota Jalus pada tahun 301 H, tetap memimpin pemerintahan hingga wafat tahun 304 H. dia meninggalkan warisan ilmiyah yang banyak, yang tidak memuat ajaran rafidhah sedikitpun, di antaranya adalah kitab Al Bisat, ditahqiq oleh Abdul Karim Jadban, diterbitkan pertama kali pada tahun 1997 oleh dar turats di Sha’dah.

Sedangkan banyak dari ahlulbait sendiri yang termasuk ulam ahlussunnah, di antaranya adalah kebanyakan dari 11 imam,- karena imam yang ke 12 sebenarnya tidak pernah ada- seperti Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Muhammad al Baqir, Ja’far as Shadiq, Musa al Kazhim dan ahlulbait lainnya. Begitu juga Imam Abu Abdullah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Sa’ib bin Abdullah bin Yazid bin Muthalib bin Abdi Manaf bin Qushay Al Muththalibi As Syafi’I, beliau adalah imam salah satu dari empat mazhab dalam ahlussunnah wal jamaah, yang memiliki hubungan erat dengan keluarga Nabi , karena dia adalah keturunan Muthalib bin Abdi Manaf, sama seperti Nabi  Muhammad yang juga keturunan Abdi Manaf, sedangkan keluarga Muththalib juga termasuk ahlulbait yang tidak boleh menerima sedekah, seperti pendapat jumhur ulama.

Al Qur’an memuat kisah Nabi Isa yang menolak klaim kaum Nasrani terhadap dirinya, menyatakan bahwa Nabi Isa bukanlah Tuhan yang layak disembah. Kita perlu meneliti lebih dalam sebelum meyakini sesuatu.
Jika mazhab syiah bukanlah mazhab ahlulbait seperti diklaim oleh syi'ah, lalu mazhab siapa?


Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 10 of 70 comments

1. 12-12-2008 18:14

syi'ah adalah....
Syi'ah adalah "bayi" hasil perselingkuhan yahudi dan majusi.Benarlah Imam Bukhari yang menganggap sholat di belakang rafidlah, yahudi, nasrani sama-sama tidak sah. 
 
MrShiaa: 
terimakasih atas komentar anda.
ibnu slamet

2. 16-12-2008 11:40

Teliti dan lihat dgn hati Nurani
Aslm, 
 
Tulisan yang anda tuliskan tidak berlandaskan dalil dan argument yang jelas. Anda bilang Nabi Muhammad SAW menyuruh Abu bakar untuk menjadi imam shalat, dasar Ahlusunnah Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah itu, kalau kita teliti lebih jauh, apa hubungannya Imam shalat dengan Imam umat? Terkadang kita hanya melihat suatu hadis hanya dr orang tanpa mau menelitinya atau berpikir. Padahal dalam shahih Muslim sendiri voll VII, tentang ghadir khum sudah jelas pengganti beliau dan kepemimpinan selanjutnya adalah Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib as dan keturunan yang berasal dari tulang sulbinya dan tidak ada Amirul Mukminin selain beliau. Imam Ali as membait Abu Bakar memanglah terpaksa agar Umat tidak terpecah belah dan dapat membuat Islam menjadi lemah dan menjadi sasaran empuk untuk diserang oleh kaum kafir dan semua yang para Aimah lakukan bertujuan untuk kesatuan Islam, bila pada saat itu Imam Ali as hijrah untuk menyebarkan ajarannya, maka pecahlah umat pada saat itu juga dan Islam akan hancur oleh orang kafir. Dan pada masa khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman pun tidak bisa apa2 bila tidak ada Imam Ali as, seperti dalam hadis"Celakalah Umar tanpa Ali." 
 
Saya sarankan anda kajilah lebih mendalam. Mencari sebuah kebenaran bukan karena kita melihat siapa yang bicara, umur, dan gelar. Tapi mencari kebenaran haruslah dicari dengan usaha, akal dan berpikir(tidak menggunakan ego dan emosi). Seperti kata Imam Ali as, "Benturkanlah sebagian pendapat-mu dengan pendapat orang lain niscaya, akan kau dapatkan kebenaran." dan ketika sahabat Imam Ali as yaitu Harun bin Harits bertanta kpd Imam Ali as "Apakah orang yang kita lawan pada prang jamal dalam kebatilan sedangkan kita berada dalam kebenaran?", Imam Ali as menjwab "sungguh kamu hanya melihat keatas dan kamu tidak melihat kebawah." dan lihatlah sesuatu dengan mata hati seperti kata Imam Ali as "Orang yang mendengar dia berpikir, Ia melihat ia sadar dan (itulah orang2 yang melihat dengan matahatinya). 
 
Waslm 
 
MrShiaa: 
Masalah shalat jelas, karena yang menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang terbaik dari kaum itu. sedangkan Nabi dengan isyaratnya itu menunjukkan bahwa Abubakar adalah orang terbaik. sayangnya Nabi tidak menyuruh Ali untuk menjadi imam shalat 
dari mana anda tahu Imam Ali berbaiat pada Abubakar dalam keadaan terpaksa? 
 
Anda adalah orang pertama di dunia yang mengatakan bahwa Ali adalah dari sulbi Nabi. lagian jabatan khalifah bukanlah warisan yang diberikan berdasar keturunan. Jika memang demikian maka Muawiyah juga mewariskan khilafah pada Yazid, Muawiyah hanya meniru syiah yang memberikan jabatan berdasar keturunan. Masalah apakah ghadir khum menunjukkan pengangkatan khalifah itu masih tidak jelas, tidak ada pengangkatan khalifah di ghadir khum. 
nanti akan kita bahas tersendiri tentang ghadir khum. 
 
Masalah tidak bisa apa-apa jika tidak ada imam Ali, ini malah membuktikan bahwa imam Ali bekerjasama dengan para khalifah dengan baik, membantu tugas-tugas mereka, bukan memusuhi mereka seperti syiah hari ini. 
 
saya sarankan anda berpikir dengan baik dan dengan memperhatikan fakta-fakta sejarah. apalagi Imam Hasan yang maksum, dia menyerahkan jabatan imamah pada Muawiyah. jika memang perbuatan imam Hasan itu keliru,maka dia bukanlah imam maksum. 
Ali memerangi Muawiyah, tetapi Hasan malah mengajak damai.
Hasan

3. 21-12-2008 04:56

Syiah juga Islam
Saya tidak membenarkan atau pun menyalahkan Syiah...tapi lihat, kaum Sunni ( Arab Saudi di bawah dinasti Al- Saud ) bersekutu dengan orang2 Kafir ( USA+Israel) membunuhi rakyat Palestina, Irak, Afghanistan & di satu sisi, Iran yg Syiah berani menentang hegemoni USA di Tim Teng.Ketahuilah, ekonomi USA, mesin perang USA, semua ditopang minyak dari arab yg kebanyakan di kuasai raja2 Sunni...lebih baik mana : Sunni+Syiah vs kafir atau Sunni+kafir vs Syiah....???mari berpikir secara jernih.... 
MrShiaa: 
 
terimakasih atas komentar anda, tapi sayangnya komentar anda tidak nyambung dengan artikel di atas. 
 
anda malah menuduh kaum sunni secara umum di bawah dinasti saudi bekerja sama dengan amerika. dan yang berani melawan USA hanya kaum syiah saja. 
 
saya sarankan anda tidak marah jika ada orang yang menuduh anda sedang hidup di planet antah berantah, bukan di planet bumi. 
 
fakta membuktikan di lapangan bahwa di IRAK yang menjadi antek penjajah adalah kaum syiah, yang menjadi pemimpin negara boneka USA adalah syiah, perdana menteri irak adalah seorang syiah, yaitu nuri maliki. begitu juga ibrahim ja'fari dan ahmad chalabi. semuanya syiah. apakah iran mengirim pasukan ke irak untuk mengusir tentara USA? 
 
yang berjuang di irak mengusir USA adalah mereka yang anda dan USA anggap teroris, yaitu Al Qaedah dan faksi-faksi sunni yang lain. sementara Muqtada Sadr malah menjual senjatanya pada tentara USA dan menghentikan perjuangan. belum pernah ada di dunia sekelompok pejuang yang menukar senjatanya dengan uang. 
di afghanistan malah iran membiarkan taliban mengusir USA sendirian, dan alhamdulilah taliban bisa membuat amerika kalang kabut tanpa bantuan iran.taliban tidak butuh bantuan iran, dan iran tidak akan mau membantu. belum pernah ada berita iran menawarkan bantuan pasukan untuk mengusir USA. 
karena mereka bukan syiah, anda menutup mata terhadap perjuangan mereka, namun mereka tidak memerlukan pengakuan anda dan seluruh syiah, mereka hanya mencari keridhoan Allah insya Allah 
coba buka mata anda, buka pikiran anda. terimakasih
spitzer

4. 23-12-2008 04:36

comment k2
Maaf..anda jangan emosi dalam menanggapi pendapat saya, mari kita berdebat secara sehat...saya muslim, bukan syiah,saya memberikan simpati ke Osama dkk dalam mengusir USA di Afghan & seluruh timur tengah....Massalahnya, Anda tidak menanggapi masalah yg saya kemukakan....bagaimana penilaian anda tentang regim Sunni Arab Saudi, Kuwait, Qatar yang secara tidak langsung menyediakan minyak, menyediakan pangkalan militer di negaranya untuk menyerang Irak, Afghan, Palestina, Somalia, dsb....(Ingat, pangkalan Armada ke V USA itu ada di Doha,Qatar).Satu yg pasti saya tahu Nuri Al Maliki itu syiah, Moqtada al Sadr itu syiah, Jalal Talabani itu Sunni dari suku Kurdi & saya hidup di bumi, sebelum saya menyalahkan kelompok lain, saya akan instrospeksi diri kita sendiri... 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, 
 
pembaca ikut membaca komentar anda yang lalu, di mana anda mengatakan: 
 
tapi lihat, kaum Sunni ( Arab Saudi di bawah dinasti Al- Saud ) bersekutu dengan orang2 Kafir ( USA+Israel) 
 
anda tidak mengatakan regim saudi dan mana pun, tapi anda menggeneralisir kaum sunni. anda menuduh kaum sunni bersekutu dengan Israel dan USA untuk menyerang irak.  
 
saya bisa mengatakan bahwa iran juga bersekutu dengan amerika untuk menjajah irak, karena jika tidak bersekutu mengapa iran tidak mengirim tentara untuk mengusir USA? lagian selama ini kita bosan mendengar teriakan kebencian terhadap USA, rupanya itu sekedar propaganda untuk menarik simpati muslim awam saja.  
 
tapi faktanya, sekarang USA mau berdialog dengan iran, akhirnya tidak jadi perang. 
 
Hizbullah di lebanon, menang atau kalah? malah kehilangan wilayah 30 km, hizbullah mau tunduk terhadap PBB dan menerima kehadiran pasukan UNIFIL yang menjaga perbatasan israel. katanya menang? 
 
kebenaran itu diukur oleh Al Qur'an dan bukan dengan regim mana pun, bukan diukur oleh keberanian melawan USA... 
 
sekali lagi, terima kasih, dan jangan bosan berkomentar..
spitzer

5. 25-12-2008 12:49

Teliti dan lihat dgn hati Nurani 2
Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kepadaku ayat “Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan (apa yang diperintahkan), berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya, dan Allah menjagamu dari (gangguan) manusia.” (QS. Al-Maidah : 67) 
 
Sesungguhnya aku telah diperintahkan oleh Allah melalui Jibril supaya berdiri di tempat keramaian ini, dan memberitahukan (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku, washi-ku, penggantiku dan imam sepeninggalku. Lalu aku meminta kepada Jibril supaya memohonkan ampunan bagiku kepada Tuhanku, karena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa dan betapa banyaknya orang-orang yang mengganggu serta mencemoohku karena seringnya aku bersama Ali dan memberikan perhatian yang lebih kepadanya, sehingga mereka menyebutku sebagai udzun (orang yang tidak teliti dan cepat percaya pada setiap berita yang didengarnya). 
 
Sehingga Allah berfirman, “Di antara mereka ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya. Katakanlah, la mempercayai semua yang baik bagimu. Seandainya aku mau sebutkan nama-nama mereka niscaya akan aku sebutkan, dan seandainya aku mau tunjukkan wajah-wajah mereka niscaya akan aku tunjukkan. Namun aku berketetapan hati merahasiakan nama-nama mereka, dan akan terus bersikap bersahabat terhadap mereka. Namun demikian, Allah tetap mendesakkan dan tidak akan rela padaku melainkan aku sampaikan apa yang diturunkan-Nya kepadaku." 
 
"Ketahuilah wahai manusia? Sesungguhnya Allah telah menetapkan Ali sebagai wali dan imam kamu, dan telah mewajibkan kepada setiap orang darimu untuk mentaatinya. Sah keputusan hukum yang diambilnya, dan berlaku kata-katanya. Terlaknat orang yang menentangnya, dan memperoleh rahmat orang yang mempercayainya. Dengarlah dan patuhilah, sesungguhnya Allah adalah Tuhanmu dan Ali adalah pemimpinmu. 
Kemudian keimamahan dan kepemimpinan (berikutnya) ada pada keturunan yang berasal dari tulang sulbinya, sehingga tiba hari kiamat." 
 
"Sesungguhnya tidak ada yang halal kecuali apa yang telah dihalalkan oleh Allah, Rasul-Nya dan mereka, dan tidak ada yang haram kecuali apa yang telah diharamkan oleh Allah, Rasul-Nya dan mereka." 
 
"Tidak ada satu ilmu pun kecuali telah Allah tetapkan dan pindahkan kepada mereka. Maka oleh janganlah kamu berpaling dari-nya, dan janganlah kamu bersikap sombong dan enggan menerima kepemimpinannya. Karena dialah orang yang akan menunjukkan kepada kebenaran dan mengamalkannya. Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang mengingkari wilayah dan kepemimpinannya, dan tidak akan pernah memaafkannya. Sekali-kali sungguh, Allah telah memastikan diri-Nya untuk melakukan itu bagi mereka yang menentang perintah-Nya dalam perkara ini, dan akan menimpakan kepadanya azab yang amat pedih selama-lamanya." 
 
"Dia adalah manusia yang paling utama setelahku. Karena kamilah kemudian Allah turunkan rezeki-Nya (kepada kamu) dan (karena kami juga maka) seluruh makhluk memperoleh kehidupan. Sungguh terkutuk orang yang menentangnya. Ucapanku ini berasal dari Jibril, dan Jibril dari Allah SWT. Karena itu hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang akan disiapkannya untuk hari esok.”"Pahamilah ayat-ayat muhkamat Al-Qur'an, dan janganlah kamu ikuti (secara lahiriyyah) makna ayat-ayat mutasyabihat-nya. Tidak akan ada orang yang bisa menerangkan tafsirnya kepadamu melainkan orang yang aku pegang tangannya, yang aku naikkan dia ke sisiku dan yang aku angkat lengannya. Kini aku umumkan, 'Barangsiapa yang aku sebagai pemimpinnya maka inilah Ali pemimpinnya.' Perintah untuk mengangkatnya sebagai pemimpin ini adalah berasal dari Allah SWT yang telah diturunkan kepadaku. 
 
Ingatlah, sungguh aku telah tunaikan (perintah ini). Ingatlah, sungguh aku telah sampaikan. Ingatlah, sungguh aku telah perdengarkan. Ingatlah, sungguh aku telah aku jelaskan." 
 
"Tidak diperkenankan siapa pun menyandang gelar Amirul Mukminin" (pemimpin orang-orang yang beriman) sepeninggalku selain dia.' Kemudian Rasulullah saw mengangkatnya tinggi-tinggi, sebegitu tingginya sehingga kakinya sejajar dengan lutut Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw berkata, "Wahai manusia, ini adalah Ali, saudaraku dan washi-ku, pemelihara ilmuku, khalifahku bagi orang yang beriman kepadaku dan wakilku dalam menafsirkan Kitab Allah Azza Wajalla." 
 
Pada riwayat lain disebutkan, "Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya, perangilah orang yang memeranginya, kutuklah orang yang mengingkarinya dan murkailah orang yang mengingkari haknya." 
 
silahkan anda lihat khutbah diatas, saya tidak pernah bilang Imam Ali dr sulbi nabi, tp kepemimpinan berikutnyalah dari sulbi Imam Ali as. 
 
Imam lebih tinggi dari Khalifah. 
 
Manakah yang lebih mulia, imam yang dipilih oleh Allah melalui Nabi Muhammad atau oleh manusia? 
lihat realita bangsa kita hasil pemilihan oleh manusia. 
 
Contoh: 
Apakah bila ayah anda bilang, bila saya meninggal nanti jadikan anak ke tiga saya sebagai pengganti saya dalam memimpin keluarga ini, apakah anda akan mengikuti anak ke 1? 
 
Penyerahan khalifah terjadi bukan pada saat Imam Hasan tp ketika Imam Ali as, karena ia dibujuk oleh rakyat untuk berdamai dan ternyata Muawiyah menipunya dengan berbuat curang. 
 
apa dalil anda berkata Imam Hasan Bukan maksum? 
coba anda liat surat Az-Zumar :33, Sesungguhnya Allah bermaksud mensucikan kalian wahai ahlulbait. 
kata 'ankum itu untuk siapa?(bila anda bisa bahasa arab pasti taw, kum itu untuk laki2). 
 
dan lihat di bukhari dll sendiri tentang hadist Kisa'(penjelasan tetang az-Zumar:33). 
 
Semoga Allah membuka matahati kita. 
 
Waslm 
 
MrShiaa: 
terimakasih telah mengajak saya dialog. 
Hadits-hadits tentang khotbah itu perlu diteliti sanadnya, dan perlu anda tahu bahwa tidak setiap riwyat yang ada dalam kitab sunni itu shahih dan bisa dijadikan landasan berpendapat. 
dalam shahih muslim tidak ada keterangan mengenai baiat Ali di ghadir khum.  
dari riwayat itu sendiri megnesankan sepertinya anda ikut hadir saat Nabi berkhotbah.karena tidak ada kitab referensi yang anda jadikan rujukan. 
 
mengenai sebab turunnya ayat AL Maidah 67 yang shahih adalah bukan pada hari ghadir khum. 
 
tentang surat az zumar ayat 33, saya telah membukanya tapi kok tidak menemui ayat yang anda tunjukkan. jangan2 anda pake al qur'an lain ya, di al qur'an saya ayat 33 surat azzumar bunyinya lain: 
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.' (QS. 39:33) 
 
masalahnya bukan mana yang lebih baik, pimpinan dari Allah atau dari manusia, masalahnya apakah Allah telah menentukan 12 imam? kalo menentukan mana buktinya? 
 
kasihan Imam Hasan, dia mau saja dipaksa menuruti kehendak rakyat, dan bisa ditipu manusia, mestinya dia tidak jadi imam saja, karena dia tidak maksum, bisa ditipu orang dan dipaksa untuk menuruti kehendak rakyat. 
 
bukan begitu? 
Hasan

6. 26-12-2008 09:35

Hujjah
Bismillahhirochmanirrahim, dengan jujur harus saya katakan bahwa Syiah-lah yang paling mendekati kebenaran, Bumi tak akan pernah kosong dengan seorang Imam Maksum yang menjaga agama ini (Pembeda yg benar dan bathil, kalo tak ada sang Maksum, tiada guna adanya agama, karna akan timbul terus perselisihan yang menjurus ke perpecahan dan kesesatan. "Ya Allah segera turunkan Hujjah-Mu yang akan mengklarifikasi perselisishan di antara kita semua, Bila sang Maksum datang setelah aku wafat, maka Ampunilah Dosa2x-ku bila selama ini hamba memahami keliru". Nabi telah Tiada, Imam Ali dan sang Maksum lain telah tiada, kami lelah menghadapi argumen yg tiap hari muncul membela keyakinan mereka masing2x,sedang waktu kami terbatas untuk mengkaji ini semua, bahkan kemampuan kami yang awam pun terbatas untuk membedakan (hak-bathil) argumen mereka, maka "Ya Allah segera hadirkanlah hujjah lisan-Mu yang membawa bukti (keajaiban)/ Hujjah yang akan meyakinkan kami akan kebenaran sesungguhnya, seperti Engkau mendatangkan para Hujah-mu sebelumnya, yaitu para Nabi maupun Rasul..." Amin 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya,  
ijinkanlah saya untuk mengatakan dengan jujur, ANDA TELAH TERTIPU 
 
anda bilang bumi tidak pernah kosong dari hujjah, untuk menyelesaikan perselisihan , tapi nyatanya hujjah dan imam takut dari kenyataan dan bersembunyi sejak 1200 tahun yang lalu, dan digantikan oleh "wakil-wakil" imam yang sama sekali tidak layak menjadi imam, karena bukan dari ahlulbait Nabi yang 12, maka tidak maksum. 
 
masalah klaim anda bahwa yang paling mendekati kebenaran adalah mazhab syiah, itu sekedar klaim yang merupakan hak anda untuk mengeluarkannya, tapi masih perlu pembuktian.
Jaya

7. 28-12-2008 07:56

@spitzer
Apakah anda tidak ingat perang teluk I, Arab Saudi, Kuwait dan Qatar, menyediakan pangkalan militer utk USA dlm rangka mengusir pasukan Iraq yg mencaplok Kuwait... dan setelah itu sepengetahuan saya spt Arab Saudi melarang US menyerang negara lain melalui pangkalan yg ada di negaranya. 
 
Emang hanya Yahudi Israel saja yg bisa melobi USA, apakah menurut anda perlawanan itu dlm bentuk perang fisik saja, perlawanan itu juga dlm bentuk diplomasi dan memperkuat bargaining position bro... bukan perlawanan gertak sambal ala Iran yg sebenarnya hanya sandiwara aja... ato pertempuran persahabatan antara Hizbullah dg Israel dg menjadikan rakyat Lebanon yg mayoritas sunni sebagai tumbalnya... 
 
Anda tau ga kalo Iran turut berjasa membantu USA dalam invasinya ke Afghanistan dan Iraq...  
 
Jangan-lah lihat dr lahirnya saja kalo bicara politik... banyak tipuannya... 
 
Wassalam... 
 
MrShiaa: 
terimakasih, memang politik banyak tipuannya, lagian temen-temen syiah begitu mudah silau oleh air mata dan retorika.
abutaqy

8. 29-12-2008 14:36

Mazhab
Aslm 
 
Ada pertanyaan buat anda, apakah mazhab hanafi, hambali, maliki, dan syafi'i itu pasti ajaran Rasulullah SAW, kenapa berbeda-beda? Anda mengclaim bahwa para Imam Syiah tdk bermazhab syiah, saya ingin bertanya kpd anda, apakah mazhab hanafi, hambali, maliki, n syafi'i dibuat or ada zaman Rasulullah SAW? Tawkah anda bahwa mazhab2 tsb itu ada 100++ setelah Rasulullah SAW Wafat. Apakah Rasulullah penah bilang berpengganlah kepada hanafi, hambali, maliki, or syafi'i? Sesungguhnya TIDAK, Rasulullah hanya berkata Berpegang kepada Al-Qur'an n AhlulBait ku.  
 
Anda jgn jdkan orang yang berpegangan kepada AhlulBait Rasul sebagai org yang bermazhab palsu. Jika anda berkata demikian sama saja anda berkata bahwa selain mazhab yang anda anut sekarang palsu, termasuk hanafi, hambali, maliki, or syafi'i. Jgn jdkan perbedaan mazhab sebagai perpecahan Umat. Anda harus bs mendewasakan diri dgn perbedaan mazhab. 
 
Waslm 
 
MrShiaa: 
terimakasih atas kepeduliannya 
perbedaan pada mazhab syafii, maliki, hambali dan hanafi itu perbedaan dalam memahami nash-nash al Qur'an dan Hadits Nabi. masalah pasti ajaran Rasulullah atau bukan itu bisa anda teliti sendiri. keempat ulama itu [dan ulama lainnya] mendasarkan pendapatnya selalu pada Al Qur'an dan sunnah Nabi.  
anda terpengaruh retorika guru anda dan anda makan paparan guru anda mentah-mentah tanpa mau meneliti kembali, seolah guru2 anda adalah imam yang maksum. padahal suka menipu. 
mazhab maliki misalnya memang ada setelah 100 tahun Nabi wafat, tapi dasarnya adalah Al Qur'an dan sunnah yang memang sudah ada pada saat itu, jadi bukan dari karangan sendiri, 
menurut anda Rasulullah hanya berkata Berpegang kepada Al-Qur'an n AhlulBait ku.  
 
berarti melarang berpegang pada hadits?  
 
masalah mazhab anda yang palsu, bukannya anda intropeksi malah menjawab dengan pertanyaan,dan ini bukti kelemahan. silahkan cari mazhab ahlulbait yang asli.  
 
saya tidak mengatakan ahlulbait adalah bermazhab palsu, mereka jelas bermazhab ahlussunnah, tapi anda ditipu oleh oknum2 yang anda taati dan anda hormati. anda silau dengan retorika dan air mata. 
 
silahkan anda buktikan mazhab syiah [yang dianut oleh khomeini dan taskhiri]adalah mazhab yang dianut oleh Ali bin Abi Thalib. anda tidak akan bisa 
 
jangan banyak komentar, buktikan saja.
Hasan

9. 30-12-2008 02:14

ukhuwah jaga ikhwan
aslm'alaikum.....ilakh! numpang nimbrung neh, ma'af sblumnya artikel tadi sungguh mengagumkan dan sama sbgimana faham ahlusunah...utk mas yg emosi bedakan antara sunny dan wahaby juga syi'ah..wslm mampir ke blog sy www.jurico-omar.blogspot.com dan web www.fahmi.wen.ru 
 
MrShiaa: 
terimakasih, untuk wahaby dan sunni sepertinya tidak ada perbedaan dalam masalah ini. sebetulnya perlu diteliti lagi istilah wahabi dan syiah.
jurico-omar3

10. 30-12-2008 02:20

ukhuwah jaga wahai ikhwan
sy mencintai ahlul bait kanjeng nabi Muhammad S.A.W dan semua shohabat rosul krn semua shohabat rosul apalagi yg ikut perang badar adalah penghuni surga, adapun mempergunjingkan peperangan antara sohabat itu krn mslh ijtihadiyah yg tdk perlu d jadikan kmbing hitam yg penting adlah bagaimana brfaham baik aqidah maupun dlm furuiah dng bnar!!! yg jelas bg yg awam brtaklid pd salah satu dari 4 imam madhab. 
 
MrShiaa: 
terimakasih, 
sementara orang syiah menyangka ahlussunnah tidak mencintai keluarga Nabi. itu yang mereka salah sangka
jurico-omar3

Display 10 of 70 comments

Komentar Halaman Berikutnya...

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

manusia biasa
alqoim is the best MrShiaa: terimakasih, anda perlu berpikir...
19/03/10 08:52 More...
By amir bin patang

Fir'aun
Aqidahnya, jalan hidupnya, pandanganya ttg berbagai hal lebih banyak...
19/03/10 03:08 More...
By Nain

mau nanya
Assalamu'alaikum, Maaf akhi, hadits shahih muslimnya yg disebut...
19/03/10 02:50 More...
By toghe

Redaksi serupa dari shahih bukhari
Redaksi yg serupa dari jalur sanad yg berbeda pun ditemukan dalam...
18/03/10 02:22 More...
By toghe

no title
mr. shiaa, gunakan aja nama aslimu jangan ngumpet dibalik nama shiaa....
17/03/10 23:58 More...
By hussen

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 2 tamu online