Home
Siapa Menipu Imam Husein? PDF Cetak E-mail
 

Imam Husein ditipu? Siapa yang bilang? Ternyata anda belum tahu semuanya, Banyak fakta tersembunyi menyelimuti peristiwa Karbala, tapi sepandai-pandai bangkai disembunyikan, lama-lama baunya tercium juga. Apa sebenarnya penyebab tragedi Karbala? Mengapa cucu Nabi yang satu ini hidupnya berakhir tragis?

Banyak pembaca menunggu-nunggu artikel kami yang terlambat muncul, asal pembaca tahu saja, kami pun ikut menunggu-nunggu, menunggu rudal Iran dan Hizbullah menghujani israel yang membantai saudara-saudara kita di Gaza, tapi sampai israel mundur tidak ada satu pun rudal mereka yang jatuh di tanah israel. Karena kami akan menulis artikel khusus mengenai hal ini. Pembaca harus ingat, kita tidak mungkin menyatakan agama Kristen adalah agama yang benar, hanya karena Hugo Chavez dan Morales memutuskan hubungan diplomatik dengan israel.

Alhamdulillah, anak cucu Abubakar dan Umar di Gaza berhasil merontokkan perlawanan israel, tanpa bantuan Iran dan Hizbullah. Asal pembaca tahu saja, Palestina masuk ke wilayah kaum Muslimin pada era Umar bin Khattab, Umar sendiri yang menaklukkan kota Al Quds, yagn juga dikenal dengan nama Baitul Maqdis, tanah suci para Nabi.

Mari kita sambung lagi pembahasan kita......


Imam Husein adalah imam kaum muslimin, cucu Nabi saw. kita tidak perlu menukil dalil yang berisi perintah untuk mencintai keluarga Nabi. Kita mencintai imam Husein karena kita mencintai kakeknya.

Seperti sabda kakeknya, Imam Husein –beserta sang kakak, imam Hasan- adalah pimpinan pemuda penghuni sorga, tentunya kita semua ingin masuk sorga. Namun berita itu mengandung perintah bagi kita untuk mengikuti jalan hidup Imam Husein, karena jalan hidup imam Husein akan membawa kita ke sorga. Isi isyarat itu jika kita terjemahkan ke bahasa kita hari ini kira-kira bunyinya menjadi begini : kalo mau ke sorga, ikuti imam Husein. Inilah inti pesan dari hadits Nabi yang memberitakan jaminan sorga terhadap beberapa person. Asal pembaca tahu saja, yang dijamin sorga bukan hanya imam Husein saja, jaminan sorga juga ada pada ayat Al Qur’an:

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. 9:100)

 

 

Membicarakan kehidupan imam  Imam Husein tidak bisa lepas dari peristiwa tragis yang menjadi awal kehidupan akherat baginya, yaitu peristiwa pembantaian yang terjadi di Karbala. Sudah semestinya setiap muslim bersedih atas peristiwa tersebut. Bagaimana cucu Nabi yang dicintainya, dibantai dengan darah dingin tanpa kasih sayang. Namun peristiwa itu menjadi awal bagi kehidupan akherat, menyusul kakeknya Muhammad saw, beserta ayah ibunya. Berbahagia di alam akherat, seperti yang dijanjikan Allah lewat lisan kakeknya.

Membicarakan peristiwa Karbala tak akan lengkap sekiranya kita hanya memfokuskan pada peristiwa pembantaian itu saja, tanpa pernah mengikuti episode sejarah sebelumnya. Hingga penilaian kita tidak akan bisa utuh, karena tidak berdasarkan fakta yang utuh, yang memberi kita gambaran tentang bagaimana peristiwa itu terjadi. Ini menimbulkan tanda tanya, dan kesan yang ditangkap adalah episode ini sengaja untuk tidak terlalu dibahas panjang lebar. Barangkali ini sebabnya mengapa episode sebelum peristiwa Karbala terjadi sangat jarang diulas, mereka yang selalu mengulas dan menganalisa kisah Karbala jarang menyinggung peristiwa yang terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan cucu Nabi ini dibantai.

Satu peristiwa tidak bisa lepas dari peristiwa sebelumnya sebagai satu rangkaian peristiwa yang saling berhubungan, tentunya tidak bisa dipisahkan begitu saja, apa yang terjadi saat ini adalah bagaikan memisahkan ayat dan sabab nuzulnya. Memisahkan peristiwa Karbala dengan peristiwa-peristiwa yang sebelumnya terjadi, yang akhirnya ikut menyebabkan terjadinya pembantaian Karbala. Tapi sayang peristiwa itu seolah terkubur di telan bumi, jarang kita mendengar tentang peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi dan merangkai pembantaian Karbala. Barangkali bisa kita mulai dari pertanyaan penting, yang sayangnya jarang kita dengar. Barangkali akal sehat kita sering tertutupi oleh kesedihan kita yang mendalam, yang barangkali kita buat-buat sendiri, dengan mendengarkan kisah-kisah sedih pembunuhan imam husein, dengan diberi bumbu suara yang menyayat hati, dan lain lagi akhirnya kita lupa bertanya :

Mengapa peristiwa itu terjadi? Peristiwa apa yang menjadi latar belakang peristiwa itu? mengapa imam husein berangkat ke Karbala? Barangkali pertanyaan terakhir ini menjadi titik awal bagi perjalanan kita kali ini untuk menelusuri peristiwa-perstiwa yang melatarbelakangi peristiwa Karbala.

Peristiwa ini diawali ketika Yazid menggantikan Muawiyah yang mangkat dan segera meminta agar Husein berbaiat. Namun husein menolak bersama Abdullah bin Zubair, dan keduanya pergi diam-diam ke kota Mekah. Seperti kita ketahui bahwa imam Husein adalah salah satu figur umat Islam karena hubungan kekerabatannya dengan Nabi, seluruh umat Islam mencintainya, dari dulu hingga hari ini, hanya orang menyimpang dan menyimpan penyakit di hatinya bisa membenci keluarga Nabi. Hingga ketika dia menolak berbaiat maka kabar beritanya tersebar ke segala penjuru, di antara mereka yang mendengar kabar berita mengenai imam husein adalah warga Kufah. Lalu mereka mengirimkan surat-surat kepada imam husein mengajaknya untuk datang ke kufah dan memberontak pada Yazid. Surat-surat itu begitu banyak berdatangan kepada imam, hingga jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Ahmad Rasim Nafis -seorang penulis syiah- menerangkan: "Surat-surat penduduk Kufah kepada Husein a.s. menyatakan: "Kami tidak memiliki Imam, oleh karena itu datanglah, semoga Allah berkenan mempersatukan kita di atas kebenaran." Surat-surat itu mengandung berbagai tanda tangan menghimbau kedatangan untuk menerima bai'at dan memimpin umat untuk gerakan menghadapi para pendurhaka bani Umayah. Begitulah, kian sempurnalah unsur-unsur dasar bagi gerakan Huseiniyah. Di antaranya: . . . Adanya hasrat mayoritas masyarakat yang menuntut reformasi dan mendorong Imam Husein untuk segera memegang tampuk kepemimpinan bagi gerakan tersebut. Juga peristiwa dorongan dorongan di Kufah ini diungkapkan di dalam surat-surat baiat dari penduduk Kufah."'Alaa Khutha Husain: hal. 94.

Muhammad Kadhim al Qazwaini -seorang ulama syiah- menyatakan: " penduduk Irak menulis surat kepada Husein, mengirim utusan, dan memohon agar beliau berangkat ke negeri mereka untuk menerima baiat sebagai khalifah, sehingga terkumpul pada Husein sebanyak 12.000 surat dari penduduk Irak yang semuanya berisikan satu keinginan. Mereka menulis: "Buah sudah ranum, tanaman sudah menghijau, Anda hanya datang untuk menjumpai pasukan anda yang sudah bersiaga. Anda di Kufah memiliki 100.000 (seratus ribu) pedang. Apabila Anda tidak bersedia datang, maka kelak kami akan menuntut Anda di hadapan Allah." Faaji'atu ath Thaff: hal. 6.

Seorang ulama syiah, Abbas Al Qummi menerangkan:
"Melimpah ruahlah surat-surat sehingga terkumpul pada beliau di dalam satu hari sebanyak 600 surat berisikan janji hampa. Dalam pada itu pun beliau menunda-nunda dan tidak menjawab mereka. Sehingga terkumpul pada beliau sebanyak 12.000 surat. Muntaha al Amaal; (1/430).

Ribuan –tepatnya puluhan ribu- surat yang berdatangan berhasil meyakinkan Husein mengenai kesungguhan penduduk Kufah.  Husein mengutus Muslim bin Aqil untuk mengecek keadaan kota Kufah dan melihat sendiri apa yang terjadi di sana. Dan ternyata benar, sesampainya muslim disana ternyata banyak orang berbaiat pada muslim untuk “membela” imam Husein melawan penguasa zhalim. Mereka menunggu kedatangan sang Imam untuk memimpin mereka.

Ridha Husein Shubh Al Huseini -seorang penulis syi'ah- mengatakan: "Lalu Muslim berangkat dari Mekah pada pertengahan bulan Sya'ban, dan tiba di Kufah selepas lima hari bulan Syawal. Orang-orang Syi'ah berdatangan berbaiat kepadanya, sehingga jumlah mereka mencapai 18.000 orang. Sedang di dalam riwayat asy Sya'bi, jumlah orang yang berbaiat kepadanya mencapai 40.000 orang Asy Syii'ah wa Asyuura'; hal. 167.
Dari situ ia mulai menerima masyarakat. Dan menyebarluaslah seruan agar berbaiat kepada Husein a.s., sehingga jumlah orang-orang yang "bersumpah setia sampai mati" mencapai 40.000 orang. Ada juga yang mengatakan, kurang dari jumlah tersebut. Gubernur Yazid yang berada di Kufah ketika itu adalah an Nu'man bin Basyir. Sebagaimana disifatkan oleh para sejarawan, gubernur ini seorang muslim yang tidak menyukai perpecahan dan lebih mengutamakan kesejahteraan." Siiratul Aimmati al Itsna'asyar; 2/57-58.

Seorang ulama Syi'i, Abdur Razaq al Musawi al Muqarram menerangkan: "Orang-orang Syi'ah menjumpai Muslim di rumah al Mukhtar dengan sambutan hangat dan menampilkan sikap taat dan patuh. Sikap yang membuat ia lebih gembira dan lebih bersemangat. . .  ., selanjutnya orang-orang Syi'ah pun datang saling berbaiat kepadanya sampai tercatat sejumlah 18.000 orang. Bahkan ada yang mengatakan sampai sejumlah 25.000 orang. Sedang di dalam riwayat asy Sya'bi dinyatakan, orang-orang yang berbaiat kepadanya berjumlah 40.000 orang. Kemudian Muslim menulis surat kepada Husein bersama Abs bin Syabib asy Syakiri, memberitakan kepada beliau tentang kesepakatan penduduk Kufah untuk patuh dan mereka yang menanti-nanti. Di dalamnya ia menyatakan: "Seorang penunjuk jalan tidak akan mendustai keluarganya sendiri. Bahkan sudah terdapat 18.000 orang penduduk Kufah yang berbaiat kepadaku. . ." Maqtal Husain; oleh al Muqarram; hal. 147. Ma'saatu Ihda wa Sittiin; hal. 24.


Abbas Al Qummi juga menerangkan: "Melalui riwayat yang lalu, membuktikan bahwa orang-orang Syi'ah secara diam-diam menjumpai Muslim di rumah Hani, secara rahasia. Lalu mereka pun saling mengikutinya, dan Muslim menekankan kepada tiap-tiap orang yang berbaiat kepadanya agar tutup mulut dan merahasiakan hal itu, sampai jumlah orang yang berbaiat kepadanya mencapai 25.000 laki-laki. Sementara Ibnu Ziyad masih belum mengetahui posisinya . . Muntaha al Amaal (1/437).

Sampai di sini barangkali anda membayangkan bagaimana puluhan ribu orang bersiap siaga untuk menyambut kedatangan, bagaimana mereka mempersiapkan persenjataan untuk “melawan penguasa zhalim” di bawah pimpinan sang Imam. Tapi jangan berhenti membaca di sini, ternyata ending kisah tak seindah yang anda bayangkan.

Melihat sambutan penduduk Kufah yang begitu menggembirakan, Muslim mengirim surat pada Husein untuk segera datang. Tapi apa yang terjadi, Yazid mengutus Ubaidilah bin ziyad, untuk “menertibkan” kota kufah, hingga akhirnya menangkap Muslim bin Aqil dan beberapa tokoh yang mengajak untuk berbaiat pada imam husein. Ternyata satu orang saja dapat menertibkan ribuan orang di Kufah yang telah berbaiat pada Imam Husein untuk melawan orang-orang “zhalim”. Nyali mereka menjadi ciut dan melupakan baiat mereka pada Imam Husein

Ulama Syi'i Muhammad Kadhim al Qazwaini menerangkan: "Lalu Ibnu Ziyad masuk Kufah. Ia mengirim utusan kepada para ulama  setempat dan pimpinan pimpinan kabilah, mengancam mereka dengan datangnya pasukan dari Syam, dan memikat mereka, sehingga mereka pun berpisah-pisah meninggalkan Muslim sedikit demi sedikit sehingga tingggal Muslim seorang diri. Faaji'atu ath Thaffa; hal. 7. Pernyataan serupa juga tersebut di dalam "Tadhallum Az Zahra"; hal. 149.

Puluhan ribu orang yang membaiat imam Husein, baik melalui surat maupun yang berbaiat langsung akhirnya “keok”  hanya dengan digertak oleh Ibnu Ziyad. Keinginan mereka untuk menolong imam Husein seketika sirna karena mendengar gertakan Ibnu Ziyad. Mereka lebih suka duduk di rumah beserta anak istri ketimbang berperang bersama imam Husein melawan tentara Yazid. Rupanya itulah kualitas mental “pembela ahlul bait Nabi”.
Ibnu Ziyad mengutus tentara untuk mencegat imam husein, hingga terjadilah proses negosiasi.

Ayatullah Muhammad Taqiy Ali Bahri al Ulum -seorang ulama syiah- menerangkan: "Husein keluar seraya mengenakan kain, selendang, sepasang sendal, dan bersandar pada penghulu pedang beliau. Lalu beliau menghadapi kelompok tersebut, memuji dan menyanjung Allah, lalu berkata: "Dengan merendahkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla dan juga kepada kalian. Sebenarnya saya tidak datang kepada kalian sehingga datang kepada saya surat-surat kalian. Dan dinyatakan oleh utusan utusan kalian: "Datanglah kepada kami karena kami tidak memiliki imam. Semoga Allah berkenan mempersatukan kita di atas petunjuk." Jika kalian memang bersikap seperti itu, maka sekarang kami datang kepada kalian, maka penuhilah janji dan ikrar kalian dengan si kap yang baik. Tetapi sekiranya kalian tidak menyukai kehadiranku, maka saya pun akan meninggalkan kalian kembali ke tempat di mana saya berangkat." Mereka pun terdiam semuanya. Lalu al Hajjaj bin Masruq al Ju'fi menyerukan salat Dhuhur. Kemudian Husein berkata kepada Hurr: "Apakah Anda hendak berlaku sebagai imam salat sahabat-sahabat Anda?" Ia menjawab: "Tidak: "Tetapi kami semuanya akan bermakmum kepada Anda." Kemudian Husein pun berlaku sebagai imam salat atas mereka. Seusai salat, beliau menghadap mereka, memuji dan menyanjung Allah, dan bersholawat kepada Nabi Muhammad, beliau berkata: "Wahai hadirin, sekiranya kalian bertakwa kepada Allah dan memahami hak-hak ahliNya, niscaya itu lebih diridhai Allah. Kami adalah Ahlul Bayt Muhammad s.a.w., lebih layak untuk menduduki jabatan ini dibanding mereka yang merasa memiliki apa-apa yang tiada pada mereka. Dan mereka orang-orang yang suka melakukan kejahatan dan permusuhan. Tetapi sekiranya kalian merasa enggan dan tidak menyukai kami, tidak memahami hak-hak kami, dan sekarang kalian berpendapat (dengan pendapat baru) yang berbeda dengan pernyataan pernyataan surat-surat kalian. Kami akan pergi meninggalkan kalian."

Hurr berkata: "Saya tidak mengerti tentang surat-surat yang Anda sebutkan itu?" Lalu Husein memerintahkan kepada Uqbah bin Sam'an (agar mengeluarkan surat-surat tersebut). Ia pun mengeluarkan dua kantung penuh dengan surat-surat."


Hurr berkata: "Saya bukan dari golongan mereka. Bahkan saya diperintah untuk tidak berpisah dari Anda apabila bisa menjumpai Anda sampai saya membawa Anda ke Kufah menjumpai Ibnu Ziyad." Husein menjawab: "Maut lebih dekat pada diri Anda daripada melaksanakan hal itu."
Lalu beliau memerintahkan sahabat-sahabat beliau agar menunggangi kendaraan, para wanita pun sudah menunggangi kendaraan. Tetapi tiba-tiba Hurr melarang mereka pergi menuju ke Madinah." Husein berkata kepada Hurr: "Celakalah ibumu!, apakah yang kalian harap dari kami?"
Hurr berkata: "Sekiranya yang mengucapkan kata-kata itu orang Arab lain selain Anda, dan ia dalam posisi seperti Anda sekarang, niscaya tidak akan kubiarkan ia menyebut celaka terhadap ibunya, betapa pun alasannya. Demi Allah, saa tidak memiliki kemampuan untuk menyebut ibu Anda, kecuali dengan ucapan yang baik dan kami hormati. Tetapi sekarang silahkan ambil jalan tengah yang mana tidak memasukkan Anda ke Kufah dan bukan ke arah Madinah, sehingga saya dapat menulis surat kepada Ibnu Ziyad. Semoga allah berkenan mengaruniakan kesejahteraan kepada kita, dan saya pun tidak mendapat musibah lantaran persoalan Anda ini." Waaqi'atu ath Thaff; oleh Bahru al 'Ulum; hal. 191-192.

Imam Husein terhenyak, ternyata dia telah ditipu mentah-mentah oleh kaum syi’ah yang berbaiat kepadanya.

Abbas Al Qummi menerangkan : Ibnul Hurr mengatakan: "Wahai putra Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam wa aalih, sekiranya di Kufah terdapat Syi'ah (sejati) dan para pembela yang akan berperang bersama Anda, niscaya saya orang yang paling mengetahuinya. Tetapi saya mengetahui bahwa Syi'ah Anda di Kufah itu telah meninggalkan rumah-rumah mereka masing-masing karena takut kepada pedang-pedang bani Umayah." Husein tidak menjawab ucapan itu, dan beliau a.s. berlalu. . . "Abbas Al Qummi menerangkan peristiwa tersebut di dalam Muntaha al Amaal (1/466). Juga di catatan pinggir (haamisy); hal. 177 dalam buku an Nafsu al Mahmuum. Sedang lafalnya pada kitab rujukan kedua.

Abbas Al Qummi menerangkan: "Lebih lanjut perhatikanlah (maksudnya; Husein), sehingga ketika tiba waktu sahur, beliau berkata kepada bujang-bujang dan pelayan pelayan beliau: "Perbanyaklah air, sehingga kalian memiliki persediaan minum. Dan perbanyak lagi, kemudian berangkatlah. Lalu beliau melakukan perjalanan. Sehingga ketika beliau sampai di tempat sampah, datang kepada beliau berita tentang Abdullah bin Yaqthar. Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat beliau. Mengeluarkan sepucuk surat di hadapan hadirin, dan beliau membacakannya di hadapan mereka. Ternyata tertulis di dalamnya sebagai berikut: "Bismillahirrahmanirrahim. Lebih lanjut, telah datang berita buruk kepada kami, Muslim bin Aqiil dibunuh, Hani bin Urwah, dan juga Abdullah bin Yaqthar. Kita telah ditinggalkan oleh Syi'ah kita sendiri. Barangsiapa di antara kalian hendak pulang, silahkan pulang tanpa dipersalahkan dan tanpa dibebani sangsi."


Kemudian para hadirin pun bercerai-berai meninggalkan beliau, yaitu dari kalangan orang-orang yang mengikuti beliau demi memperoleh harta rampasan dan kehormatan. Sehingga beliau hanya tinggal bersama Ahlul Bayt beliau dan para sahabat-sahabat beliau yang tetap memilih tinggal dan patuh bersama beliau atas dasar yakin dan iman." Muntaha al Amaal (1/462). Majlisi di dalam "Bihaarul Anwar" (44/374). Muhsin Al Amin dalam "Lawaaij al AsyHaan"; hal. 67. Abdul Husein al Musawi dalam "al Majaalis al Faakhirah"; hal. 85. Penulis Abdul Hadi ash Shalih di dalam "Khoirul Ashhaab"; hal. 37, hal. 107

Ahmad Rasim an Nafis mengutipkan kepada kita beberapa pantun Husein r.a yang dikutip dari "al Ihtijaaj"; (2/24) dan peringatan beliau kepada Syi'ah (para pengikut) beliau yang telah mengundang beliau (dengan janji) hendak membelanya, tetapi kemudian meninggalkannya. Kata beliau: "Ketika itu mereka secara terus menerus merisaukan Abu Abdillah Husein, agar beliau tidak dapat menyelesaikan ibadah haji beliau. Lalu beliau berkata kepada mereka dengan murka: "Mengapa kalian tidak bersedia diam terhadapku dan mendengar tutur kataku? Sebenarnya saya mengajak kalian ke jalan lurus, sehingga orang-orang yang bersedia mengikutiku akan menjadi orang-orang yang beroleh bimbingan, sedang yang durhaka kepadaku akan menjadi orang-orang yang dibinasakan. Kalian semua telah berbuat durhaka terhadap perintahku, tidak mendengar ucapanku. Kiranya barang-barang yang kalian terima berlimpah barang haram, perut-perut kalian pun dipenuhi oleh barang haram, sehingga Allah menutup hati kalian. Celakalah kalian, mengapa kalian tiada bersedia tutup mulut? Mengapa tidak bersedia mendengar?" . . . , lalu para hadirin pun diam. Selanjutnya beliau a.s. berkata lagi: "Celakalah kalian wahai jemaah. Kalian campakkan apa-apa yang telah kalian serukan kepada kami. Kami dapati kalian dalam keadaan lemah, lalu kami pun menyeru kalian dengan siap siaga. Lalu kalian hunuskan pedang ke arah leher-leher kami. Kalian sulutkan bara api fitnah ke atas kami, sehingga menjadi peluang bagi musuh-musuh kami dan musuh kalian sendiri. Lalu kalian pun menjadi perintang orang-orang yang hendak melindungi kalian, dan pula menjadi tangan bagi musuh-musuh kalian. Tanpa adanya keadilan berlaku di antara kalian. Tak ada pula harapan kalian terhadap mereka kecuali harta duniawi haram yang akan kalian peroleh, kehidupan seorang pengecutlah yang kalian dambakan ....., alangkah buruk moral kalian. Sebenarnya kalianlah para pendurhaka di antara  umat ini, kelompok paling jahat, pencampak al Kitab (Al Quran), sarana bisik-bisikan setan, golongan para pendosa, pemanipulasi Al Quran (Al Quran), pemadam sunah-sunah, dan pembunuh putra-putri para nabi, 'Ala Khutha Husain; hal. 130-131.

Marilah kita perhatikan bagaimana Imam Husein r.a. menyebutkan sifat-sifat kaum Syi'ah yang ingin membela keluarga Nabi:
"Pendapatan kalian dipenuhi barang-barang haram."
"Perut-perut kalian dipenuhi barang-barang haram."
"Allah menutup hati kalian."

Imam husein ditipu mentah-mentah sebelum dibantai secara tragis. Siapa yang menipunya? Siapa yang memanggil sang Imam lalu meninggalkannya? Mari kita simak lagi pengakuan Imam Husein, yang lebih tahu tentang kondisi syiahnya dibanding kita semua:

Kita telah ditinggalkan oleh Syi'ah kita sendiri.

Peristiwa Karbala terulang lagi di Gaza. Iran dan Hizbullah selalu mengancam akan membumihanguskan israel, bahkan dengan gagah perkasa presiden Ahmadi Nejad mengancam untuk menghapus israel dari peta dunia. Begitu juga Hasan Nasrullah selalu mengancam Israel dengan khotbahnya yang berapi-api.


Kaum muslimin di dunia banyak yang silau dengan khotbah yang berapi-api. Kita bisa memaklumi kaum muslimin yang awam dan merindukan figur pejuang yang mengembalikan kemuliaan Islam. Tapi sepertinya kaum muslimin salah sangka.


Mestinya Hizbullah langsung menghujani Israel dengan rudal-rudal Iran yang canggih dan menjangkau sasaran jarak jauh. Mestinya Iran menggunakan rudal-rudal canggihnya ke arah tel aviv. Tapi ternyata hanya mimpi yang kita dapat.

Iran yang mengancam akan menghentikan ekspor minyak, mengancam menutup selat Hormuz ketika Amerika akan menyerangnya, ternyata diam saja ketika Gaza diserang. Rupanya Iran hanya menggunakan propaganda untuk sekedar meramaikan suasana dan mencari dukungan dari kaum muslim dunia.

Iran Bukan sekedar diam saja, malah melarang orang pergi berjihad ke Gaza. Ali Khamene’i, yang diyakini oleh syiah sebagai “waliy Amr” kaum muslimin, ternyata melarang orang untuk berjihad ke Gaza. Asal pembaca tahu saja, Khamenei ini diyakini oleh syiah menjadi wakil dari imam  Mahdi yang bersembunyi. Jika anda ingin melihat sumber pernyataan saya ini, silahkan cari keyword : iran bans volunteers di google. Atau jika anda bisa berbahasa arab silahkan ketik keyword ini di google :

يمنع المتطوعين من القتال بغزة

Mestinya Iran mengirimkan pasukan daratnya untuk menyerang israel dari daratan Lebanon selatan yang menjadi “daerah kekuasaan” Hizbullah. Karena israel pasti takut pada Iran.

Tapi rupanya inilah sifat dasar syiah sejak jaman imam Husein, kita harus percaya pada imam Husein yang "maksum" [menurut syiah].

 



Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 10 of 41 comments

1. 30-01-2009 03:56

siapa menipu husein
Dalam kasus pembantaian imam husein menurut artikel diatas seolah syiah yang telah berbaiat tidak punya nyali sehingga yang benar adalah yazid yang punya nyali membantai cucu Nabi (segeralah istighfar gak masuk akal). Dalam peristiwa pembantaian gaza Iran hanya koarkoar membela hamas (walaupun ada beberapa roket dari libanon diluncurkan siapa lagi kalau bukan iran dibalik itu) sementara Mesir Membantu Israel memblokade Gaza, Arab saudi jangankan melarang penduduknya bejihad di Gaza, Demo aja ditangkap. Maaf janganlah menganggaap orang islam bodoh. Bersatulah Syiah Suni perangi kezaliman, sesuai kemampuan dengan kekuatan, ucapan maupun hanya doa (selemah-lemah Iman). wallohualam 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya 
 
jika syiah di kufah bukan pengecut niscaya yazid dan pasukannya tidak akan mampu menyentuh baju imam husein. 
anda bilang: 
(walaupun ada beberapa roket dari libanon diluncurkan siapa lagi kalau bukan iran dibalik itu) 
rupanya anda kurang informasi, karena hisbullah menyatakan mereka bukanlah pihak yang meluncurkan roket. jika memang hisbullah meluncurkan tapi tidak mau mengaku maka mereka pengecut. 
 
hizbullah memang tidak berniat untuk menyerang israel dan membantu muslim palestina di gaza. ini fakta. 
 
barangkali anda saja yang tidak tahu. 
 
silahkan baca2 di 
 
www.timesonline.co.uk/tol/ news/world/middle_east/ article5478874.ece 
 
atau googling saja keyword hizbollah denies rocket
salepo

2. 30-01-2009 21:49

sapa lg selain iran
btw... emang selain Iran sapa lg yg bisa bantu Gaza? koq cuma jelek-jelekin Iran doank. sirik banget ama Iran. koq situsnya isinya menjelek2an aja n sirik banget. Seandainya gak ada Iran, mo ngarepin negara mana lg? 
ini situs isinya iri dan dengki banget... 
be + thinking ajalah... toh kamu jg gak bisa bantu Gaza, cuma ngarepin Iran tp dijelek2in jg. 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya 
 
memang fakta berbicara begitu, hizbullah saja takut dituduh meluncurkan roket, dan menyangkal telah meluncurkan roket 
 
kemana ribuan roket milik hizbullah? kapan mau menyerang israel jika pada saat-saat genting gaza diserang hizbullah diam saja?
jingga

3. 31-01-2009 06:15

Isamil Haniyah Ucapkan terimakasih
Ismail Haniyah Ucapkan Terima Kasih kepada Iran  
Thursday, 29 January 2009  
Perdana Menteri pilihan rakyat Palestina, Ismail Haniyah, mengucapkan terima kasih atas sikap Iran soal perang 22 hari. Televisi Al-Quds melaporkan, Ismail Haniyah mengatakan, "Bangsa dan para pemimpin Iran adalah sahabat kami. Sikap mereka dalam mendukung hak bangsa Palestina dan moqawamah sangatlah transparan tanpa tedeng aling-aling." Dikatakannya pula, "Kami menghendaki pencabutan aksi blokade dan pembukaan pintu-pintu gerbang Gaza."  
Dalam kesempatan tersebut, Haniyah menekankan kehendak Hamas untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional antarkelompok Palestina. Dikatakannya, kami menghendaki dimulainya perundingan nasional Palestina. 
 
Mengenai sikap AS soal Palestina, Haniyah mengatakan, AS harus mengubah kebijakannya soal hak-hak bangsa Palestina. Ditekankannya pula, AS harus mengesampingkan kebijakan yang cenderung mendukung penuh Rezim Zionis Israel yang menduduki Palestina. Ia juga menghendaki pembebasan para tahanan politik di penjara-penjara Otorita Palestina 
 
MrShiaa: 
terimakasih beritanya,  
Ismail Haniyah juga berterimakasih pada saudi, tapi beritanya mungkin belum sampai ke anda.
Abubakar

4. 01-02-2009 01:24

Iran bantu Hamas
Salam  
Saya heran kenapa anda yakin bahwa Iran tidak membantu Hamas, padahal ada beritanya bahwa Ismail Haniyah secara resmi mengucapkan terimakasih atas bantuan Iran selama perang 22 Hari?? apakah anda belum dengar atau punya maksud lain selain kebenaran??? 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya,  
 
saya dulunya berharap komentar yang masuk sesuai dengan topik artikel, tapi tidak mengapa saya tanggapi, 
 
saya heran juga mengapa temen-temen syiah menyalahkan saudi padahal Ismail Haniyah juga berterimakasih pada saudi, 
 
Iran membantu hamas bukan karnea ingin menyingkirkan yahudi dari palestina, tapi karena ingin mencari muka.
Abubakar

5. 01-02-2009 15:19

PUsing nih...!!!!
anda mengharap kan syiah menyerang israel...trusss sunni yg anda maksud...mesir, arab saudi dll dimana??? mereka yg lebih dekat dan sunni aja ga bantu apalagi ga ada pernyataan yg mengutuk tindakan israel....emang biadab...arab tuh 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya 
jika syiah tidak menyerang dan diam saja mengapa menyalahkan orang? mengapa anda hanya menggugat negara arab sedangkan iran anda diamkan saja,
guna

6. 04-02-2009 14:28

masyaallah
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya, tapi jika bisa jangan berupa iklan situs
udin

7. 06-02-2009 04:28

F I T N A yang nyata
coba liat tulisan di website anda : 
 
Marilah kita perhatikan bagaimana Imam Husein r.a. menyebutkan sifat-sifat kaum Syi'ah yang ingin membela keluarga Nabi: 
"Pendapatan kalian dipenuhi barang-barang haram." 
"Perut-perut kalian dipenuhi barang-barang haram." 
"Allah menutup hati kalian." 
 
Imam husein ditipu mentah-mentah sebelum dibantai secara tragis. Siapa yang menipunya? Siapa yang memanggil sang Imam lalu meninggalkannya? Mari kita simak lagi pengakuan Imam Husein, yang lebih tahu tentang kondisi syiahnya dibanding kita semua: 
 
Kita telah ditinggalkan oleh Syi'ah kita sendiri. 
 
Peristiwa Karbala terulang lagi di Gaza. Iran dan Hizbullah selalu mengancam akan membumihanguskan israel, bahkan dengan gagah perkasa presiden Ahmadi Nejad mengancam untuk menghapus israel dari peta dunia. Begitu juga Hasan Nasrullah selalu mengancam Israel dengan khotbahnya yang berapi-api.  
 
 
Kaum muslimin di dunia banyak yang silau dengan khotbah yang berapi-api. Kita bisa memaklumi kaum muslimin yang awam dan merindukan figur pejuang yang mengembalikan kemuliaan Islam. Tapi sepertinya kaum muslimin salah sangka. 
 
 
Mestinya Hizbullah langsung menghujani Israel dengan rudal-rudal Iran yang canggih dan menjangkau sasaran jarak jauh. Mestinya Iran menggunakan rudal-rudal canggihnya ke arah tel aviv. Tapi ternyata hanya mimpi yang kita dapat. 
 
Iran yang mengancam akan menghentikan ekspor minyak, mengancam menutup selat Hormuz ketika Amerika akan menyerangnya, ternyata diam saja ketika Gaza diserang. Rupanya Iran hanya menggunakan propaganda untuk sekedar meramaikan suasana dan mencari dukungan dari kaum muslim dunia. 
 
Iran Bukan sekedar diam saja, malah melarang orang pergi berjihad ke Gaza. Ali Khamenei, yang diyakini oleh syiah sebagai waliy Amr kaum muslimin, ternyata melarang orang untuk berjihad ke Gaza. Asal pembaca tahu saja, Khamenei ini diyakini oleh syiah menjadi wakil dari imam Mahdi yang bersembunyi. Jika anda ingin melihat sumber pernyataan saya ini, silahkan cari keyword : iran bans volunteers di google. Atau jika anda bisa berbahasa arab silahkan ketik keyword ini di google : 
 
JEF9 'DE*7H9JF EF 'DB*'D (:2) 
 
Mestinya Iran mengirimkan pasukan daratnya untuk menyerang israel dari daratan Lebanon selatan yang menjadi daerah kekuasaan Hizbullah. Karena israel pasti takut pada Iran. 
 
Tapi rupanya inilah sifat dasar syiah sejak jaman imam Husein, kita harus percaya pada imam Husein yang "maksum" [menurut syiah]. 
 
ini saya ambil tulisan dari nu online 5/2/2009 
 
Hamas Puji Iran karena Membantu Kemenangan di Gaza  
Senin, 2 Februari 2009 17:40  
Teheran, NU Online 
Pemimpin Hamas Khaled Meshaal memuji pemerintah Iran karena telah membantu Hamas mencapai kemenangan atas Israel di Jalur Gaza. 
 
"Kemenangan rakyat Gaza merupakan mukjizat dari Tuhan dan Republik Islam tersebut sudah pasti punya andil dalam kemenangan ini," kata Meshaal usai pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 
 
Meshaal tiba di Teheran, Iran sebagai kunjungan pertamanya ke negara Republik Islam tersebut sejak agresi militer Israel ke Gaza belum lama ini. Meshaal juga bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki. 
Demikian diberitakan kantor berita Iran, Fars News Agency, Senin (2/2). 
 
Meshaal yang hidup mengasingkan diri di Suriah, merupakan pemimpin Hamas. Kelompok yang menguasai wilayah Jalur Gaza tersebut telah mengklaim kemenangan atas pasukan Israel. Dikatakan Hamas bahwa Israel gagal menghancurkan kemampuannya untuk melepaskan serangan roket ke Israel selatan. 
 
Menurut Fars News Agency, Khamenei menyampaikan ucapan selamat kepada Meshaal. "Rakyat Gaza dan perlawanan Islam telah membuat kami semua bangga dan dengan kesabaran dan ketekunan mereka berhasil melalui ujian yang sangat sulit ini," tegas Khamenei. 
 
Khamenei juga mengecam beberapa negara Arab yang mengkritik Hamas. Dia juga menyerukan agar pemimpin-pemimpin Israel diadili atas dakwaan kejahatan perang. (dtk)  
 
« Kembali ke arsip Warta | Print  
 
Berita Terkait: 
Hamas dan Iran Puji Keberanian PM Turki 
Iran Rayakan 30 Tahun Kembalinya Khomeini 
Fidel Castro Minta Obama Kembalikan Guantanamo 
Menlu Venezuela: Israel Dipimpin Seorang Kriminal 
Ahmadinejad: Obama Harus Minta Maaf kepada Iran 
Ulama Suriah: Perang di Gaza Bukti Kekuatan Islam 
Qatar Pelopori Pembentukan Dana Pembangunan Gaza 
Iran Puji Ketangguhan Hamas Lawan Israel 
 
MrShiaa: 
terimakasih mau meluangkan waktu untuk berkomentar, 
anda sepertinya marah sekali dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa iran dan hisbullah cuma besar mulut dalam menghadapi krisis gaza,  
 
jika iran itu negara miskin yang lemah, dan tidak punya nuklir dan rudal balistik, tidak memiliki agen di lebanon selatan, mungkin bisa dimaklumi jika iran hanya sekedar OMDO, tetapi memang iran membela gaza hanya bertujuan mendapat "nama baik" di dunia islam , bukan untuk mengalahkan israel. 
 
Hamas tidak hanya berterimakasih pada iran, tapi juga berterimakasih pada kerajaan saudi arabia,
abu husein

8. 07-02-2009 10:30

PERSATUAN 2 MAZHAB
saya sgt mnyayngkn dgn adanya situs ini..hanya utk mnambah perpecahan dklangan umat islam,sy adalah sunni..tp tdk pelu dperdebatkan perbedaan kita yg kcil.knp kita tdk cr persamaan kdua mzhab itu,demi persatuan? knp anda2 skalian tdk mmbuat situs utk mnyerang org2 ahmadiyah,yg jlas2 sgt brtntangan dgn mzhab apapun? 
apa krn anda tkut dgn ahmadiyah??? 
sudahlah,smua mzhab bnar slama ALLAH,NABI,QURAN,KIBLAT kita sama.syiah ke timur..sunnah ke barat.kita rangkul dunia ini demi trcapainya cita2 suci islam.kita smua pnya dalil..itulah kkayaan islam kita.kl ada yg salah diantara kita,biar nanti ALLAH yg akn mngadilinya..bkn kita..WASSALAM.....SMOGA ALLAH MNGAMPUNI KITA SMUA...AMIINN.... 
 
MrShiaa: 
terimakasih atas komentarnya,  
 
menuju persatuan bukan dengan mentoleransi segala perbedaan, persatuan hanya dicapai dengan memegang teguh ajaran Allah, memegang teguh tali Allah. 
 
anda mestinya menyalahkan mereka yang mengorek2 masalah yang terkubur 14 abad yang lalu, untuk memecah belah umat, katakan pada syiah daripada mempermasalahkah saqifah dan sahabat Nabi lebih baik melawan ahmadiyah. 
 
persatuan tidak akan terbangun oleh dua kelompok yang begitu banyak berbeda,  
nampaknya anda malu-malu untuk menggugat syiah yang menghina para sahabat Nabi, dan menghina keyakinan ahlussunnah. 
 
nampaknya anda tidak berani menggugat syiah yang menebar bibit perpecahan umat, dengan mengajak orang sunni masuk ke syiah,  
 
jika memang sunni juga benar mengapa diajak masuk syiah? toh keduanya sama... 
 
situs ini tidak dibuat untuk memecah belah umat, tapi mencerahkan umat tentang hal-hal tersembunyi yang perlu mereka ketahui.. 
 
Ali alaydrus

9. 10-02-2009 03:30

anda merasa paling BENAR
sy ulangi sumpah sy demi ALLAH dn ROSULULLAH.sy ini seorg sunni,yg tdk kaku dn berlebihan seperti anda2 skalian, dlm mnyikapi mzhab syiah.knp anda merasa pling bnar? KITA SMUA BNAR.KL ANDA KATAKAN KITA BNYK PEBEDAAN DR PD PERSAMMAN DGN SYIAH,sgt jlass anda mngomentari rubrik ini tdk brdasarkan ilmu,tp brdasarkan kbncian yg sdh trtanam sjak lama,dn sjak awal anda mndengar INFORMASI ttg syiah yg slalu salah dimata anda.mk sy sarankan anda utk mmbaca buku2 syiah yg brsal dr sumber yg bnar.atau dtg lah kmjlis taklim mreka.anda akn mndapatkan ilmu2 islam yg blm prnah anda ktahui sblmnya.trnyata ilmu2 islam itu sgt luas.mknya jgn mngukung diri anda dgn kbencian,lihat dn carilah ilmu2 ALLAH dmnapun yg bs anda dptkn.kl mmg bnar mzhab syiah sperti yg ada di situs ini...demi ALLAH sy org pertama org yg akn mnghadapi mreka.INGAT JGN PERNAH MERASA PLING BENAR,KITA SMUA BENAR..TP INGAT LAH DOSA2 YG SLALU KITA PERBUAT.....WASSALAM..... 
MrShiaa: 
terimakasih komentar anda 
 
bisa anda tunjukkan mana buku syiah yang anda anggap mewakili ajaran syiah yang sebenarnya?
Ali Alaydrus

10. 13-02-2009 09:13

Ndak ngerti jalan pikiran arab
Ana mw nanya nih sebagai orang awam.... 
 
kok arab yg katanya sebagai negara islam gak nanggepin jerit pekik palestine yah? 
ckckckck..... 
 
 
negara yg paling sibuk atas membela palestine hanyalah Iran, dan Lebanon tepatnya HIZBULLAH... 
 
 
ndak ngerti ana apa yg dipikirin oleh arab... 
bukannya membantu malah menambah kerusakan... 
 
FAKTA: PANGKALAN MILITER U.S.A PALING BESAR BERADA DI ARAB SAUDI. Dan ada beberapa pangkalan kecil lainnya seperti CAMP ANACONDA.... 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya 
 
fakta yang ada, hizbullah dan iran hanya membela palestina dengan mulut. 
mana rudal iran yang bisa mencapai ribuan kilometer, mengapa iran tidak menyerang israel dan membela 1000 lebih muslim palestina yang dibantai israel? atau iran sekedar mencari muka dan pujian?
Serdadu

Display 10 of 41 comments

Komentar Halaman Berikutnya...

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

Bagian ke dua
ALQURAN 4:59 Hai orang2 yang beriman; taatilah ALLAH dan taatilah...
16/03/10 22:33 More...
By Haji Muhammad Abdullah

Mantan Sunni yang menjadi Syiah
ALQURAN 2:240 Mereka yang akan meninggal di antara kamu dan...
16/03/10 22:26 More...
By Haji Muhammad Abdullah

Jahil & hasad
ini sebenarnye untuk komen "drs" Mana yang lebih parah,...
16/03/10 07:46 More...
By Abu Adam

khomeini itu dajjal
besarnya dosa khomeini terhadap sahabat nabi yang diredhai oleh Allah...
15/03/10 22:18 More...
By www.tenteradajjal.blogspot.com

anti syiah
Assalamu'alaikum mr. saya menemukan situs ini...
15/03/10 13:46 More...
By abang yudo

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 2 tamu online