Home
Para Imam Syiah Mengikuti Umar bin Khattab PDF Cetak E-mail
 

Imam syiah mengikuti ucapan Umar,yang dianggap keliru oleh syiah hari ini. Mana yang benar, para imam syiah -yang maksum-, atau penganut syiah hari ini –yang tidak maksum-?



Syiah selalu menggugat Umar bin Khattab karena mengatakan : cukup bagi kita semua kitab Allah.


Perkataan ini digunakan untuk menghujat Umar dengan membabi buta tanpa  berpikir panjang. Kebencian syiah pada Umar begitu menggelora, membuat pemberian Allah yang berupa akal sehat, tidak lagi digunakan.

Dan anehnya lagi, Nabi tidak memprotes ucapan Umar bin Khattab. Ada dua kemungkinan, yang pertama, memang ucapan Umar itu benar, karena itu Nabi tidak menegur Umar dan memberitahu mana yang benar, ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh sahabat, Nabi selalu menegur dan menunjukkan pada para sahabat mana yang benar. Tetapi kali ini Nabi diam dan tidak menegur Umar. Ini menjadi bukti persetujuan Nabi terhadap ucapan Umar.

Kemungkinan kedua, ucapan itu keliru, seperti diyakini oleh syiah hari ini. Pertanyaan yang muncul, mengapa Nabi diam saja menyaksikan penyimpangan yang dilakukan Umar?  Mengapa Nabi tidak menegur Umar, akibatnya, ucapan Umar yang keliru itu –seperti keyakinan syiah-, dijadikan pegangan oleh banyak umat Islam. Ketika sesuatu terjadi di hadapan Nabi sedangkan Nabi diam saja tanpa bereaksi, maka itu dianggap sebagai persetujuan dari Nabi, yang memiliki kekuatan hukum dalam syareat. Salah seorang sahabat makan daging “dhabb” di hadapan Nabi. Walaupun tidak ikut makan, Nabi tidak melarang sahabat tadi. Ini menjadi dasar hukum bagi halalnya daging dhabb. Begitu juga saat Nabi diam saja membiarkan Umar, tidak menegurnya, tidak mengoreksi kesalahannya.


Ada dua asumsi kemungkinan, yang pertama, Nabi takut pada Umar, maka ketika Umar berpendapat keliru, bahkan menghalangi Nabi menuliskan wasiatnya,  Nabi hanya diam seribu bahasa. Nabi rela tidak menuliskan wasiat yang kelak menjadi pegangan umat, karena takut pada Umar. Mustahil ini terjadi, karena  tugas Nabi adalah menyampaikan risalah kebenaran, dan Nabi telah melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Dengan penuh keberanian, Nabi menentang dan menantang kaum Quraisy tanpa mengenal rasa takut sedikitpun. Nabi tetap tegas  berdakwah, dengan lantang menyuarakan amanah ilahi, menjelaskan kesesatan kaum musyrikin Quraisy. Ancaman dan gangguan dari kaum Quraisy tidak menciutkan nyali Nabi. Jika Nabi tidak pernah merasa takut pada kaum Quraisy, apa yang membuat Nabi takut pada Umar? Tidak ada alasan bagi Nabi untuk takut pada Umar, apalagi dalam menyampaikan kebenaran. Mustahil Nabi takut pada Umar. Mustahil Umar bisa menghalangi Nabi dalam menyampaikan kebenaran. Ini jika dalam dada kita masih tertanam keyakinan, bahwa Nabi telah menyampaikan amanat yang diembannya dari Allah dengan sempurna.



Kemungkinan berikutnya, yaitu Nabi memang sengaja menyembunyikan wasiat, yang menurut sebagian syiah, melindungi umat dari perpecahan. Ini lebih mustahil. Nabi bergelar Al Amin sejak sebelum diangkat jadi Rasulullah, apakah mungkin Nabi mengkhianati Allah dan menyembunyikan wahyu? Keyakinan ini dapat membuat seorang muslim kehilangan Islamnya, karena menabrak salah satu rukun iman, yaitu iman pada Rasul, yang menuntut kita untuk percaya bahwa Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi Wa Alihi Wa Sallam telah menyampaikan amanat ilahi, menyampaikan seluruh wahyu Allah yang turun.

Ketika memvonis ucapan Umar adalah keliru, syiah harus menghadapi dua konsekuensi yang berat, dan memilih salah satunya. Nabi takut pada Umar, atau Nabi mengkhanati amanat risalah dan menyembunyikan kebenaran.

Di sisi lain, pernyataan Umar: “cukup bagi kami kitab Allah” didukung oleh para Imam syiah.

Al Kafi, jilid 1 hal 61, Imam Ja’far As Shadiq mengatakan Kitab Allah, di dalamnya terdapat berita kaum sebelum kalian, dan berita apa yang terjadi sesudah kalian, pemutus perselisihan yang ada pada kalian, dan kami mengetahuinya.

Al Kafi, jilid 1 hal 60.Imam Ja’far As Shadiq mengatakan : setiap sesuatu yang diperselisihkan oleh dua orang, pasti ada penjelasannya dalam kitab Allah, tetapi akal manusia tidak menjangkaunya.

Al Kafi, jilid 1 hal59, Ja’far As Shadiq mengatakan: sesungguhnya dalam Al Qur’an memuat penjelasan segala sesuatu, demi Allah, Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh hamba-hambanya, melainkan telah menjelaskannya pada manusia hingga seorang hamba tidak akan bisa berkata : andai saja hal ini tercantum dalam Al Qur’an, melainkan Allah telah menurunkan ayat tentang hal itu.

Bashairu Darajat hal 6 Imam Muhammad bin Ali Al Baqir menyatakan : Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh umat hingga hari kiamat, kecuali diturunkan dalam kitabNya dan dijelaskan pada RasulNya, dan Allah menjadikan batasan bagi segala sesuatu dan menjadikan segala sesuatu memiliki dalil yang menunjukkan padanya.

Bashair Darajat hal 194 : Imam Ja’far As Shadiq mengatakan : dalam Al Qur’an terdapat berita langit, beritu bumi, berita kejadian yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi, Allah berfirman : sebagai penjelas segala sesuatu (QS An Nahl ayat 89).

Tafsir Ali bin Ibrahim Al Qummi, jilid 2 hal 451: sesungguhnya dalam Al Qur’an memuat penjelasan segala sesuatu, demi Allah, Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh hamba-hambanya, melainkan telah menjelaskannya pada manusia hingga seorang hamba tidak akan bisa berkata : andai saja hal ini tercantum dalam Al Qur’an, melainkan Allah telah menurunkan ayat tentang hal itu.

Al Mahasin hal 267:  Imam Ja’far As Shadiq mengatakan : segala sesuatu yang diperselisihkan oleh dua orang, pasti ada penjelasannya dalam Kitab Allah.

Allah berfirman dalam Al Qur’an, surat An Nahl ayat 89, yang diterjemahkan sebagai berikut :
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri.





Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 16 of 16 comments

1. 06-11-2009 21:29

Reaksi Nabi
Maaf tapi jika kita amati hadis shahih, ada menyebut selepas Umar berkata Cukuplah Kitab Allah, Nabi naik berang dan menghalau semua keluar dari rumahnya. Tak ada pula disebut Nabi diam, tanda takut atau bersetuju dengan pendapat Umar. Mana satu yang betul ni, saya kurang faham. Sekian, terima kasih. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, Nabi menyuruh semua yang ada di ruangan untuk keluar, tetapi tidak mengomentari perkataan Umar, juga tidak jadi berwasiat.
Umar

2. 10-11-2009 01:46

Komentar
Nabi pada saat itu sedang sakit berat, dan jelas sekali. Coba Anda pikir, di akhir hayat Sang Nabi, perintahnya dilanggar jelas2 sehingga membuat orang2 gaduh di rumah Nabi. Nabi sudah bersikap tegas dengan mengusir mereka.  
Kalo toh, peristiwa ini tidak ada..kenapa ditulis di kitab2 Sunni? bahkan Bukhari pun menyebut Tragedi Hari Kamis itu. diantaranya: 
Dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: "Hari Kamis. Apakah hari Kamis itu?" Kemudian Ibnu Abbas menangis hingga air matanya membasahi kerikil. Aku bertanya: "Wahai Ibnu Abbas, apakah hari Kamis itu?" ia berkata: "Rasulullah saw sakit keras, lalu beliau bersabda: "Datangkanlah kepadaku tulang belikat (papan tulis), untuk aku tuliskan catatan (wasiat) kepada kamu di mana kamu tidak akan tersesat sesudah itu selama-lamanya." Maka mereka berdebat, dan tidaklah patut terjadi perdebatan di hadirat Nabi. 
 
dari situs ummulhadits.org silahkan cek hadits no: 
 
2911, 3019, 4214 
 
Jika peristiwa itu tidak terjadi, kenapa Bukhari meriwayatkan? 
Jika memang terjadi, kenapa ada sahabat berani menentang kemauan Rasul di saat2 akhirnya? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, ada pertanyaan yang belum anda jawab, yaitu mengapa Nabi tidak jadi menuliskan wasiatnya? apakah sakit bisa menghalangi Nabi melakukan kewajiban?
Abdun

3. 11-11-2009 18:08

Adakah rwayat seperti ini?
Aswbr, semoga dalam rahmat Allah bagi orang yang terus berkata benar. Benarkah ada riwayat seperti ini: "Wahai Muhammad! Aku akan bertanya anda beberapa perkara yang tidak menyenangkan hatiku seketika. Sekiranya anda dapat memberi jawapan kepadaku, nescaya aku akan memeluk Islam di tangan anda. Beliau SAWA bersabda:" Tanyalah wahai Abu 'Ammarah' Dia bertanya beberapa perkara sehingga dia berkata: Beritahukan kepadaku tentang wasi anda siapa dia? Tidak ada seorang nabi melainkan ada baginya seorang wasi. Dan sesungguhnya nabi kami Musa bin Imran telah berwasiatkan kepada Yusyu' bin Nun. Nabi SAWA menjawab:" Sesungguhnya wasiku ialah Ali ibn Abi Talib AS; selepas beliau ialah Hasan dan Husayn AS dan selepasnya ada sembilan orang yang kesemuanya adalah dari keturunan Husayn AS. Namakan mereka kepadaku. Beliau SAWA menjawab: Apabila wafatnya Husayn AS ialah anaknya Ali AS akan menjadi Imam; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Muhammad; apabila wafatnya Muhammad ialah anaknya Ja'far; apabila wafatnya Ja'far ialah anaknya Musa; apabila wafatnya Musa ialah anaknya Ali; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Muhammad; apabila wafatnya Muhammad ialah anaknya Ali; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Hasan; apabila wafatnya Hasan ialah anaknya al-Hujjah Muhammad al-Mahdi. Bilangan mereka adalah dua belas orang..." [Yanabi al-Mawaddah, hlm.446-447] 
 
MrShiaa: 
 
jika adna tanya apakah riwayat itu ada, barangkali ada, tetapi tidak semua yang ada itu benar dan shahih. jelas riwayat ini tidak shahih.
Hamdan

4. 11-11-2009 18:26

Ngigau
Satu lagi akhi, riwayat bahwa Rasul dituduh ngigau oleh Umar RA sudah mulai banyak yang tahu. Bukankah dalam Qur'an disebutkan bahwa Rasul tidak bakalan keliru dalam berkata. Apakah riwayat-riwayat tersebut hanyalah karangan palsu Syia'ah semata? 
 
MrShiaa: 
 
teriamkasih, pertanyaan yang harus diajukan, apakah benar Umar menuduh nabi mengigau?
Hamdan

5. 13-11-2009 22:21

tragedi khamis
pokok persoalannya bukan kenapa nabi tidak menulis wasiatnya, tapi mengapa biadab sungguh sahabat termasuk umar, berdebat apabila nabi sudah berkata, dia mahu menuliskan wasiat. Nabi terus jadi berang dan mengusir semua keluar. Satu lagi persoalannya ialah tergamak pula Umar menyatakan Nabi sedang merapu (merepek, tidak waras) kerana sedang sakit berat. Bolehkah Nabi itu merepek ketika sedang sakit. Bukankah Allah memeliharanya? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, justru inilah yang menjadi pokok persoalan, mengapa Nabi tidak jadi menyampaikan wasiat hanya karena sahabat menolak? 
bukankah kaum Quraisy juga menolak Nabi menyampaikan dakwah, tapi Nabi tetap berdakwah? 
anda cakap Umar berkata : Nabi merepek, mana sumbernya? 
 
insya Allah anda akan tahu siapa yang berdebat di depan Nabi. 
 
Mengapa Nabi tidak jadi menulis wasiat karena sahabat? Apakah Nabi takut pada sahabat? 
nora

6. 24-11-2009 23:12

Pembahasan Khusus Tragedi Hari Kamis
Akhi yang dimuliakan oleh Allah, bagaimana kalo antum bikin makalah/artikel khusus mengenai peristiwa hari kamis, karena kisah ini yang paling sering dijadikan orang Syiah sebagai hujjah bahwasanya sahabat-sahabat itu sebagian dari mereka adalah penghianat terhadap Rasul. Banyak diantara kami yang masih bingung untuk persoalan ini. 
 
Syukran, Wassalam. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, ini sebagai permulaan bagi pembahasan mengenai tragedi hari kamis. sebenarnya dari pembahasan ini saja sudah cukup untuk menjelaskan. tetapi masih ada beberapa point lagi yang harus dibahas. Insya Allah akan kami bahas.
Hamdun

7. 26-11-2009 09:31

Keritik
ass.alaikum, Maaf...!!! penulis sepertinya tidak paham apa yang sedang ditulisnya(terlebih khusus lagi ketika mengutip pendapat kitab2 syiah),..kalau Umar benar-benar mengatakan hal itu(bahwa cukuplah untuk kita semua kitab Allah) berarti Umar telah menganggab perkataan,kelakuan dan sikap Nabi(termasuk sikap diam atau tidak diamnya)adalah tidak penting dan tidak di butuhkan,lalu mengapa ummat islam menjadikan hadis2 nabi sebagai sumber hukum..?? tentunya jawabannya jelas sekali,karena di dalam al quran hanya tertera penyajian hukum secara kulli(universal)atau tidak terinci.Tetapi bagi Umar sekali lagi...cukuplah kitab Allah. Pertanyaan:siapa yang mampu menafsirkan Al Quran secara pasti dan 100% benar..?? apakah Umar..?? atau Nabi pada saat itu hendak memberitahukan orangnya..???? apakah benar Nabi Diam dan tidak menunjukkan reaksi sedikitpun....???  
 
seperti yang penulis katakan...sebagian diantara kita ada orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik...???? apakah penulis telah menggunakan akalnya dengan baik...??? 
 
anda mesti belajar logika lebih sungguh2 lagi...soalnya tulisan antum itu tidak punya nilai logis yang cukup,dengan kata lain tulisan ini di tulis dengan perasaan benci saja dengan orang syiah...tudak ikhlas....OK! 
 
maaf jika kasar....biar antum menggunakan akal antum secara lebih baik lagi..!!! 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, nampak jelas anda menuduh Umar memiliki pemahaman yang seperti anda tuduhkan, bahwa tidak perlu lagi sumber selain Al Qur'an, yaitu tidak lagi perlu hadits. 
 
pertanyannya, apakah Umar memahami seperti itu? 
Apakah Umar memahami bahwa ucapan Nabi tidak penting? 
Apakah itu juga yang dimaksud oleh para imam anda? 
 
Mengapa Nabi tidak mengoreksi sikap Umar? Mengapa ahlulbait yang ada di situ ikut diam? 
Dan terakhir, mengapa orang yang dalam pandangan anda begitu buruk, ternyata masih dipercaya oleh Ali, dinikahkan dengan Ummu Kultsum, darah daging Nabi SAAW sendiri.
ali

8. 26-11-2009 15:02

Persoalannya bukan itu
Sebetulnya persoalannya bukan, benarkah pernyataan Umar: cukup bagi kami kitab Allah? 
 
Persoalannya ialah, DAPATKAH DIBENARKAN seseorang menolak (atau menghalangi, biar lebih halus) apa yang jadi perintah Nabi? 
 
Tentu jawaban TIDAK DAPAT DIBENARKAN. 
 
Bukankah kita diperintahkan untuk taat, sebagaimana perintah Allah, "Apa yang datang dari Rasul, maka ambilah Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah." (QS al hasyr (59):7) 
 
Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya (QS al Nisa (4):59) dari firman-Nya tersebut kita diperintahkan tanpa syarat, baik kondisi Rasul sehat maupun sakit. 
 
Hal ini diperintahkan pula oleh Allah Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah sesat, dalam kesesatan yang nyata (QS al Ahzab (33):36).  
 
Silogisme deduksi: 
Umar mendurhakai Rasul. 
Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul maka ia telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
Jadi Umar telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, yang lebih lucu lagi, mengapa Nabi diam saja ketika "dihalangi" oleh Umar? tidak mengoreksi tindakan Umar, tidak menyalahkan Umar? 
 
kita lanjutkan silogisme anda: 
 
Umar berada dalam kesesatan yang nyata, 
Ali menikahkan anaknya dengan Umar, Ummu Kultsum. 
 
Jadi..... (silahkan isi, saya tunggu, saya yakin anda bukan pengecut)
metafisika

9. 26-11-2009 15:10

persangkaan / asumsi
Apa yang Anda sampaikan diatas, merupakan kemungkinan/asumsi/persangkaan belaka. 
 
Bukankah Allah telah berfirman: 
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.[QS. Yunus:36] 
 
Jadi, tinggalkanlah asumsi-asumsi tersebut. Karena itu tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran.  
 
Saya pikir Anda orang yang sangat tunduk terhadap perintah Allah dalam Al-Qur'an. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih nasehatnya, nasehat anda sungguh berharga. mari kita semua tunduk pada Al Qur'an.
metafisika

10. 26-11-2009 15:17

wasiat Nabi
Betulkah Nabi tidak meninggalkan wasiat? 
 
Mari kita simak riwayat berikut: 
 
Narrated Said bin Jubair:  
 
that he heard Ibn Abbas saying, thursday! And you know not what thursday is? After that Ibn Abbas wept till the stones on the ground were soaked with his tears. On that I asked Ibn Abbas, What is (about) thursday? He said, When the condition (i.e. health) of Allahs Apostle deteriorated, he said, Bring me a bone of scapula, so that I may write something for you after which you will never go astray.The people differed in their opinions although it was improper to differ in front of a prophet, They said, What is wrong with him? Do you think he is delirious? Ask him (to understand). The Prophet replied, Leave me as I am in a better state than what you are asking me to do. Then the Prophet ordered them to do three things saying, Turn out all the pagans from the Arabian Peninsula, show respect to all foreign delegates by giving them gifts as I used to do.  The sub-narrator added, The third order was something beneficial which either Ibn Abbas did not mention or he mentioned but I forgot. 
 
Dari riwayat tersebut, ternyata Nabi jadi menyampaikan wasiatnya. Tetapi perawi mengatakan bahwa wasiat yang ketiga itu lupa. Artinya apa? Artinya bahwa kita (umat islam) tidak mengetahui wasiat Nabi yang ketiga itu apa. Entah apakah ada riwayat lain yang mencantumkan riwayat yang ketiga itu atau tidak. Yang jelas, sepanjang yang saya ketahui, tidak ada satupun riwayat di dalam kitab Ahlulsunnah yang terpercaya yang memuat riwayat kamis kelabu itu secara lengkap, artinya ada wasiat yang ketiga di sana. Mohon diluruskan kalau ternyata saya salah. 
 
Nabi itu memiliki 3 wasiat agar kita tidak tersesat sepeninggal beliau. Tetapi wasiat yang sampai kepada kita hanya 2 wasiat saja. Itu artinya tidak lengkap, itu jelas. Dikarenakan tidak lengkap, maka kita masih tersesat. Alasannya adalah kita bisa tidak tersesat ketika kita memegang teguh 3 wasiat itu. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih koreksinya, sayang anda tidak menyebutkan sumber rujukannya. 
 
namun apakah anda menuduh seluruh umat Islam sesat sejak jaman Rasul hingga hari ini, karena tidak melaksanakan satu wasiat Nabi? 
 
jika riwayat sunni saja tidak ada, apalagi riwayat syiah. atau anda ingin mencoba mengemukakan riwayat kamis kelabu secara lengkap dari sumber syiah? saya tunggu, saya yakin anda bukan pengecut . 
 
jika Nabi memang berwasiat, artinya tidak jadi kelabu lagi. bukan begitu?  
 
metafsisika

11. 26-11-2009 15:31

Perkataan Imam Syiah
Saya pikir terlalu tergesa-gesa untuk mengatakan bahwa perkataan Imam syiah itu mendukung pernyataan Umar (yang menurut silogisme yang saya bawakan merupakan orang sesat). 
 
Pasalnya, tidak ada kesamaan konteks antara perkataan Imam syiah dengan umar (yang sesat itu). Lalu apa perbedaanya? 
 
Perkataan Umar (yang sesat itu) menunjukkan bahwa CUKUP AL-QUR'AN BAGI KITA dalam konteks Nabi hendak menyampaikan wasiat. 
 
Sedangkan perkataan Imam Syiah itu dalam konteks posisi, fungsi, dan kelebihan Al-Qur'an.  
 
Apa yang Anda sajikan dalam tulisan Anda itu sungguh kacau peletakkannya sehingga menimbulkan pemahaman yang kacau juga. 
 
Adapun urutannya, akan lebih mudah dicerna jika dirubah menjadi: 
 
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. (QS. Al-Maaidah [5]: 48) 
 
Allah berfirman dalam Al Quran, surat An Nahl ayat 89, yang diterjemahkan sebagai berikut : 
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri. 
 
Al Kafi, jilid 1 hal59, Jafar As Shadiq mengatakan: sesungguhnya dalam Al Quran memuat penjelasan segala sesuatu, demi Allah, Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh hamba-hambanya, melainkan telah menjelaskannya pada manusia hingga seorang hamba tidak akan bisa berkata : andai saja hal ini tercantum dalam Al Quran, melainkan Allah telah menurunkan ayat tentang hal itu. 
 
Bashairu Darajat hal 6 Imam Muhammad bin Ali Al Baqir menyatakan : Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh umat hingga hari kiamat, kecuali diturunkan dalam kitabNya dan dijelaskan pada RasulNya, dan Allah menjadikan batasan bagi segala sesuatu dan menjadikan segala sesuatu memiliki dalil yang menunjukkan padanya. 
 
Bashair Darajat hal 194 : Imam Jafar As Shadiq mengatakan : dalam Al Quran terdapat berita langit, berita bumi, berita kejadian yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi, Allah berfirman : sebagai penjelas segala sesuatu (QS An Nahl ayat 89). 
 
Tafsir Ali bin Ibrahim Al Qummi, jilid 2 hal 451: sesungguhnya dalam Al Quran memuat penjelasan segala sesuatu, demi Allah, Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh hamba-hambanya, melainkan telah menjelaskannya pada manusia hingga seorang hamba tidak akan bisa berkata : andai saja hal ini tercantum dalam Al Quran, melainkan Allah telah menurunkan ayat tentang hal itu. 
 
Al Mahasin hal 267: Imam Jafar As Shadiq mengatakan : segala sesuatu yang diperselisihkan oleh dua orang, pasti ada penjelasannya dalam Kitab Allah. 
 
sampai sini dulu, maksudnya bahwa baik ayat Al-Qur'an maupun perkataan Imam syiah diatas itu untuk menginformasikan kepada kita bahwa Al-Qur'an itu pedoman bagi umat manusia. 
 
Imam Syiah berusaha menafsirkan kedua ayat yang saya kutip diatas. 
 
Setelah ini, baru kemudian akan kita tambahkan untuk menilai apakah perkataan Umar (yang sesat itu) benar atau tidak. 
 
Al Kafi, jilid 1 hal 60.Imam Jafar As Shadiq mengatakan : setiap sesuatu yang diperselisihkan oleh dua orang, pasti ada penjelasannya dalam kitab Allah, tetapi akal manusia tidak menjangkaunya. 
 
Maksudnya bahwa sebetulnya segala sesuatu sudah ada di dalam Kitab Allah, tetapi memang akal manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan ini tidak mampu menjangkau seluruhnya. 
 
Lalu apa gunanya donk? jelas berguna, karena ada manusia-manusia pilihan yang khusus yang dapat menjangkau itu. 
 
Siapa? 
 
Nah, baru perkataan Imam Ja'far yang pertama Anda kutip pada tulisan diatas. 
 
Al Kafi, jilid 1 hal 61, Imam Jafar As Shadiq mengatakan Kitab Allah, di dalamnya terdapat berita kaum sebelum kalian, dan berita apa yang terjadi sesudah kalian, pemutus perselisihan yang ada pada kalian, dan kami mengetahuinya. 
 
Jadi kalau Umar mengatakan cukuplah Al-Qur'an, maka sebetulnya itu tidak cukup. Karena perlu penjelas. Siapa itu? Ahlulbayt. 
 
Bahwa Nabi meninggalkan 2 perkara penting. Al-Qur'an dan Ahlulbayt. Jika kita mengikutinya, kita tidak akan tersesat sepeninggal beliau. (Shahih Muslim). 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih atas komennya, sebelumnya saya sudah mencari riwayat seperti yang anda tulis, tapi tidak saya temukan di shahih muslim. barangkali saya salah lihat. 
 
menurut penjelasan anda, mestinya yang jadi Nabi bukan Muhammad, tapi ahlulbait, yang menurut anda adalah Ali dan 11 anak cucunya. 
 
Karena yang bertugas menerangkan Al Qur'an adalah mereka, bukan Nabi Muhammad. Menurut anda, ahlulbait lah yang menjadi penjelas Al Qur'an. 
 
tapi dalam Al Qur'an, kita melihat perintah untuk kembali pada Allah dan Rasul Muhammad SAAW saja ketika terjadi perselisihan, bukan pada ahlulbait. lihat surat An Nisa' 59.  
 
 
lihat lagi silogisme yang anda tulis, tolong dilengkapi.
metafisika

12. 02-12-2009 13:02

mana nih komenku pengecut?
kmana ya komenku pengecut?
metafisika

13. 07-12-2009 03:00

Sekedar comment
Salam, 
Yang dikritik dari ucapan Umar itu kan ketika dia merasa cukup dengan Al-Qur'an tanpa Sunnah. Wajar jika hal itu dikritik, anehnya bukankah Ahlus sunnah adalah pengikut sunnah, lalu kenapa menokohkan orang yang jelas2 menolak sunnah bahkan melarang penulisan sunnah? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, Nabi saja tidak mengkritik ucapan Umar itu, mengapa kita harus mempermasalahkan? lagian ucapan Umar sesuai dengan apa yang dikatakan oleh para imam ahlulbait. 
 
apakah dengan mengatakan cukup dengan Al Qur'an, berarti menolak sunnah?
Adun

14. 04-01-2010 02:52

mohon ditampilkan
mohon komentar saya ditampilkan mas. Biar semua terbuka apa adanya...
metafisika

15. 06-01-2010 12:34

hehehe
mas metafisika, sepertinya anda pernah kena batunya dalam masalah "kamis kelabu" 
 
kata kamis kelabu itu digunakan oleh seseorang, yang rupanya orang itu adalah anda, anda yang pernah kena batunya masalah kamis kelabu 
 
rupanya anda ingin menebus kesalahan, tapi rupanya anda kena batunya untuk kali kedua. 
abdullah abdulkadir

16. 19-01-2010 06:48

artikel Kamis Kelabu
Mr_Shia, sharing info aja, ada blog yang sudah memuat tentang peristiwa Kamis Kelabu ini secara panjang lebar di sini : 
 
http:// alfanarku.wordpress.com/2009/ 12/23/tragedi-kamis-kelabu- bagian-1/ 
 
http:// alfanarku.wordpress.com/2010/ 01/11/tragedi-kamis-kelabu- bagian-2/ 
 
Barakallahu fiik Mr-Shia
sandi

Display 16 of 16 comments

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2018 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

izin share
Assalamu Alaikum... Mr.Shiaa yang di Muliakan saya minta izin untuk...
10/05/14 01:58 More...
By Abdi Dalem

mr
cukuplah hadits Bukhari tentang tanah fadak no 3435 sebagai pembantah...
30/10/13 10:38 More...
By amien

pns
kang jalal suruh belajar lagi tentang agama islam yg benar..banyak...
19/09/13 05:58 More...
By yusuf prasetyo

Assalamualaikum..
Dari awal sampai akhir ana baca koment2 yg memihak syiah versus yg...
08/09/13 18:29 More...
By Revi

ululalabab
Aswb, mudahďan Allah memberikan anda kekuatan untuk trus berjuang...
08/09/13 08:50 More...
By tauhid

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 1 tamu online