Home
Wasiat Ali menjelang Wafat PDF Cetak E-mail
 

Menjelang wafat, hanya hal-hal penting yang diingat. Mari kita simak bersama wasiat Ali bin Abi Thalib menjelang wafat. Wasiat dari Ali pastilah penting. Apalagi bagi temen-temen syi'ah, yang meyakini Ali sebagai imam maksum yang wajib diikuti.

Dari Abu Ali Al Asy’ari, dari Muhammad bin Abdul Jabbar, dan Muhammad bin Ismail, dari Fadhl bin Syadzan, dari Shafwan bin Yahya, dari Abdurrahman bin Hajjaj berkata : Abul Hasan Musa Alaihissalam mengirimkan padaku wasiat Amirul Mukminin Alaihissalam, isinya : Bismillahirrahmanirrahim, ini adalah wasiat dari pembagian harta dari hamba Allah Ali, demi mencari ridha Allah, kiranya agar sudi memasukkan saya ke sorga dan menjauhkan dari neraka karena wasiat ini, pada hari di mana ada wajah yang putih dan ada juga wajah yang menghitam,  seluruh harta milikku yang ada di Yanbu’ dan sekitarnya adalah sedekah, dan seluruh budaknya selain Rabah dan Abu Naizar dan Jubair  adalah merdeka, tidak ada yang boleh menghalangi mereka, mereka adalah budak, mengelola harta selama lima tahun,  mereka boleh mengambil bagian harta untuk nafkah pribadi mereka dan keluarganya, sedangkan harta milik saya yang ada di Wadil Qura, dari harta milik anak keturunan Fatimah berikut budaknya adala sedekah, dan yang ada di Dimah beserta penduduknya adalah sedekah, kecuali Zuraiq, berlaku baginya seperti yang aku lakukan pada teman-temannya, sedangkan hartaku yang ada di Adzinah berikut penduduknya adalah sedekah, dan Faqirain seperti yang kalian ketahui adalah sedekah di jalan Allah, dan yang telah kutentukan dari hartaku ini adalah sedekah yang wajib kutunaikan baik saat aku hidup maupun sudah mati, seluruhnya diinfakkan demi mencari keridhoan Allah, di jalan Allah, demi meraih keridhoanNya, dan untuk kerabatku dari golongan Bani Hasyim serta Bani Muthalib, yang dekat maupun yang jauh, semuanya dikelola oleh Hasan bin Ali, dia boleh memakan harta itu dengan baik-baik, dan menginfakkan di jalan yang diajarkan Allah, maka itu halal dilakukannya, tidak ada masalah, jika dia ingin maka boleh dijadikan miliknya, sesungguhnya anak-anak Ali, budak dan hartanya adalah dikelola oleh Hasan bin Ali.  Jika rumah yang menjadi miliknya bukan termasuk rumah sedekah, dan dia ingin menjualnya maka dia boleh menjualnya. jika dia menjualnya, maka hasil penjualannya dibagi menjadi tiga, sepertiga disedekahkan di jalan Allah, dan dua pertiga untuk Bani Hasyim dan bani Muthalib, sepertiganya untuk keluarga Abu Thalib, dibagikan pada mereka sesuai petunjuk Allah, jika terjadi sesuatu pada Hasan sedangkan Husein masih hidup, maka dikelola oleh Husein bin Ali, dan Husein harus mengelola sesuai dengan petunjukku pada Hasan, dia wajib melakukan apa yang dilakukan oleh Hasan, bagian sedekah untuk anak-anak fatimah adalah sama seperti anak-anak Ali, saya menggariskan ketentuan untuk anak keturunan Fatimah adalah untuk mencari keridhoan Allah dan menghormati Rasulullah, mengagungkan dan memuliakan Rasulullah dan Fatimah, jika terjadi sesuatu pada Hasan dan Husein, maka yang masih hidup di antara mereka berdua melihat anak cucu Ali , jika ada dari mereka yang baik agama dan amanatnya, maka diserahkan padanya jika dia mau, jika tidak ada dari mereka yang baik agama dan amanatnya, maka diserahkan pada salah satu dari anak cucu Abu Thalib yang  dilihatnya baik, jika di antara anak cucu Abu Thalib sudah tidak ada lagi yang dituakan dan bijaksana, maka diserahkan pada salah satu dari Bani Hasyim, dengan syarat agar harta itu tetap dan tidak dijual, dan menginfakkan hasilnya seperti yang telah kutentukan, yaitu fi sabilillah, dan pada keluarga bani hasyim dan bani muthalib, tidak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan, dan harta Muhammad bin Ali yang menjadi miliknya, maka dia digabungkan dengan bagian anak cucu Fatimah, dan budak-budak yang namanya ada dalam daftar kecil, mereka seluruhnya merdeka. Inilah ketentuan yang dituliskan oleh Ali bin Abi Thalib dalam pengelolaan hartanya pada pagi ini, sehari setelah aku sampai di Muskin( nama tempat dekat Kufah), demi mencari keridhoan Allah dan negeri akherat, hanya Allah lah tempat kita semua meminta tolong dalam segala kondisi, tidak halal bagi seorang muslim yang beriman pada Allah dan hari akhir untuk merubah dan melanggar ketentuan ini, baik orang dekat maupun orang jauh. Dan budakku yang kugauli, jumlahnya 17, ada dari mereka yang memiliki anak, ada yang hamil, ada lagi yang tidak memiliki anak, siapa yang memiliki anak atau sedang hamil, maka tidak dimerdekakan, dan menjadi bagian anaknya, jika anaknya mati sedang dia masih hidup, maka dia merdeka tidak boleh ada yang menggugat, ini adalah pembagian yang ditentukan oleh Ali bagi hartanya, sehari setelalh sampai di Muskin, disaksikan oleh Abu Samr bin Burhah, Sha’sha’ah bin Shuhan, Yazid bin Qais, Hiyaj bin Abi Hiyaj, Ali menulis wasiat ini dengan tangannya sendiri pada 10 Jumadil Ula tahun 37 H.

Selain berwasiat mengenai pengelolaan hartanya, Ali juga berwasiat:

Bismillahirrahmanirrahim, inilah wasiat dari Ali bin Abi Thalib, mewasiatkan bahwa dirinya bersyahadat tiada tuhan selain Allah, hanya Dia sendiri tidak ada sekutu baginya, dan Muhammad adalah hamba dan RasulNya, diutus dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas seluruh agama, walaupun orang musyrik benci. Shallallahu Alaihi Wa Aalihi, lalu sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabbul Alamin, tidak ada sekutu baginya dan itulah yang diperintahkan padaku, dan aku termasuk golongan muslimin.  Lalu aku mewasiatkan padamu wahai Hasan, dan seluruh ahlulbaitku, dan anakku, juga seluruh mereka yang membaca tulisanku ini, agar bertaqwa pada Allah Rabb kalian, jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Berpeganglah pada tali Allah bersama-sama, dan janganlah kalian berpecah belah, karena aku mendengar Rasulullah bersabda: hubungan baik di antara kaum muslimin lebih baik daripada shalat dan puasa secara umum, dan : hal yang merontokkan agama, yang menghabiskan agama adalah rusaknya hubungan baik di antara kaum muslimin, tidak ada daya dan upaya melainkan dari Allah semata, yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Perhatikanlah kerabat dekat kalian, sambunglah silaturahmi, agar Allah memudahkan hisab amalan kalian. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang anak yatim, teruslah memberi makanan mereka, jangan sampai terputus, jangan sampai mereka tidak terurus di depan kalian, aku telah mendengar rasulullah bersabda: siapa yang menanggung hidup anak yatim sampai bisa bekerja dan mencukupi hidupnya, Allah mewajibkan baginya sorga, sebagaimana mewajibkan neraka bagi orang yang memakan anak yatim. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang Al Qur’an, jangan sampai kalian ketinggalan dalam mengamalkanya dari orang lain, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang tetangga kalian, karena Rasulullah telah berwasiat tentang mereka, dan selalu mewasiatkan sampai kami mengira bahwa tetangga akan mewarisi harta tetangganya. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang rumah-rumah Allah (masjid) jangan sampai kosong dari kehadiaran kalian selama kalian masih hidup, jika kalian meninggalkan rumah-rumah Allah, kalian tidak diberi tenggang lagi dari azab, dan hal yang  didapat dari orang yang pergi ke masjid adalah diampuni dosanya yang telah lalu, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang shalat, karena shalat adalah sebaik-baik amalan, shalat adalah tiang agama. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang zakat, sungguh zakat memadamkan kemarahan Rabb kalian, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang puasa Ramadhan, karena berpuasa pada bulan itu adalah perisai dari api neraka, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang kaum fakir dan miskin, ikutkan mereka dalam kehidupan kalian, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang jihad dengan harta, jiwa dan lisan kalian, karena hanya ada dua macam orang yang berjihad, yaitu imam yang membawa petunjuk, dan orang taat yang mengikuti petunjuk imam, Aku ingatkan kalian pada Allah tentang keturunan Nabi kalian, jangan sampai mereka dizhalimi di depan mata kalian, sedangkan kalian mampu membela mereka. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang sahabat Nabi kalian, yang tidak berbuat dosa dan tidak melindungi pendosa, karena Rasulullah mewasiatkan mereka, dan melaknat orang yang berbuat jahat di antara mereka, atau melindungi penjahat, juga dari selain mereka. Aku ingatkan kalian pada Allah tentang wanita dan budak, karena kata akhir Nabi kalian adalah : akuw asiatkan pada kalian dua golongan lemah, yaitu wanita dan budak. Shalat, shalat, shalat, dan janganlah kalian takut melakukan perintah Allah karena celaan orang, Allah akan membela kalian dari orang yang mengganggu dan menganiaya kalian, ucapkan perkataan yang baik pada manusia, seperti telah diperintahkan oleh Allah. janganlah kalian meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, jika kalian tinggalkan, Allah akan menjadikan bagi kalian pemimpin dari golongan terjelek dari kalian, lalu kalian berdo’a dan tidak dikabulkan. Wahai anakku, hendaknya engkau menyambung hubungan, memberi orang lain dan berbuat baik, hindarilah memutus hubungan, saling membelakangi dan berpecah belah, hendaknya kalian saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong menolong atas perbuatan dosa dan permusuhan, bertakwalah pada Allah, sesungguhnya hukuman Allah adalah keras, semoga Allah menjaga kalian, seperti menjaga keluarga Nabi dan NabiNya di antara kalian, kutitipkan kalian pada Allah, dan aku membaca Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Lalu Ali terus mengucapkan : Laa Ilaaha Illallah, hingga akhirnya wafat…. Pada malam tanggal 23 Ramadhan, bertepatan malam jumat, tahun 40 H


Wasiat di atas tercantum dalam literatur syiah : Al Kafi, Mal La Yahdhuruhul Faqih, Tuhaful Uqul, Tahdzibul Ahkam, Nahjus Sa’adah, Biharul Anwar, Mustadrak Safinatil Bihar.

Wasiat ini tidak ditujukan pada anak-anak Ali saja, tapi pada siapa saja yang membaca surat wasiatnya. Yang perlu kita cermati di sini, Ali berwasiat tentang banyak hal. Ali mengawali wasiatnya dengan wasiat tentang persatuan umat. Lalu dengan Al Qur’an, shalat, zakat, puasa Ramadhan dan ibadah haji.  tidak ketinggalan Ali berwasiat agar bersikap baik terhadap para sahabat Nabi, berlaku baik pada wanita dan budak, tentang anak yatim, dan amar makruf nahi munkar. Semua poin dalam wasiat ini adalah hal-hal yang penting.


Namun Ali tidak menyinggung satu hal yang dianggap penting oleh syi’ah hari ini. Ternyata Ali sama sekali tidak menyinggung masalah imamah. Tidak menyinggung 12 imam, kewajiban mengikuti imam, tidak mewasiatkan pada anak cucunya berikut umat Islam untuk mengikuti 12 imam. Ini satu pertanda bahwa Ali tidak mengenal keyakinan imamah seperti dikenal oleh syi’ah hari ini. Ali malah berwasiat untuk bersikap baik pada para sahabat Nabi, mereka yang dianggap pengkhianat oleh syi’ah. Berwasiat tentang persatuan umat, melarang untuk bermusuhan sesama muslim. Sementara syi’ah menganggap kaum muslim yang tidak meyakini imamah adalah sesat.
Ali tidak meyakini imamah sebagaimana diyakini syi’ah hari ini, dan tidak pernah tahu tentang kewajiban beriman pada 12 imam.


Kata Ali:
, jika terjadi sesuatu pada Hasan dan Husein, maka yang masih hidup di antara mereka berdua melihat anak cucu Ali , jika ada dari mereka yang baik agama dan amanatnya, maka diserahkan padanya jika dia mau.

Jika Ali mengimani adalah 12 imam, sebagaimana syi’ah hari ini, mestinya diserahkan pada Ali bin Husein, bukan salah satu dari anak cucu Ali. Bukankah 12 imam sudah ditunjuk oleh Nabi? Atau Ali, sang pintu ilmu nan maksum, kali ini tidak tahu?


Memang Ali tidak mengenal ajaran imamah.

 





Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 17 of 17 comments

1. 19-12-2009 02:37

Syiah
Makin terang ajaran Islam yang bersumber dari Qur'an hadits shahih dan yang palsu dari ajaran Yahudi La'natullah.
nain

2. 19-12-2009 08:00

Tampilkan komentar saya
Alangkah baiknya jika komentar saya seluruhnya ditampilkan. Semoga tidak ada yang ditutup2i. Jadi, mohon tampilkan komentar saya ditulisan kamis kelabu diweb ini. Gimana?
metafisika

3. 23-12-2009 10:51

hamba Alloh
ASSALMLKM.semoga Alloh SWT membumihanguskan syiah di INDONESIA(khusus)& di DUNIA(UMUMNYA)DAN MEMBERI KEMENANGAN KEPADA AHLUSUNNAH WALJAMAAH(FIRQOTUN NAJIYAH /wali Alloh)untuk menegakkan agama ISLAM yang HAQ dimuka bumi atas orang-orang kafir maupun munafiqin(wali-wali syaithon).WASSLMLKM Wr. Wb.
siswo

4. 24-12-2009 10:31

ijin mengkopi
Mohon ijin mengkopi artikelnya ya pak, halalkan ya... 
 
MrShiaa: 
 
di bawah situs sudah ditulis, bebas mengkopi dan menyebarkan artikel ke mana saja tanpa ijin. terimakasih banyak
tyo

5. 26-12-2009 12:31

Hamba Wanita
....Dan budakku yang kugauli, jumlahnya 17, ada dari mereka yang memiliki anak, ada yang hamil, ada lagi yang tidak memiliki anak, siapa yang memiliki anak atau sedang hamil,.... 
soalan: 
1.Adakah ini umu walad atau mutah 
2.Budak atau hamba perempuan boleh digauli - adakah di bolehkan hingga sekarang atau dimansuhkan 
Terima kasih. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, maksudnya adalah ummu walad, imam Ali bin Abi Thalib tidak mengenal mut'ah, dan tidak pernah melakukan mut'ah. 
 
untuk syareat berkenaan budak sampai sekarang masih berlaku, dan tidak ada yang menasakh, jadi tidak mansukh
aburedza

6. 28-12-2009 10:26

syiah yg sesat
kalau melihat gambar dan ajarannya, syiah menyukai pluralisme dan mencampur aduk ajaran islam dgn yang lainnya dengan dibumbuhi pemikiran sendiri yang amburadul dan semrawut. bgm ajaran sprti ini bisa diterima dan dicerna sbg ajaran yang benar? orang yang dengki thdp islam akan menggunakan ajaran ini untk nebeng sbg sarana menghancukan ajaran Allah SWT yang murni yg berasal dari alQur`an dan sunnah Rasulullah SAW. Jd memang kita dituntut utk selalu dekat dan memohon kepada Allah SWT supayan kita terhindar dari ajaran yg sangat menyesatkan ini.
ichwan

7. 30-12-2009 07:32

Komentar
Salaamaan...:) dalam literatur hadits dari Nabi saja banyak yang menyebut 12 pemimpin tapi Anda mengingkari. Apalah arti wasiat Ali bagi Anda jika wasiat Nabi saja tidak dihiraukan??? :) 
ala kulli haal... 
Nabi jelas telah menunjuk 12 pemimpin, dalam banyak kesempatan pun Imam Ali menjelaskan. Sayangnya dalam satu cuplikan wasiat saja Anda sudah menganggap tahu semua :) 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, pertanyaannya, apakah12 khalifah itu yang dimaksud adalah 12 imam syiah?  
ini yang susah dicari jawabannya, atau anda bisa menjawabnya dengan bukti valid, bukan klaim saja?
Rijal

8. 03-01-2010 04:48

12 Khalifah
Hadits 12 Khalifah adalah hadits 12 Imam Syiah? Dimana hubungannya Imam yang hanya sekedar diikuti secara spirit dengan status Khalifah yang mengatur seluruh kehidupan muslimin? Kecuali Imam Ali n Hasan Radiyallahu 'Anhumaa. Kalau hadits 12 Khilafah dijadikan hujjah akan keberadaan 12 Imam yang dijanjikan Allah, maka pada kenyataannya hanya Imam Ali n Hasan yang jadi Khalifah. Pertanyaannya, apakah hadits ini bathil? Atau pemahaman 12 Imam/Khalifah yang sebaliknya batil? 
 
Berbicara tentang kepemimpinan ummat pasca Rasul, atau kekhilafahan, lebih banyak hadits yang sesuai dengan fakta tidak menyiratkan penunjukkan pengganti Rasul. Seperti hadits khilafah 30 tahun (bukan berarti memang kepemimpinan muslimin hanya 30 tahun) dan hadits periode masa kehidupn bersama Rasul - khilafah rasyidah - keberadaan mulkan addhon - mulkan jabariyya - khilafah atas manhaj kenabian (dan sekarang kita berada pada periode mulkan jabariya); keduanya adalah hadits kepemimpinan ummat yang sesuai dengan fakta yang telah terjadi dan sama sekali tidak ada penunjukan imam/khalifah, juga tidak ada pengkhususan kepemimpinan hanya boleh dibawah keturunan Ali Ra.
Hamdun

9. 05-01-2010 00:45

unsos
hari gini masih percaya sama syiah
syaifulloh yusuf

10. 07-01-2010 18:50

berani..ngak
wahai para pembela syiah berani ngak bermubahalah (doa sebenar2nya diantara kedua bela pihak untuk disegerakan adzab dari Allah bg phak yang salah)...berani ngak???jg lidah aja yang lancang..kita liat mana yang benar antara ahlus-sunnah ma syiah dan hakimnya Adalah Allah azza wa jalla.....sebelum banyak bicara hadits..urusi dulu rokok kalian!!!!!!!!!!!!!!!
Al-faqir ilallah

11. 07-01-2010 22:20

percaya
Hari gini kudu percayanya sama Qur'an dan Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wassalam. 
Semoga para syi'i diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk kembali kepada Islam yg haq.
toghe

12. 09-01-2010 13:38

mut-ah
bg yg bingung dgn kebenaran syiah...ngecek-y paling gampang bahwa ajaran syiah itu wahyu apa hawa nafsu. tanyakan ke ustadz2 syiah...bolehkah sy nikah mut-ah dgn anak bpk..atau istri bpk..?..kalo boleh.....dia yg GILA apa ajarao-y yg SESAT...tapi pasti jawaban-y dia akan marah dan mengusir anda...maukah ank / istri kita d GILIR oleh orang lain..?
aang

13. 09-01-2010 23:10

Sunnah
Btul2 kyk prkataan anda.
Rial

14. 25-01-2010 13:17

untuk sahabat yg menamakan diri syiah nu muhamadiy
ada byk pendapat ada byk cara ada byk jalan utk mencapai kemuliaan. saya prihatin kl sampai ini terjadi permusuhan pertengkaran kedengkian tak berujung dan tak bermakna/ tak pengelompokan dlm Islam baik syiah sunni nu muhamdyh byk hal yg lbh pnting utk disikapi jgn membawa bendera atas nama Islam kemudian merasa paling benar/paling hebat/paling alim/paling pintar sungguh inilah tanda2 bahwa kt telah melampaui batas/jadikan akhlak yg baik menjadi berguna sebagai cth utk kebesaran Islam dan tanda rahmatan lil alamin/bahkan kt ga akan ditanya bendera apa yg akan dibawa krn hanya keimanan kt utk selalu kt jaga dan lindungi/byk sekali kesalahan yg kt tlah lakukan suka atau tidak kt hrs lbh byk memperhatikan dgn diri sendiri/mana yg perlu dibenahi mana yg perlu diperbaiki agar Allah memberikan cahaya dlm hati utk jln dan bekal saat kt tak lagi berada dlm dunia yg penuh tipu muslihat/semua hanya sementara seperti siang berganti malam yg berlalu tanpa kt sadari...mari kt selalu mawas diri/ penuh maaf dan selalu berdoa ihdinassirotolmustaqim...semog a selalu diberikan jln yg llurus dan selamat dunia akhirat...amien 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih doanya, semoga kita bisa terus tetap berada di jalan lurus. kasian umat yang ingin menempuh jalan lurus tapi banyak disesatkan orang.
ana antum

15. 17-02-2010 11:25

Capeeee dehhh
kepada anda yang membangun situs ini. Apa tidak ada kerjaan lain selain mengurusi diri sendiri. 
 
Tau dari mana syiah salah, belum tentu juga mazhab yang anda yakini benar. 
 
Kalaupun Syi'ah salah, biar Tuhan yang menghukum. Hari gini masih nge-jelekin2 gmn umat Islam bisa bersatu! Malu donk sama agama lain. 
 
Jadi mending anda yang ngbangun web ini, urus diri sendiri dulu jelek2in mazhab lain... 
 
MrShiaa: 
 
Kalo ustad syiah sudah tidak lagi membicarakan saqifah, hadits haudh, mut'ah, nanti situs ini saya tutup.
mawar

16. 03-03-2010 13:53

aq
assalamualaikum.. 
Allahumma najjina minad dholal....amin 
Bibarakatis salafis sholeh.... 
 
MrShiaa: 
 
Birahmatika Ya Arhamarrahimin, Bimannika ya Mannan.
aloha

17. 17-03-2010 02:37

Abu Bakr & Umar berambisi?????
"Abu Bakr & Umar ibn Khattab tidak menghendaki Ali ibn Abu Tholib untuk menggantikan Rasulullah; sehingga Abu Bakr & Umar ibn Khattab berusah mencegah Rasulullah untuk membuat Surat Wasiat; sehingga Rasulullah tidak tertulis di dalam Surat Wasiat bahwa Ali ibn Abu Tholib sebagai pengganti Rasulullah"......?" hummmmm...ini komentar priibadi anda atau berdasar dalil??? ..Yups,inilah...perilaku Syiah.. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, tidak ada bukti bahwa isi wasiat Nabi adalah tentang pengangkatan Ali menjadi khalifah. 
 
apa yang ingin ditulis Nabi di hari kamis, akan kita bahas tersendiri insya Allah.
Budi

Display 17 of 17 comments

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2018 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

izin share
Assalamu Alaikum... Mr.Shiaa yang di Muliakan saya minta izin untuk...
10/05/14 01:58 More...
By Abdi Dalem

mr
cukuplah hadits Bukhari tentang tanah fadak no 3435 sebagai pembantah...
30/10/13 10:38 More...
By amien

pns
kang jalal suruh belajar lagi tentang agama islam yg benar..banyak...
19/09/13 05:58 More...
By yusuf prasetyo

Assalamualaikum..
Dari awal sampai akhir ana baca koment2 yg memihak syiah versus yg...
08/09/13 18:29 More...
By Revi

ululalabab
Aswb, mudahďan Allah memberikan anda kekuatan untuk trus berjuang...
08/09/13 08:50 More...
By tauhid

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 1 tamu online