<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; Hakekat.Com</title>
	<atom:link href="https://hakekat.com/category/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hakekat.com</link>
	<description>Hakekat Tersembunyi Syiah Imamiah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2015 02:53:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.2</generator>
	<item>
		<title>Imam Syiah Menyuruh Merujuk Ke Kitab Ahlussunnah</title>
		<link>https://hakekat.com/150-imam-merujuk.html</link>
					<comments>https://hakekat.com/150-imam-merujuk.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin hakekat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2015 02:53:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hakekat.com/index.php/2015/08/24/imam-merujuk/</guid>

					<description><![CDATA[Ternyata imam Ja&#39;far As Shadiq memerintahkan penganut Syiah untuk merujuk kepada kitab hadits Ahlussunnah. Apakah Syiah mau mentaati imam mereka?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata imam Ja&#39;far As Shadiq memerintahkan penganut Syiah untuk merujuk kepada kitab hadits Ahlussunnah. Apakah Syiah mau mentaati imam mereka?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hakekat.com/150-imam-merujuk.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Imam Syiah Tentang Syiah</title>
		<link>https://hakekat.com/149-pengakuan.html</link>
					<comments>https://hakekat.com/149-pengakuan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin hakekat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2015 02:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hakekat.com/index.php/2015/08/02/pengakuan/</guid>

					<description><![CDATA[<span style="color: #333333; font-family: Verdana,Tahoma,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: 0.9px; line-height: 18px; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 1; word-spacing: 0px; display: inline ! important; float: none; background-color: #ffffff">Imam Syiah memberikan pengakuan yang menghebohkan tentang Syiah. Pengakuan yang akan membuat penganut Syiah terhenyak. Tapi mereka tidak akan pernah menerimanya.</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Semakin kita menggali kitab-kitab syiah, semakin kita menemukan hakekat yang begitu terang benderang. Semakin kita menemukan bahwa ternyata para imam syiah, yaitu 12 manusia yang diklaim oleh syiah sebagai imam, ternyata tidak pernah meyakini seperti keyakinan syiah.</p>
<p>Syiah meyakini bahwa 12 imam syiah adalah manusia-manusia yang ditunjuk oleh Allah menggantikan Nabi Muhammad. Dan penunjukan ini benar-benar nyata, menurut syiah. Bahkan syiah mampu mendatangkan bukti-bukti yang menurut mereka menjelaskan penunjukan itu. </p>
<p>Tapi bukti-bukti yang diajukan oleh syiah itu harus kita pertanyakan, karena bagaimana syiah bisa mendatangkan bukti-bukti itu, tapi yang bersangkutan tidak merasa menjadi imam?</p>
<p>Ternyata salah satu dari 12 imam itu sendiri tidak pernah merasa menjadi imam yang seperti diyakini syiah. Di sini kita bingung menghadapi argumen syiah, karena syiah merasa yakin akan 12 imam itu, tapi imam itu sendiri menolak.</p>
<p>Dalam kitab Biharul Anwar jilid 46 hal 356 tercantum berikut ini:</p>
<p>Muhammad Al Baqir, imam keempat dari 12 imam syiah, pada suatu hari ditanya oleh seseorang: apakah kamu adalah imam? Dia menjawab: tidak. Orang itu berkata: ada sekelompok orang di Kufah meyakini bahwa kamu adalah imam. Al Baqir berkata: apa yang bisa kulakukan? Orang itu berkata: tulislah surat kepada mereka, beritahukan kepada mereka yang sebenarnya. Al Baqir berkata: mereka tidak akan mentaatiku.</p>
<p>Kaum yang meyakini bahwa Al Baqir adalah imam bukan hanya di Kufah. Hari ini di Indonesia pun banyak. Dan banyak dari mereka adalah orang-orang intelektual yang berpendidikan tinggi. Mereka berpendidikan tinggi, tapi mereka lebih percaya kepada isu daripada orang yang bersangkutan.<br />Meski Muhammad Al Baqir sendiri tidak merasa menjadi imam, mereka tetap percaya bahwa dia adalah imam. Sama dengan Nasrani yang percaya bahwa Nabi Isa adalah tuhan, padahal dia adalah hamba dan utusan Allah. </p>
<p>Tapi jangan kita heran mengapa penganut syiah tidak tahu, karena memang hakekat ini sengaja disembunyikan agar orang syiah tidak keluar dari syiah dan menjadi sunni. Memang hakekat mazhab syiah selalu disembunyikan dengan rapi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>{mxc} </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hakekat.com/149-pengakuan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khomeini menyamakan kedudukan imam dengan Allah</title>
		<link>https://hakekat.com/148-sama-imam-nabi.html</link>
					<comments>https://hakekat.com/148-sama-imam-nabi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin hakekat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2015 00:16:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hakekat.com/index.php/2015/01/18/sama-imam-nabi/</guid>

					<description><![CDATA[Khomeini menyamakan kedudukan para imam syiah dengan Allah, artinya sabda para imam wajib ditaati sebagaimana wahyu Allah. Sedang Ahmadiyah hanya menyamakan Mirza Ghulam Ahmad dengan Nabi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> Allah memerintahkan kita untuk taat pada Al Qur’an, karena Allah adalah pencipta alam semesta. Sementara para Nabi adalah utusan Allah yang membawa wahyu kepada manusia. Sedangkan imam syiah mereka bukan Nabi dan bukan manusia biasa juga, tapi Khomeini menyatakan bahwa ajaran para imam adalah sama dengan ajaran Al Qur’an, semuanya wajib ditaati dan dilaksanakan.  Sesungguhnya ajaran para imam adalah seperti ajaran AL Qur’an, tidak berlaku bagi generasi tertentu saja, tetapi ajaran itu beraku untuk semua di setiap tempat dan setiap waktu hingga datangnya hari kiamat, harus diikuti dan dilaksanakan. Hukumah Islamiyah hal 112  Di sini nampak sekali Khomeini menyamakan para imam syiah dengan Allah, karena menganggap ucapannya wajib untuk ditaati sebagaimana Allah. Para Nabi wajib ditaati karena Allah memerintahkan kita untuk taat pada para Nabi. Sedangkan para imam bukanlah Nabi. Tapi oleh Khomeini disamakan kedudukannya dengan para Nabi, yaitu ucapannya sama seperti Al Qur’an, wajib dilaksanakan dan ditaati.   Jika Ahmadiyah menyamakan Mirza Ghulam Ahmad dengan Nabi, maka Khomeini menyamakan para imam dengan Allah. Bukan hanya para Nabi. Seperti dalam makalah sebelumnya, Khomeini menyatakan:  Salah satu keyakinan yang pokok dalam mazhab kami bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dicapai oleh para malaikat dan para Nabi. Hukumah Islamiyah halaman 52.  Di sini Khomeini melebihkan imam dari para Nabi, tapi tidak dengan berterus terang mengatakan bahwa para imam syiah menerima wahyu seperti para Nabi, tapi Khomeini menyatakannya dengan cara yang berbeda namun menuju kesimpulan yang sama, yaitu para imam sama kedudukannya dengan para Nabi, dalam hal wajib untuk ditaati. Para Nabi wajib ditaati karena mereka menerima wahyu dari Allah. Sedangkan para imam dinyatakan oleh Khomeini sebagai wajib ditaati, sama seperti Al Qur’an, artinya Khomeini menganggap ucapan para imam adalah wahyu sebagaimana Al Qur’an. Tapi Khomeini tidak berterus terang, karena dia paham jika dia berterus terang akan menuai gelombang protes dari kaum muslimin yang menganggapnya sesat.  Ahmadiyah hanya menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sedangkan yang dianggap sama oleh Khomeini dengan Nabi ada 12 orang.  Tapi ingatlah kata Khomeini sebelum ini, yaitu para imam memiliki kedudukan yang tinggi, yang tidak dijangkau oleh malaikat dan para Nabi, begitu juga perkataan Khomeini bahwa para imam menguasai seluruh atom alam ini.  Ucapannya sama dengan Al Qur’an, dan menguasai seluruh atom alam ini, memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari malaikat dan para Nabi. Alias Khomeini menyamakan imam dengan Allah.   Maka wajar jika sabda imam adalah dianggap sederajat dengan firman Allah.   Penganut syiah tidak pernah diajak berpikir oleh guru mereka, mereka hanya dicekoki prinsip bahwa Khomeini adalah figur yang harus diikuti dan dikagumi. Mereka tidak lagi sempat berpikir, dan kemampuan berpikir yang ada pada mereka sudah terkikis.  Mereka tidak lagi bisa berpikir jernih, karena hati mereka sudah penuh dengan fanatik buta kepada Khomeini.   Mereka tidak lagi bisa menerima kenyataan, atau memang hati mereka sudah ditutup, meski mereka bisa melihat kenyataan, tapi mereka tidak bisa mengindera dengan hati mereka. Mata mereka melihat, tapi tidak dapat menemukan.   {mxc} </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hakekat.com/148-sama-imam-nabi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulama Syiah dan Serigala Nabi Yusuf</title>
		<link>https://hakekat.com/147-serigala-2.html</link>
					<comments>https://hakekat.com/147-serigala-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin hakekat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2014 04:06:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hakekat.com/index.php/2014/06/03/serigala-2/</guid>

					<description><![CDATA[Benarkah Nabi Yusuf dimakan serigala? Ulama syiah memiliki pandangan berbeda. Kata mereka, serigala itu ada.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi Yusuf dimakan serigala? Ini adalah alasan saudara Yusuf yang ingin menyingkirkannya, karena ingin mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Jadi serigala hanyalah kambing hitam, tidak pernah ada serigala yang memakan Nabi Yusuf. Tapi di sini ulama syiah percaya bahwa serigala itu ada.  (( &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1575;&#1572;&#1615;&#1608;&#1575;&#1618; &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1593;&#1616;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569; &#1610;&#1614;&#1576;&#1618;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;{16} &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;&#1618; &#1610;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;&#1575; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1584;&#1614;&#1607;&#1614;&#1576;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575; &#1606;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1576;&#1616;&#1602;&#1615; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1603;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575; &#1610;&#1615;&#1608;&#1587;&#1615;&#1601;&#1614; &#1593;&#1616;&#1606;&#1583;&#1614; &#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575;&#1593;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1603;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1575;&#1604;&#1584;&#1617;&#1616;&#1574;&#1618;&#1576;&#1615; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1606;&#1578;&#1614; &#1576;&#1616;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1613; &#1604;&#1617;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1603;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1589;&#1614;&#1575;&#1583;&#1616;&#1602;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;{17} &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1570;&#1572;&#1615;&#1608;&#1575; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1602;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1589;&#1616;&#1607;&#1616; &#1576;&#1616;&#1583;&#1614;&#1605;&#1613; &#1603;&#1614;&#1584;&#1616;&#1576;&#1613; &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1576;&#1614;&#1604;&#1618; &#1587;&#1614;&#1608;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1578;&#1618; &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1571;&#1614;&#1606;&#1601;&#1615;&#1587;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1585;&#1575;&#1611; &#1601;&#1614;&#1589;&#1614;&#1576;&#1618;&#1585;&#1612; &#1580;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1604;&#1612; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1607;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1606;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1605;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1589;&#1616;&#1601;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; )) {18}  &#1587;&#1608;&#1585;&#1577; &#1610;&#1608;&#1587;&#1601;  Ayat di atas adalah dari surat Yusuf ayat 17 dan 18  12:17. Mereka berkata: &#8220;Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.&#8221; 12:18. Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya&#8217;qub berkata: Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.  Nabi Yusuf menjadi korban iri saudaranya, karena mereka tidak mendapatkan perlakuan layaknya Nabi Yusuf oleh ayahnya. Lalu mereka berencana untuk melenyapkan Yusuf kecil dengan sandiwara, yaitu pura-pura mengajak bermain ke hutan, lalu Yusuf kecil dimasukkan ke dalam sumur. Untuk menutupi sandiwara, para saudara Yusuf membawa pakaian Yusuf yang dilumuri darah palsu, agar Nabi Ya’qub percaya pada pengakuan mereka, yaitu Nabi Yusuf dimakan oleh serigala. Tidak ada serigala yang menerkam Nabi Yusuf. Inilah kisah yang tercantum dalam Al Qur’an, yang wajib kita imani. Karena kita tidak hidup di zaman itu, dan tidak ada orang yang bisa kita klarifikasi. Tapi karena cerita ini datang dari Allah, maka kita percaya.  Tapi ulama syiah memuat hadits tentang keberadaan serigala Nabi Yusuf. Siapa ulama itu? Dialah ulama syiah kenamaan Majlisi, Muhammad Baqir Al Majlisi. Dia membuat hadits dalam kitab Biharul Anwar:  Ja’far As Shadiq –Alaihissalam- berkata: tidak ada hewan yang masuk sorga kecuali tiga: keledai milik Bal’am bin Ba’ura, serigala Yusuf, dan anjing ashabul kahfi. Biharul Anwar jilid 14 hal 423.  Ada dua kemungkinan tentang hadits ini. Jika hadits ini benar dari Ja&#8217;far As Shadiq, maka inilah musibah besar, karena ini menunjukkan imam syiah tidak menelaah Al Qur&#8217;an. Al Qur&#8217;an menyebutkan dengan jelas bahwa darah yang dilumurkan di baju Nabi Yusuf adalah darah palsu, dan serigala itu tidak pernah ada.   Jika hadits ini palsu, alias karangan ulama syiah sendiri, maka ini membuktikan bahwa ulama syiah, sejak zaman dahulu, sudah biasa melakukan kedustaan. Mereka bisa berbuat apa saja untuk mengajak orang masuk ke dalam syiah. Salah satunya dengan membuat kisah dusta atas nama imam.   Mengapa ulama syiah begitu berani dan mudah menjual imam maksum? Mereka mengatasnamakan imam maksum untuk tujuan mereka. Tapi karena memang umat syiah tidak lagi bisa berpikir, itulah yang membuat para ulama syiah begitu mudah membuat hadits palsu, membuat hadits sendiri dan memasang nama imam maksum, lalu umat syiah percaya.    Para ulama syiah memang mendidik penganut syiah untuk tidak kritis, karena jika mereka kritis, tentu ajaran syiah tidak bisa mereka terima. Penganut syiah sudah tidak bisa menggunakan akal sehatnya ketika berhadapan dengan riwayat seperti ini.  Dan kisah ini ternyata bukan hanya ada di Biharul Anwar, tapi kisah ini ada juga di tafsir Al Qummi pada jilid 14 hal 422-423.  Dan kisah ini juga diamini oleh ulama syiah kenamaan, yaitu Nashir Makarim Syirazi, dalam kitabnya: Al Amtsal fi Tafsir Kitabillahi al Munazzal, pada pembahasan surat Al Kahfi. Kata Nashir:  &#1608;&#1602;&#1583; &#1604;&#1575;&#1581;&#1592;&#1606;&#1575; &#1601;&#1610; &#1607;&#1584;&#1607; &#1575;&#1604;&#1585;&#1608;&#1575;&#1610;&#1577; &#1571;&#1606;&#1607;&#1575; &#1575;&#1604;&#1571;&#1601;&#1590;&#1604; &#1605;&#1606; &#1581;&#1610;&#1579; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1606; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1590;&#1605;&#1608;&#1606; &#1575;&#1604;&#1584;&#1610; &#1610;&#1578;&#1606;&#1575;&#1587;&#1602; &#1605;&#1593; &#1575;&#1604;&#1570;&#1610;&#1575;&#1578; &#1575;&#1604;&#1602;&#1585;&#1570;&#1606;&#1610;&#1577;.  Kami perhatikan riwayat ini paling bagus matannya, dan isinya sesuai dengan ayat-ayat Al Qur’an.  Sungguh aneh memang.   {mxc} </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hakekat.com/147-serigala-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hakekat Imam Khomeini [2]</title>
		<link>https://hakekat.com/146-komey2.html</link>
					<comments>https://hakekat.com/146-komey2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin hakekat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2014 18:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hakekat.com/index.php/2014/03/07/komey2/</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana Khomeini menganggap para imami syiah dan para Nabi? Ternyata berbeda dengan yang kita ketahui selama ini. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div align="justify">Khomeini melanjutkan lagi tentang keyakinannya pada para imam syiah.</p>
<div align="right">&#1608;&#1573;&#1606; &#1605;&#1606; &#1590;&#1585;&#1608;&#1585;&#1575;&#1578; &#1605;&#1584;&#1607;&#1576;&#1606;&#1575; &#1571;&#1606; &#1604;&#1571;&#1574;&#1605;&#1578;&#1606;&#1575; &#1605;&#1602;&#1575;&#1605;&#1575;&#1611; &#1604;&#1605; &#1610;&#1576;&#1604;&#1594;&#1607; &#1605;&#1604;&#1603; &#1605;&#1602;&#1585;&#1576; &#1608;&#1604;&#1575; &#1606;&#1576;&#1610; &#1605;&#1585;&#1587;&#1604;</div>
<p>Salah satu keyakinan yang pokok dalam mazhab kami bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dicapai oleh para malaikat dan para Nabi. Hukumah Islamiyah halaman 52.</p>
<p>Setelah meyakini bahwa para imam memiliki kekuasaan di alam ini, lalu Khomeini menjelaskan bahwa salah satu keyakinan utama syiah adalah para imam memiliki posisi yang melebihi para Nabi.<br />&nbsp;<br />Ini berarti syiah merupakan mazhab yang meyakini akan posisi para imam yang melebihi para Nabi. Tidak ada gunanya penganut syiah membantah keyakinan Khomeini ini, karena jelas Khomeini lebih mengerti mazhab syiah dari mereka. Lebih paham mazhab syiah dari penganut syiah di Indonesia yang baru beberapa tahun menjadi syiah. </p>
<p>Ingat, Khomeini bukanlah seorang syiah yang baru masuk syiah dua tiga tahun, Khomeini adalah seorang ulama yang telah belajar syiah selama puluhan tahun.</p>
<p>Yang dipelajari oleh Khomeini adalah mazhab syiah yang memiliki keyakinan pokok yaitu para imam syiah memiliki kedudukan yang amat tinggi, yang melebihi para malaikat dan para Nabi.</p>
<p>Sedangkan para Nabi adalah orang yang memiliki kedudukan tertinggi dalam Al Qur&rsquo;an. Tapi menurut khomeini apa yang dijelaskan Al Qur&rsquo;an itu keliru, yang benar adalah pendapat yang jadi pendapat utama dalam mazhab syiah. Menurut Khomeini pendapat Al Qur&rsquo;an bukanlah pendapat yang benar, dan yang benar adalah pendapat mazhab syiah.</p></div>
<div align="justify">Bagi Khomeini para imam adalah memiliki kedudukan yang sama dengan Allah, yaitu menguasai seluruh atom yang ada di alam ini. Pernyataan Allah dalam Al Qur&rsquo;an bahwa hanya Allah lah yang menguasai alam semesta dianggap keliru. Yang benar bahwa ada para imam syiah yang ikut menguasai alam semesta. </p>
<p>Khomeini memang berani, pendapat Allah sudah dianggapnya keliru. Pendapat mazhab syiah lah yang benar, bahwa para imam memiliki kedudukan tinggi yang tidak bisa dicapai oleh para Nabi dan Malaikat.</p>
<p>Tapi syiah di Indonesia hanya bisa berteriak-teriak: Allahumma shalli Ala Muhammad wa Ali Muhammad, karena hanya itu yang mereka bisa. Pikiran mereka sudah tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. </p>
<p>Inilah Khomeini yang menjadi idola Jalaludin Rahmat. Pastinya Jalaludin Rahmat tidak berani membantah Khomeini. Apalagi syiah biasa.</p></div>
<div align="justify">&nbsp;</div>
<div align="justify">[mxc] </div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hakekat.com/146-komey2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
