Menghujat Abu Hurairah, Menghujat Kitab Sendiri (41) Abu Hurairah Terus Difitnah

Kata abdul husein:

Pada suatu saat, Muawiyah mengutus Abu Hurairah dan Nu’man bin Basyir –waktu itu mereka di Damaskus- kepada Imam Ali (untuk) memintanya agar menyerahkan para pembunuh Utsman pada Muawiyah supaya (Muawiyah) dapat menghukum mereka karena membunuh Utsman. Dengan melakukan (hal) demikian, Muawiyah bermaksud setelah (para pembunuh Utsman tersebut) kembali ke Damaskus, mereka akan dibebaskan serta (disuruh untuk) menyalahkan imam Ali(atas pembunuhan Utsman-peny), kendati ia tahu bahwasanya Imam Ali tidak kaan menyerahkan para pembunuh Utsman padanya. Jadi, ia (Muawiyah –peny) ingin menjadikan Abu Hurairah dan NU’man sebagai bukti di hadapan orang-orang Damaskus guna menunjukkan pada mereka bahwa ia memiliki alasan (untuk) memerangi Imam Ali.

Riwayat ini tidak memiliki sanad yang shahih. Jika ada yang menemukan sanad shahih riwayat ini, bisa memberitahu kami lewat email.

Artinya, riwayat ini palsu. Mengapa menggunakan riwayat palsu? Karena memang tidak ada riwayat shahih yang bisa digunakan. Bagi abdul husein, yang penting adalah menghujat Abu Hurairah. Jika riwayat shahih tidak ada, riwayat palsu pun jadi.

Inilah abdul husein, selalu ada saja cara menghujat Abu Hurairah. Tidak menemukan riwayat shahih, yang dhaif pun jadi.  Cara ini diikuti oleh penganut syiah, tak heran jika mereka selalu berusaha segala cara untuk membunuh karakter para sahabat.

Rupanya abdul husein berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan karakter Abu Hurairah.  Dalam kutipan di atas, kita lihat abdul husein sudah berhasil menerawang niat Muawiyah, hingga dia bisa tahu bahwa Muawiyah mengutus Abu Hurairah hanya untuk sandiwara menyalahkan Ali.

Kita bertanya pada abdul husein dan syiah di Indonesia, dari mana abdul husein bisa tahu isi hati Muawiyah? Apakah Muawiyah memberitahu abdul husein atas niatnya itu?  

Jika kita menganggap riwayat itu shahih, itu menjadi sebuah keutamaan bagi Abu Hurairah, bahwa Abu Hurairah ingin agar umat bersatu dan perang terhindar. Tapi ini tidak diinginkan oleh abdul husein.  Jika tidak menginginkan perdamaian, yang diinginkan oleh abdul husein adalah peperangan dan pertikaian.

Buktinya, abdul husein membuat buku yang penuh dusta dan menyelisihi kaedah ilmiyah, untuk menghujat Abu Hurairah, hingga umat terpecah belah dan menghujat para sahabat.

Bagai pepatah : anjing menggonggong kafilah berlalu, abdul husein dan syiah tetap menghujat Abu Hurairah, tapi perlu anda tahu, selama haditsnya diamalkan orang, insya Allah pahala Abu Hurairah tetap mengalir, sampai muslim terakhir yang mengamalkan hadits itu.

 

Sedangkan abdul husein sekarang sudah berada di alam kubur, mempertanggunjawabkan perbuatannya di sana. Kasihan!

{mxc}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *